Wednesday , 13 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Jenis Abortus dan Penyebab Perdarahan pada Ibu Hamil

Ketahui Jenis Abortus dan Penyebab Perdarahan pada Ibu Hamil

Ketahui Jenis Abortus dan Penyebab Perdarahan pada Ibu Hamil

Ketahui Jenis Abortus dan Penyebab Perdarahan pada Ibu Hamil

Ketahui Jenis Abortus dan Penyebab Perdarahan pada Ibu Hamil

Ketahui Jenis Abortus dan Penyebab Perdarahan pada Ibu Hamil – Abortus merupakan pengeluaran hasil pembuahan atau konsepsi dimana berat badan janin kurang dari 500 gram atau dengan kehamilan yang kurang dari 20 minggu. Setiap perdarahan yang terjadi pada awal kehamilan biasanya akan mengancam kelangsungan pada kehamilan. Dalam hal ini harus mengetahui hari pertama haid terakhir, mengetahui tanda kehamilan pada riwayat keluarga berencana serta mengetahui riwayat ginokologi pada jumlah perdarahan. Demikian juga dalam hal tersebut harus dilakukan pemeriksaan penunjang misalnya dengan melakukan USG serta Test kehamilan, sehingga akan menyatakan apakah janin hidup ataupun terdapat suatu kehamilan.Berdasarkan terjadinya abortus, abortus bisa dikategorikan ke dalam abortus habitualis, kategori abortus artifisialis, kategori abortus provacatus therapheuticus, kategori abortus septik serta kategori abortus provocatus criminalis. Jenis Abortus criminalis merupakan abortus yang dilakukan tanpa indikasi medis serta yang bertentangan dengan norma atau aturan hukum yang berlaku. Hal tersebut sering terjadi pada wanita yang terjadi kehamilan di luar perkawinan, dimana abortus ini dilakukan oleh petugas kesehatan yang tidak dapat bertanggung jawab.Pengeluaran hasil konsepsi dapat di indikasikan pada abortus insipien, pada abortus inkomplit, pada missed abortion dan juga abortus dengan infeksi, yang dilakukan demi keselamatan seorang ibu. Plasenta previa merupakan kondisi plasenta yang terletak pada segmen di bawah rahim, dengan demikian akan menutupi sebagian ataupun seluruh ostium uteri internum. Alangkah baiknya setiap ibu dengan kondisi ini di kirim ke Rumah Sakit, apalagi jika kondisi ibu timbul banyak perdarahan.

Apabila usia kehamilan berusia 37 minggu, jika perdarahan yang terjadi sedikit maka keadaan ibu dan anak akan baik, sehingga bisa dipertahankan hingga aterm. Apabila kondisi perdarahan banyak maka hendaknya segera untuk mengakhiri kehamilan seperti dengan seksio peradominal atau seksio sesar.

Komplikasi pada selusio plasenta biasanya yaitu akan berhubungan dengan banyaknya darah yang hilang, adanya infeksi, mengalami syok neurogenik oleh karena adanya kesakitan, akibat gangguan pembekuan darah serta gagal ginjal akut. Pada janin akan mengalami asfiksia, mengalami prematur, mengalami infeksi dan menyebabkan berat badan lahir rendah. Perlu diketahui bahwa sekitar 20% wanita hamil akan mengalami perdarahan pada awal kehamilan serta separuhnya akan mengalami abortion. Berikut merupakan pembagian abortus secara klinis yaitu sebagai berikut:

1. Jenis abortus iminen yaitu terjadi perdarahan yang minimal kadang nyeri atau tidak.

2. Jenis abortus Insipien yaitu terjadi perdarahan dengan gumpalan, dimana akan megalami nyeri yang lebih kuat.

3. Abortus Inkomplit yaitu perdarahan hebat yang sering menyebabkan syok.

4. Abortus komplit yaitu perdarahan serta nyeri minimal seluruh hasil konsepsi sudah dikeluarkan.

5. Missed Abortion yaitu Janin sudah mati di dalam kandungan selama enam sampai delapan minggu namun belum dikeluarkan.

6. Abortus infeksi atau septik yakni disertai tanda infeksi serta septik misalnya demam sampai syok.

Adapun sebagai penyebab dari abortus antara lain:
1. Kelainan mudigah, kelainan chromosom ataupun kelainan untuk fetus

2. Akibat Incompetentio orificium uteri internum

3. Akibat penyakit sistemik pada ibu misalnya diabetes melitus

4. Akibat Incompatibilitas faktor rhesus ataupun sistem ABO

5. Akibat kelainan uterus misalnya myoma uteri

6. Akibat trauma fisik ataupun mental

7. Akibat usaha untuk menggugurkan dari penderita dengan cara meminum jamu, minum alkohol, minum obat – obatan ataupun memasukkan benda asing ke dalam lobang kemaluan.8. Akibat abortus habitualis karena kekurangan produksi karbohidrat oleh endometrium.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates