Wednesday , 13 December 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » Bisnis Usaha Budidaya Ikan Kerapu

Bisnis Usaha Budidaya Ikan Kerapu

Bisnis Usaha Budidaya Ikan Kerapu

Bisnis Usaha Budidaya Ikan Kerapu – Kelezatan dari daging ikan kerapu yang sangat gurih dan juga tingginya kandungan gizi yang terdapat di dalam seekor ikan kerapu, menjadikannya sebagai suatu produk komoditas perikanan yang mempunyai harga jual cukup mahal. Tidaklah heran jika kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh sebagian pelaku usaha sebagai alternatif peluang bisnis baru yang bisa menjanjikan untung besar setiap bulannya.

Konsumen
Jenis ikan kerapu yang saat ini sudah mulai digemari oleh masyarakat yaitu ikan kerapu macan kemudia kerapu lumpur dan juga kerapu bebek. Melihat permintaan pasar yang kian hari semakin tinggi, sekarang ini target pasar yang dapat Anda bidik antara lain adalah konsumen rumah tangga, pelaku bisnis kuliner serba seafood kemudian pedagang ikan di pasar tradisional, maupun para pengepul dan juga eksportir yang membutuhkan stok ikan kerapu untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar mancanegara.

Info Bisnis
Berikut ini informasi mengenai beberapa hal penting yang dan perlu dipersiapkan sebelum menjalankan peluang usaha tersebut :

1. Proses budidaya diawali dengan dengan cara memilih benih yang baik. Biasanya benih yang baik memiliki ukuran

2 sampai 3 ons/ ekor, bebas penyakit, mempunyai warna sisik yang cerah, dan juga tidak cacat.

3. Sebelum Anda melakukan penebaran benih, sebaiknya Anda melakukan adaptasi terlebih dahulu pada benih ikan kerapu yang akan Anda coba tebar, hal ini penting supaya ikan tidak stress dan juga mulai bersahabat dengan kondisi lingkungan. Selanjutnya, lokasi dibersihkan dan juga direnovasi supaya lebih kuat.

4. Penebaran benih dapat Anda lakukan pada saat cuaca sedang sejuk, pilih pagi atau sore hari. Selanjutnya pastikan suhu antara 24 sampai 31°C serta tingkat kepadatan kolam yang juga tidak terlalu tinggi yaitu sekitar ukuran 1,5 x 3 x 3 meter berisi kurang lebih 500 benih, hal ini perlu Anda perhatikan karena ikan kerapu mempunyai sifat kanibal.

5. Pada saat melakukan penebaran benih, ikan dapat anda beri pakan berupa pelet. Setelah 3 – 4 hari, pakan ikan yang berupa pelet dapat dikombinasikan dengan ikan rucah atau potongan ikan. Pemberian pakan ini sebaiknya dilakukan pada saat pagi dan sore hari.

6. Masa panen dari ikan kerapu biasanya disesuaikan dengan ukuran dari ikan yang diminati pasar, yaitu dengan berat antara 500 sampai 1000 gram. supaya ikan tidak mengalami stres, sebaiknya anda lakukan pemanenan pada saat pagi ataupun sore hari.  Pada saat melakukan panen, pelaku usaha budidaya ikan kerapu dapat melakukannya secara selektif yaitu sesuai dengan keinginan konsumen maupun secara keseluruhan pada saat permintaan di pasar sedang melonjak.

7. Selanjutnya untuk penanganan setelah panen, yang perlu Anda coba perhatikan yaitu proses distribusi dari tempat budidaya ikan ke tangan para konsumen. Kesegaran ikan kerapu harus benar-benar terjaga supaya kualitasnya tidak menurun. Jadi, selama proses pengangkutan Anda dapat memanfaatkan drum plastik yang berisi 2/3 air laut dengan jumlah kepadatan ikan kurang lebih 50 ekor/drum.

Kelebihan Bisnis
Selain harga jual dari ikan kerapu yang cukup tinggi, ikan kerapu mempunyai tingkat pertumbuhan yang cukup cepat, sehingga para pelaku bisnis dapat memenuhi permintaan pasar lokal ataupun kebutuhan pasar ekspor yang sudah semakin hari kian meningkat pesat. Disamping itu, ikan kerapu mempunyai kebiasaan hidup di dalam perairan dasar. Hal ini ternyata cukup menguntungkan bagi para pelaku usaha pasalnya saat volume air di lokasi pembudidayaan bertambah banyak dan sampai meluap, ikan ini tidak akan ikut hanyut terbawa arus air.

Kekurangan Bisnis
Salah satu kendala yang sering dihadapi oleh para pelaku usaha adalah adanya keterbatasan benih. Selama ini para petani dari ikan kerapu masih terus mengandalkan benih dari hasil tangkapan sebagai nelayan, hal ini dikarenakan bibit dari Balai Pembenihan untuk yang ukurannya masih terlalu kecil dan harganya yang juga cukup mahal.
Selain itu, faktor kegagalan panen juga menjadi hal yang sering menghantui para petani ikan kerapu. Biasanya ancaman terhadapa kegagalan dikarenakan adanya hama dan juga penyakit yang bisa menyebabkan kematian pada ikan, adanya suatu bencana alam yang bisa merusak kondisi keramba maupun empang, serta ancaman mengenai pencurian ikan pada malam hari.

Strategi Pemasaran
Biasanya untuk pemasaran ikan kerapu dilakukan di dalam keadaan masih hidup. Sebab, harga jual dari ikan kerapu segar dapat mencapai dua kali lipat dari ikan kerapu yang dijual dalam keadaan mati. Biasanya para pelaku bisnis budidaya ikan kerapu ini memasarkan produk unggulannya ke para pedagang ikan segar di dalam pasar tradisional atau menyetorkannya langsung ke beberapa macam restoran besar yang tentunya menyediakan menu seafood, serta melalui jasa agen ataupun para pengepul yang nantinya akan melanjutkan distribusinya sampai ke pasar mancanegara.

Kunci Sukses
Pemilihan lokasi untuk budidaya yang tepat, serta menjaga kualitas dari air supaya terhindar dari pencemaran dan juga serangan hama maupun penyakit yang dapat menyebabkan kematian pada ikan. jika sarana dan prasarana di dalam pembudidayaan ikan kerapu dapat terjaga dengan baik, maka hasil panen yang akan diperoleh petani juga tidak akan kalah berkualitas.

Analisa Ekonomi
Asumsi
Budidaya ikan kerapu lumpur dengan cara memanfaatkan empang seluas 1000 m2
Menampung bibit 500 ekor dengan lama panen kurang lebih 6 bulan.

1. Modal awal
Modal untuk instalasi tambak = Rp 2.500.000,00
Modal untuk rumpon paralon = Rp 1.500.000,00
Modal untuk bibit 100 kg x @ Rp 35.000,00 = Rp 3.500.000,00+
Total dari biaya investasi = Rp 7.500.000,00

2. Biaya operasional setiap periode panen
Biaya untuk pakan ikan curah = Rp 1.500,00 x 960 kg = Rp 1.440.000,00
Biaya untuk tenaga kerja = Rp 500.000,00 x 6 bulan = Rp 3.000.000,00
Biaya untuk perlengkapan = sarung tangan, drum = Rp 300.000,00
Biaya untuk transportasi = Rp 300.000,00 x 6 = Rp 1.800.000,00
Biaya untuk penyusutan = Rp 300.000,00+
Total = Rp 6.840.000,00

3. Pendapatan per periode panen
Berat ikan rata-rata adalah 0,4 sampai 1,2 kg dengan harga jual sebesar Rp 65.000,00/kg
Penjualan 450 ekor dengan berat 0,5 kg = 225 kg x Rp 65.000,00 = Rp 14.625.000,00

4. Keuntungan per periode panen :
= Rp 14.625.000,00 – Rp 6.840.000,00  =  Rp 7.785.000,00

5. Keuntungan bersih per bulan :
= Rp 7.785.000,00 : 6 bulan = Rp 1.297.500,00

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates