Thursday , 24 August 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » Bisnis Usaha Jamu Tradisional

Bisnis Usaha Jamu Tradisional

Bisnis Usaha Jamu Tradisional

Bisnis Usaha Jamu Tradisional

Bisnis Usaha Jamu Tradisional

Bisnis Usaha Jamu Tradisional – Mengangkat kembali jamu tradisional untuk menjadi minuman modern ternyata dapat memberikan keuntungan yang cukup besar bagi para pelaku usaha. Sensasi kelezatan dan juga khasiat jamu tradisional khas Indonesia sampai saat ini masih sangat diminati oleh masyarakat luas, sehingga peluang dari pasarnya pun semakin hari kian bersinar cerah.

Konsumen
Minuman tradisional ini disukai oleh masyarakat dari kalangan bawah sampai masyarakat kelas menengah ke atas. Para konsumen pun mempunyai alasan tersendiri sampai akhirnya mereka akan memilih jamu tradisional sebagai minuman favoritnya, salah satunya karena selain rasanya yang begitu lezat, minuman tersebut bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan para konsumen.

Info Bisnis
Ada beberapa hal yang perlu Anda coba untuk persiapkan, antara lain adalah sebagai berikut :

1. Hal yang paling penting adalah suatu kemampuan Anda di dalam meracik ramuan jamu. Sebisa mungkin akan meningkatkan pengetahuan dan juga pemahaman Anda mengenai aneka jamu tradisional beserta khasiatnya.

2. Persiapkan semua peralatan dan juga perlengkapan yang dibutuhkan, mulai dari lokasi usaha kemudian peralatan produksi, dan juga kemasan yang akan digunakan.
3. Ciptakan inovasi yang baru untuk bisa meningkatkan nilai jual jamu.

Kelebihan Bisnis
Meskipun terbilang tradisional, namun minuman ini juga masih mempunyai pasar yang sangat luas. Terangkatnya aneka macam dari makanan dan juga minuman tradisional belakangan ini akan memberikan dampak positif bagi pelaku bisnis jamu. Selain peluang pasarnya yang terbilang masih besar, memulai bisnis jamu juga tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Anda dapat menggunakan peralatan rumah tangga yang Anda punyai dan juga membuka gerai jamu di tempat yang cukup strategis atau bisa juga dengan memasarkannya secara keliling dengan cara menggunakan both/gerobak yang menarik.

Kekurangan Bisnis
Beberapa kendala yang sering sekali dihadapi oleh para pelaku usaha jamu antara lain adanya pedagang-pedagang nakal yang mencoba untuk mencampuri minuman jamu tradisional dengan obat-obatan yang tidak aman bagi kesehatan. Tindakan tersebut akan memberikan dampak yang negatif bagi pencitraan jamu, sehingga sebagian dari konsumen akan mulai ragu untuk bisa mengkonsumsi jamu tradisional. Karenanya, yakinkan konsumen dengan cara selalu menjaga kualitas bahan yang Anda gunakan. Jaga juga keaslian produk Anda, dan juga berikan cita rasa yang benar-benar lezat serta berkhasiat.

Stok dari tanaman rempah-rempah ternyata sangat amat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jadi ketika persediaannya di pasaran sudah mulai menipis, harga jualnya akan cenderung naik. Sehingga para pengusaha jamu harus benar-benar pintar menjalin suatu kerjasama dengan petani rempah-rempah langsung, supaya stok bahan baku dapat terus terjaga dan juga mendapatkan harga yang tidak terlalu tinggi.

Strategi Pemasaran
Untuk bisa mendukung pemasaran dari produk jamu yang Anda buat, dapat dilakukan dengan cara menciptakan kemasan yang menarik. Selain menawarkannya dengan cara kemasan yang menarik, Anda juga perlu melampirkan merek yang terdengar unik, serta melengkapinya dengan surat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan lalu sertifikasi halal dari Majlis Ulama Indonesia atau minimalnya Anda mengantongi P-IRT dari Dinas Kesehatan. Hal ini penting suapaya konsumen Anda percaya dengan kualitas dari produk yang ditawarkan.  Strategi pemasaran lainnya yang dapat Anda jalankan adalah dengan mengikuti berbagai acara pameran untuk bisa mempromosikan bisnis Anda kepada khalayak ramai.

Kunci sukses
Di dalam menjalankan bisnis jamu tradisional ini, yang terpenting yaitu modifikasi produk dan juga strategi pemasaran yang cukup aktif.

Analisa Ekonomi

1. Modal awal
Sewa tempat di depan minimarket (per bulan) = Rp 500.000,00
Modal untuk membuat both jamu = Rp 2.500.000,00
Modal untuk pendaftaran produk ke BPOM = Rp 1.000.000,00
Modal untuk blender dan termos es batu = Rp 1.000.000,00
Modal untuk peralatan masak (kompor, panci, dll) = Rp 800.000,00
Modal untuk banner menu dan merek produk = Rp 500.000,00+
Total dari modal awal = Rp 6.300.000,00

2. Biaya penyusutan
Biaya penyusutan untuk Both = 1/60 x Rp 2.500.000,00 = Rp 41.700,00
Biaya penyusutan untuk blender dan termos es = 1/36 x Rp 1.000.000,00 = Rp 27.800,00
Biaya penyusutan untuk peralatan masak = 1/36 x Rp 800.000,00 = Rp 22.300,00
Biaya penyusutan untuk banner = 1/24 x Rp 500.000,00 = Rp 20.800,00+
Total = Rp 112.600,00

3. Biaya operasional setiap bulan
Biaya untuk bahan baku seperti jahe, temulawak, kunyit, asem, gula = Rp 6.000.000,00
Biaya untuk kemasan cup plastik dan sedotan = Rp 1.500.000,00
Biaya untuk sewa tempat = Rp 500.000,00
Biaya untuk gaji satu orang pegawai = Rp 800.000,00
Biaya untuk listrik dan transport = Rp 500.000,00
Biaya untuk penyusutan alat = Rp 112.600,00+
Total = Rp 9.412.600,00

4. Pendapatan per bulan
Harga jual jamu tradisional adalah Rp 5.000,00/cup.
= Rp 5.000,00 x 75 cup x 30 hari = Rp 11.250.000,00

5. Keuntungan setiap bulan
= Rp 11.250.000,00 – Rp 9.412.600,00 = Rp 1.837.400,00

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates