Friday , 24 November 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Dampak Zat Fenilalanin bagi Kesehatan

Seputar Dampak Zat Fenilalanin bagi Kesehatan

Seputar Dampak Zat Fenilalanin bagi Kesehatan

Seputar Dampak Zat Fenilalanin bagi Kesehatan

Seputar Dampak Zat Fenilalanin bagi Kesehatan

Seputar Dampak Zat Fenilalanin bagi Kesehatan – Zat Fenilalanin sering dikaitkan dengan bahayanya yang kurang baik untuk kesehatan tubuh yang tidak bisa mengurai senyawa ini. Zat Fenilalanin sebenarnya aman untuk dikonsumsi oleh orang biasa yang tidak menderita fenilketonuria yang merupakan sebuah penyakit genetis yang cukup langka.

Zat Fenilalanin adalah asam amino penting yang banyak terdapat dalam makanan. Zat ini akan menjadi senyawa yang berguna untuk menghantar serta menyampaikan pesan pada sistem saraf otak bersama dengan taurin dan juga triptofan. Pada kondisi yang normal, tubuh akan mengubah zat ini menjadi tirosina yang diperlukan dalam sintesis protein, zat kimiawi otak, sintesis adrenalin, nonadrenalin, dan juga hormone tiroid. Fenilalanin juga ada yang tersedia untuk mengatasi depresi. Zat ini apabila jumlahnya kurang dapat menimbulkan beberapa gejala misalnya bingung, kurang bergairah, menyebabkan depresi, kurang nafsu makan, akan sulit mengingat, serta kurang waspada.

Selain itu juga ada kelainan langka yang disebut dengan fenilketonuria. Fenilketonuria ini akan menyebabkan fenilalanin tertimbun di dalam darah serta menjadi toksin alam otak. Zat fenilalanin banyak terdapat dalam makanan dengan demikian penderita fenilketonuria harus waspada dengan makanan yang mereka konsumsi.

Zat fenilalanin akan menjadi berbahaya pada saat masuk ke dalam tubuh penderita fenilketonuria (PKU). Orang yang mengalami penyakit ini akan membuat zat fenilalanin tertimbun di dalam darah, zat tersebut kemudian akan bersifat toksin dalam otak. Hal tersebut akan menyebabkan terjadinya keterbelakangan mental apabila tidak ditangani. Kondisi ini pada bayi yang baru lahir harus untuk segera diatasi pada waktu tiga minggu pertama. Penyakit ini bisa diturunkan secara genetis serta merupakan penyakit yang cukup langka.

Penderita fenilketonuria harus menghindari konsumsi makanan yang mengandung fenilalanin tinggi serta menggantinya dengan asupan suplemen tirosina dengan demikian otak dapat berkembang secara optimal. Makanan yang mengandung fenilketonuria dengan jumlah tinggi seperti daging dan susu. Para penderita akan lebih aman mengkonsumsi makanan dengan kandungan berprotein rendah seperti buah, sayuran, dan gandung.

Selain dalam makanan alami, fenilalanin juga terdapat dalam aspartame yang merupakan suatu pemanis buatan. Beberapa jenis makanan yang banyak mengandung aspartam yakni makanan diet, sereal, serta minuman serbuk instan. Selain dalam aspartam, turunan fenilalanin yakni dipeptida juga harus dihindari. Dipeptida mempunyai tingkat kemanisan 220 kali dari pada gula tebu. Orang normal saja tidak boleh mengkonsumsinya dengan berlebihan apalagi pada penderita fenilketonuria yang benar-benar dilarang untuk mengkonsumsinya. Penderita tidak bisa mengurai asam amino tersebut dengan demikian akan terjadi penumpukan dalam darah. Maka penderita fenilketonuria tidak boleh mengkonsumsi makanan yang mengandung fenilalanin tinggi.

Beberapa dampak atau gejala dari penyakit fenilketonuria diantaranya:
1. Sering merasa sakit kepala
2. Ingatan menjadi hilang
3. Suasana hati yang mudah berubah
4. Pada ibu hamil bisa berpengaruh terhadap bayi yang dikandung, seperti bayi menderita keterbelakangan mental maupun fisik seperti kepala kecil atau mempunyai penyakit jantung.

Sedangkan dengan gejala penyakit ini yang terjadi pada anak-anak antara lain:
1. Kejang, mual, muntah
2. Terdapat ruam di kulit
3. Urinnya berbau seperti urin tikus
4. Rambut anak berwarna lebih terang
5. Berperilaku agresif dan hiperaktif

Meskipun penyakit ini merupakan penyakit yang langka akan tetapi kita perlu berhati-hati juga dengan cara memeriksakan diri terutama untuk ibu hamil. Anak-anak yang terdeteksi dengan menderita penyakit ini harus diawasi dengan demikian makanan yang dikonsumsi tidak mengandung zat fenilalanin. Memang cukup sulit untuk bisa menghindar sepenuhnya dari zat fenilalanin akan tetapi dibatasi dengan ketat denga demikian tidak berlebihan. Penderita PKU harus terus melakukan pengobatan secara rutin dan tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung suatu zat fenilalanin tersebut.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates