Saturday , 29 April 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Tetanus dan Penyebabnya

Seputar Tetanus dan Penyebabnya

Seputar Tetanus dan Penyebabnya

Seputar Tetanus dan Penyebabnya

Seputar Tetanus dan Penyebabnya – Tetanus berasal dari bahasa yunani yakni tetanus dari teinein yang berarti menegang. Penyakit tetanus merupakan penyakit yang menyerang sistem urat saraf serta otot yang mengakibatkan saraf serta otot menjadi kaku (rigid). Tetanus juga dikenal sebagai penyakit lockjaw. Jika pada bayi yang baru lahir, kuman ini bisa masuk melewati luka iris tali pusat yang tidak dipotong dengan menggunakan pisau steril. Penyakit tetanus yang terjadi pada bayi yang baru lahir disebut dengan tetanus neonatorum yang merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak pada bayi. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi pada saat spasme otot tonik serta hiperrefleksia yang menyebabkan trismus (lockjaw), spasme otot umum, menyebabkan melengkungnya punggung (opistotonus), spasme glotal, kejang, serta paralisis pernapasan.1. Penyebab Tetanus
Tetanus disebabkan oleh neurotoksin (tetanospasmin) yang berasal dari bakteri Gram positif anaerob, dari Clostridium tetani, dengan mula – mula 1 sampai 2 minggu setelah inokulasi bentuk spora ke dalam darah tubuh yang akan mengalami cedera (periode inkubasi). Clostridium tetani termasuk ke dalam bakteri Gram positif, anaerob obligat, bsia membentuk spora, serta berbentuk drumstick. Jenis Bakteri Clostridium tetani ini banyak dijumpai di tanah, dalam kotoran manusia dan dalam kotoran hewan peliharaan serta di daerah pertanian. Pada umumnya, spora bakteri ini akan terdistribusi pada tanah serta saluran penceranaan dan juga feses dari kuda, dari domba, anjing, kucing, dari tikus, babi, dan juga  ayam. Pada saat bakteri tersebut berada di dalam tubuh manusia, maka ia akan menghasilkan neurotoksin atau sejenis protein yang bertindak sebagai racun yang akan menyerang bagian sistem saraf.

2. Cara Bakteri penyebab tetanus masuk ke dalam tubuh
a. Dengan Melalui luka yang dalam yang berhubungan dengan kerusakan jaringan lokal
b. Tertanamnya benda asing ataupun sepsis dengan kontaminasi tanah
c. Melalui Lecet yang dangkal dan kecil atau luka geser yang sudah terkontaminasi tanah
d. Trauma pada jari tangan ataupun jari kaki yang berhubungan dengan patah tulang jari serta luka pada pembedahan.

3. Gejala
Masa inkubasi tetanus pada umumnya antara 3 sampai 12 hari, akan tetapi dapat singkat 1 sampai 2 hari dan kadang lebih dari satu bulan, semakin pendek masa inkubasi semakin buruk prognosis. Gejala penyakit tetanus dapat dibagi dalam tiga tahap, yakni:

a. Tahap awal
Pada punggung mengalami nyeri dan perasaan tidak nyaman yang dirasakan di seluruh anggota tubuh dimana ini merupakan gejala awal dari penyakit tetanus. Satu hari kemudian akan terjadi kekakuan pada otot. Beberapa penderita akan mengalami kesulitan dalam menelan. Gangguan terus akan dialami penderita selama infeksi tetanus yang masih berlangsung.

b. Tahap kedua
Gejala awal berlanjut dengan adanya kejang yang juga disertai nyeri pada otot pengunyah (Trismus), yang disertai sedikit rasa kaku pada bagian rahang, yang akan meningkat hingga gigi dapat mengatup dengan ketat, serta mulut tidak dapat di buka sama sekali. Kekakuan ini dapat menjalar ke bagian otot – otot wajah, dengan demikian wajah penderita akan nampak menyeringai atau Risus Sardonisus, sebab adanya tarikan dari otot-otot pada sudut mulut.
Selain itu juga, otot-otot perut akan menjadi kaku tanpa ada rasa nyeri. Kekakuan tersebut akan semakin meningkat sampai kepala penderita menjadi tertarik ke belakang. (Ophistotonus). Kondisi ini bisa terjadi 48 jam setelah mengalami luka.

c. Tahap ketiga
Kemampuan rangsang dari sel-sel saraf otot akan semakin meningkat, sehingga terjadilah kejang refleks. Biasanya hal tersebut terjadi beberapa jam setelah adanya kekakuan pada otot. Kejang otot ini dapat terjadi secara spontan tanpa adanya suatu rangsangan dari luar, dapat pula karena adanya suatu rangsangan dari luar. Seperti adanya cahaya, akibat sentuhan, adanya bunyi-bunyian dan lain sebagainya. Selain bisa menyebabkan radang pada otot jantung (mycarditis), tetanus bisa menyebabkan sulit buang air kecil serta sembelit. Pelukaan pada lidah, bahkan patah tulang belakang bisa terjadi akibat adanya kejang pada otot yang hebat.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates