Saturday , 29 April 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Standar Air yang Layak Digunakan

Ketahui Standar Air yang Layak Digunakan

Ketahui Standar Air yang Layak Digunakan

Ketahui Standar Air yang Layak Digunakan

Ketahui Standar Air yang Layak Digunakan

Ketahui Standar Air yang Layak Digunakan – Supaya badan tetap sehat, disarankan untuk minum air putih 8 gelas sehari atau kurang lebih 2 liter tiap harinya. Selain minum, pada saat memasak terutama masakan berkuah misalnya sop, otomatis menggunakan banyak air bersih. Selain untuk keperluan tersebut, air digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya mencuci atau mandi. Meskipun untuk aktivitas mencuci ataupun mandi standar kebersihan air yang digunakan mungkin akan berbeda. Jumlah air yang layak dikonsumsi pada saat ini semakin lama semakin berkurang. Apabila mengkonsumsi air yang tidak layak untuk dikonsumsi, maka akan terkena penyakit yang berbahaya. Penduduk Indonesia masih mengandalkan sumber air minum dari air permukaan, air sumur gali, air sungai, serta air hujan yang tidak terlindungi dimana sebagian besar tercemar oleh coli tinja. Jumlah air bersih yang semakin berkurang, sehingga harus makin berhati – hati dalam menggunakan air yang di minum ataupun masak.

Air Bersih merupakan air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan yang berlaku dan bisa diminum jika dimasak, yang meliputi:

1. Ditinjau dari Parameter Fisik
Parameter fisik yang harus ada dalam air minum yakni harus jernih, tidak berbau, tidak berasa serta tidak berwarna. Sementara untuk suhu alangkah baiknya sejuk serta tidak panas. Selain itu, air minum tidak dapat menimbulkan endapan. Apabila air yang dikonsumsi menyimpang dari hal tersebut, dengan demikian air sudah tercemar.

2. Ditinjau dari Parameter Kimiawi
Bahan untuk air minum ditinjau dari parameter kimiawi, tidak boleh mengandung partikel yang terlarut dalam jumlah tinggi dan juga logam berat (seperti Hg, partikel Ni, petikel Pb, pertikel Zn dan pertikel Ag) maupun mengandung zat beracun misalnya senyawa hidrokarbon dan juga detergen. Ion logam berat bisa mendenaturasi suatu protein, disamping logam berat bisa bereaksi dengan gugus fungsi yang lainnya di dalam biomolekul. Sebab sebagian akan tertimbun di berbagai organ terutama di bagian saluran cerna, hati dan juga ginjal, dengan demikian organ-organ inilah yang terutama dirusak.

3. Ditinjau dari Parameter Mikrobiologis
Bakteri patogen Escherichia colli, Clostridium perfringens, Salmonella bisa membentuk toksin (racun) setelah periode laten yang singkat yakni beberapa jam. Keberadaan bakteri coliform  yang banyak ditemui dalam kotoran manusia dan hewan yang menunjukkan kualitas sanitasi yang rendah dalam proses pengadaan air. Semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, semakin tinggi pula resiko kehadiran bakteri patogen, misalnya bakteri Shigella yang menyebabkan muntaber, S. typhii yang menyebabkan typhus, kolera, serta disentri.
Kandungan TDS atau Total Dissolved Solids atau kandungan unsur mineral di dalam air merupakan salah satu faktor yang sangat penting serta menentukan bahwa air yang layak konsumsi. Misalnya unsur mineral di dalam air yaitu: zat kapur, besi, timah, kandungan magnesium, tembaga, kandungan sodium, chloride, serta chlorine. Air yang di dalamnya mengandung mineral tinggi sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh. Mineral di dalam air tidak akan hilang dengan cara direbus. Mineral yang baik untuk tubuh manusia yaitu mineral organik yang berasal dari sayur, buah, berasal dari daging, telor, maupun susu. Mineral di dalam air disebut dengan mineral nonorganik atau mineral yang berasal dari benda mati yang tidak bisa diuraikan oleh tubuh.

Jika terlalu banyak mineral nonorganik yang ada di dalam tubuh serta tidak dikeluarkan, dengan demikian seiring berjalannya waktu dapat mengendap di dalam tubuh yang berdampak tersumbatnya bagian tubuh. Seperti bila mengendap pada mata mengakibatkan katarak, pada ginjal atau empedu mengakibatkan batu ginjal atau batu empedu, pada pembuluh darah akan mengakibatkan pengerasan pembuluh darah, menyebabkan tekanan darah tinggi, menyebabkan stroke, pada otak menyebabkan Parkinson, pada persendian tulang akan mengakibatkan pengapuran, dan lainnya.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates