Monday , 21 August 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Kelainan Tulang Belakang pada Skoliosis

Seputar Kelainan Tulang Belakang pada Skoliosis

Seputar Kelainan Tulang Belakang pada Skoliosis

Seputar Kelainan Tulang Belakang pada Skoliosis

Seputar Kelainan Tulang Belakang pada Skoliosis

Seputar Kelainan Tulang Belakang pada Skoliosis – Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang dimana bentuknya bengkok ke arah kanan atau dapat pula ke kiri. Kelainan skoliosis ini banyak terjadi pada anak – anak sebelum mengalami masa pubertas. Kasus skoliosis banyak dialami oleh anak – anak yang masih bersifat ringan dengan demikian tidak perlu perawatan. Akan tetapi disarankan untuk terus mengawasinya dengan seksama dan dianjurkan menjalani X-Ray untuk mengetahui perkembangannya. Berikut uraian penjelasan seputar kelainan tulang belakang pada skoliosis, diantaranya:1. Gejala Skoliosis
Kelainan tulang belakang skoliosis bisa dideteksi melalui penampilan fisiknya yang mengalami perubahan. Anggota tubuh yang paling banyak mengalami perubahan yaitu bagian pinggul, bagian dada ataupun bahu. Pada umumnya penderita akan merasakan kesulitan bernapas terutama apabila kelengkungan tulang sudah bertambah parah. Salah satu bahu tampak lebih tinggi. Berikut gejalanya sebagai berikut:
a. Salah satu sisi pinggul terlihat lebih menonjol
b. Penderita mengalami bentuk tubuh yang condong ke arah satu sisi
c. Tulang belikat pada salah satu sisi tampak lebih menonjolTidak hanya gejala- gejala tersebut, akan tetapi beberapa penderita akan mengalami nyeri pada punggungnya. Penderita biasanya mengalami nyeri pada bagian titik lengkungan. Hal ini disebabkan akibat lengkungan tulang yang semakin parah. Nyeri tersebut bisa menyebar sampai area kaki, pinggul atau bahkan pada tangan. Rasa nyeri bisa bertambah pada saat mereka menggerakkan tangan ataupun hanya sekedar berdiri dan bisa mereda pada saat mereka membaringkan tubuh dengan posisi punggung lurus.

Kelainan tulang belakang skoliosis bisa mempengaruhi sistem syaraf di bagian syaraf pada ujungnya tertekan akibat salah satu tulang belakang melengkung. Kondisi ini, menyebabkan penderita bisa mengalami kaki kebas, mengalami susah buang air kecil dan susah BAB. Bagi penderita pada pria, kasus skoliosis yang parah bisa menyebabkan terjadinya gangguan ereksi.

2. Penyebab Skoliosis
Kelainan tulang belakang skoliosis tergolong susah untuk dicegah karena penyebab timbulnya belum diketahui dengan jelas. Akan tetapi ada beberapa tipe skoliosis yang bisa dikelompokkan menurut penyebabnya yaitu:

a. Skoliosis degerenatif
Skoliosis tipe ini bisa terjadi akibat tulang belakang mengalami kerusakan secara perlahan -lahan. Skoliosis degeneratif diakibatkan oleh penyakit parkinson, osteoporosis, karena akibat operasi, motor neurone disease dan akibat skerosis multipel.

b. Skoliosis idiopatik
Beberapa ahli menyatakan bahwa faktor terjadinya skoliosis idiopatik yaitu faktor genetik. Penderita skoliosis idiopatik menjadi kelainan tulang yang paling banyak diderita.

c. Skoliosis kongenital
Tipe skoliosis ini diakibatkan oleh tulang belakang yang tumbuh secara tidak normal pada saat masih di dalam kandungan.

3. Penanganan Skoliosis
a. Obat
Dengan penggunaan obat dapat meredakan rasa nyeri misalnya obat parasetamol dan ibuprofen.

b. Penyangga
Penggunaan penyangga dimaksudkan untuk menghentikan bertambah parahnya lengkungan.

c. Observasi
Melakukan observasi menggunakan X-ray bisa dilakukan tiap 6 bulan sekali dengan tujuan agar mengetahui perkembangan lengkungan.

d. Operasi
Operasi bisa dilakukan apabila perawatan lain tidak lagi membuahkan hasil dan tingkat lengkungan lebih dari dari 50 derajat. Operasi bisa dilakukan dengan menggunakan tangkai baja dan sekrup.

4. Kondisi yang dapat Memperparah Skoliosis
a. Berat badan berlebih
b. Faktor usia
c. Sudut kurva
d. Lokasi skoliosis dimana posisinya di bagian bawah ataupun bagian tengah pada tulang punggung sehingga kemungkinan bertambah parah akan semakin kecil. Akan tetapi jika posisi kelainannya berada di bagian atas karena akibat berat badan, sehingga kemungkinan semakin parahnya dapat bertambah besar.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates