Thursday , 29 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Dampak Kelebihan Air Ketuban

Seputar Dampak Kelebihan Air Ketuban

Seputar Dampak Kelebihan Air Ketuban

Seputar Dampak Kelebihan Air Ketuban

Seputar Dampak Kelebihan Air Ketuban

Seputar Dampak Kelebihan Air Ketuban – Cairan ketuban yang berlebih disebut dengan polihidramnion atau dapat disebut hidramnion. Cairan ketuban paling banyak dapat dihasilkan oleh proses urinasi ataupun produksi air seni janin. Janinakan minum air ketuban dalam jumlah yang seimbang dengan air seni yang akan dihasilkannya.Volume air ketuban harusnya tidak persis sama dari waktu ke waktu. Volume ini akan mengalami puncak di umur kehamilan sekitar 33 minggu, yaitu sekitar 1 sampai 1,5 liter yang berangsur berkurang jika mendekati kehamilan cukup bulan atau 40 minggu. Pada kasus hidramnion, volume dapat mencapai 3 sampai 5 liter yang pada umumnya terjadi setelah umur kehamilan mencapai 22 minggu ataupun sekitar 5 bulan.

1.    Hidramnion terjadi karena sebagai berikut:

a.    Produksi air seni janin yang berlebihan.

b.    Ada kelainan pada janin yang mengakibatkan cairan ketuban menumpuk, yakni hidrosefalus, atresia saluran cerna, mengalami kelainan ginjal serta saluran kencing kongenital.

c.    Sebagai akibat adanya hambatan pertumbuhan pada janin ataupun kecacatan pada janin yang menyangkut sistem saraf pusat atau SSP, dengan demikian fungsi gerakan dalam menelan akan mengalami kelumpuhan.

d.    Ada sumbatan atau penyempitan saluran cerna pada janin dengan demikiantidak bisa menelan air ketuban. Sehingga, volume air ketuban akan meningkat drastis.

e.    Karena kehamilan kembar, sebab terdapat dua janin yang bisa menghasilkan air seni.

f.    Karena adanya proses infeksi.

g.    Seorang Ibu hamil yang menderita diabetes yang tidak terkontrol.

h.    Karena Inkompatibilitas atau mengalami ketidakcocokan Rhesus.

2.    Dampak akibat Hidroamnion
Cairan ketuban yang volumenya berlebihan akan berdampak buruk pada ibu maupun janin. Biasanya ibu akan merasa kandungannya akan cepat sekali membesar. Pada kasus hidramnion yang ekstrem, pembesaran perut biasanya akan begitu berlebihan dengan demikian dinding perut akan menjadi sedemikian tipis. Bahkan pembuluh darah di bagian bawah kulit pun akan terlihat jelas. Lapisan kulit akan pecah, dengan demikian tampak guratan-guratan nyata di permukaan perut.

Cairan ketuban yang berlebih akan menyebabkan peregangan pada rahim, selain dapat menekan diafragma ibu, yang akan menimbulkan sesak napas atau mengalami gangguan pernapasan yang berat, pertambahan berat badan yang berlebihan dan bengkak pada sekujur tubuh. Keluhan tersebut pada akhirnya dapat memicu terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan kehamilan yang mungkin harus diakhiri dengan persalinan secara prematur.

Disamping itu, letak janin pada umumnya menjadi tidak normal. Dengan menggunakan alat pemeriksa, suara denyut jantung janin akan terdengar jauh sebab letaknya jadi cukup jauh dari permukaan. Adanya peregangan ataupun tekanan yang sangat kuat di dinding rahim bisa memicu untuk terjadinya kontraksi sebelum waktunya. Cairan ketuban yang berlebihan juga dapat meningkatkan resiko komplikasi pada saat persalinan, yakni perdarahan pasca persalinan. Hidramnion juga akan meningkatkan resiko untuk terjadinya komplikasi plasenta yang terlepas dari tempat perlekatannya. Selain itu meningkatkan risiko terjadinya kematian janin dalam kandungan.

3.    Cara Mengatasinya
Cara yang biasanya ditempuh yaitu dengan menyedot ataupun mengeluarkan sebagian cairan ketuban dengan melalui sebuah jarum khusus yang dimasukkan dari permukaan perut yang disebut dengan istilah amniosentesis. Cairan tersebut dapat diperiksa sel-sel kromosomnya untuk ditelusuri apakah terdapat kelainan atau tidak. Tindakan ini bisa dilakukan berulang kali hingga kehamilan cukup bulan. Tindakan ini juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa sesak pada ibu yang kadang tidak tertahankan.

4.    Upaya Pencegahan
a.    Makan – makanan yang sehat dan juga bergizi seimbang serta tingkatkan konsumsi cairan
b.    Istirahat yang cukup
c.    Stop merokok dan atau hindari perokok pasif
d.    Amati frekuensi gerakan ataupun aktivitas janin
e.    Laporkan segera ke dokter apabila terjadi tanda-tanda kelahiran prematur misalnya pendarahan ataupun keluar cairan dari vagina

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates