Thursday , 23 November 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » Berbisnis Bubur Ayam

Berbisnis Bubur Ayam

Berbisnis Bubur Ayam

Berbisnis Bubur Ayam

Berbisnis Bubur Ayam

Berbisnis Bubur Ayam – Bubur ayam merupakan jenis kuliner dari beras yang dimasak sampai lunak. Di Indonesia terdapat berbagai jenis bubur ayam, yang dikelompokkan sesuai asal daerahnya. Ada bubur Manado berasal dari Manado, bubur ayam Sukabumi berasal dari Sukabumi, bubur ayam Garut berasal dari Garut, bubur ayam Jakarta berasal dari Jakarta, bubur ayam Madura berasal dari madura, bubur mengguh berasal dari Bali, bubur ayam tinotuan berasal dari Sulawesi Utara, dan bubur lamak berasal dari Sumatra Barat.

Sebagai gambaran, untuk bisa membuat 6 sampai dengan 7 liter beras menjadi bubur akan membutuhkan waktu sekitar 7 jam. Selama proses masak, bubur harus benar – benar diaduk supaya tidak menempel dengan panci atau dandang. Pengadukan ini dilakukan setidaknya setengah jam satu kali setelah beras sudah mulai lunak. Sementara itu, daging ayam yang digunakan untuk taburannya perlu terlebih dulu untuk direbus lalu digoreng sebelum nantinya disuwir – suwir untuk bisa ditambahkan di atas bubur.

Bubur ayam biasanya juga disajikan di dalam mangkuk, lengkap dengan yang namanya kuah kaldu, suwiran dari daging ayam, cakwe potong, lalu emping atau kerupuk, kemudian bawang goring serta irisan daun seledri dan juga daun bawang tak lupa sambal.

Bahan Baku
Enak tidaknya sebuah bubur ayam sangat tergantung dari jenis beras yang digunakan untuk bahan bakunya. Oleh karena itu, gunakanlah beras yang benar – benar pulen, misalnya adalah beras cianjur. Daging ayam yang digunakan dalam membuat bubur juga harus benar – benar yang masih segar. Hasil rebusan dari daging ayam segar akan mampu menghasilkan kaldu gurih yang dapat dijadikan kuah bubur yang lezat. Adapun bahan tambahan untuk mampu membuat kuah bubur yaitu bawang putih, ketumbar, serai, jahe, kunyit, dan garam.
Beberapa jenis dari bubur ayam, seperti bubur ayam dari Sukabumi dan bubur ayam dari Garut juga selalu menambahkan sate ati untuk bisa dinikmati bersama bubur. Bahkan, ada juga yang mencoba untuk menambahkan telur yang direbus atau juga telur setengah matang ke dalam hidangan bubur ayam.

Tempat Usaha
Bubur ayam dapat dijual dengan cara berkeliling menggunakan sebuah gerobak atau dijual di tenda atau warung khusus. Bila belum memiliki modal yang terbilang cukup, Anda dapat memulai usaha dengan hanya menggunakan sebuah gerobak serta berjualan secara tetap di satu tempat yang terlihat strategis. Mempunyai sebuah tempat untuk mangkal tetap nantinya bisa menghemat tenaga Anda karena tidak perlu unutk berkeliling. Selain itu, pelanggan pun tidak usah bingung lagi ketika ingin mencoba untuk membeli bubur Anda.

Salah satu yang menjadi syarat utama ketika ingin mulai mendirikan usaha kuliner ini adalah memilih tempat usaha yang banyak sekali dikunjungi oleh orang. Salah satu alternative yang bisa ada coba ialah berjualan di depan sebuah minimarket yang kini banyak orang bermunculan, baik itu di perkotaan ataupun pedesaan. Dalam sehari sebuah minimarket dapat dikunjungi oleh puluhan sampai dengan ratusan orang. Dan, dari sekian banyak orang itu mungkin aka nada yang tertarik untuk membeli bubur Anda. Supaya bisa mangkal di depan sebuah minimarket yang bersangkutan untuk itu Anda bisa menawarkan kerja sama.

Perlengkapan usaha
Perlengkapan yang memang diperlukan untuk bisa berjualan bubur ayam adalah tenda, itupun Bila Anda ingin mencoba berjualan bubur ayam di kaki lima dengan menggunakan gerobak atau etalase, peralatan masak seperti kompor dan juga dandang besar lalu peralatan makan kemudian meja dan juga kursi untuk konsumen yang nantinya ingin makan di tempat Anda.

Analisa Bisnis bubur

1. Modal investasi awal
Modal untuk gerobak/ etalase = Rp 2.500.000,00
Modal untuk meja dan kursi = Rp 500.000,00
Modal untuk enda (terpal) = Rp 250.000,00
Modal untuk kompor dan tabung gas = Rp 200.000,00
Modal untuk panic besar = Rp 200.000,00
Modal untuk mangkuk, plastic kemudian tempat kerupuk lalu gelas dan sendok = Rp 100.000,00
Modal untuk serbet dan juga ember untuk air cuci piring Rp 50.000,00
Total = Rp 3.800.000,00

2. Biaya operasional bulanan
Biaya untuk beras 5kg = Rp 9.000,00 x 30 hari = Rp 1.350.000,00
Biaya untuk ayam = 1,3 kg x 60.000,00 x 30 hari = Rp 1.800.000,00
Biaya untuk bumbu serta bahan pelengkap = Rp 50.000,00 x 30 hari = Rp1.500.000,00
Biaya untuk gas = Rp 15.000,00/ 3 hari Rp 5000,00 x 30 hari = Rp 150.000,00
Biaya untuk kotak sterofom 20 buah Rp 500,00 = 20 buah x Rp 500,00 x 30 hari = Rp 300.000,00
Total biaya operasional = Rp 5.100.000,00

3. Asumsi pendapatan setiap bulan
Untuk penjualan bubur ayam = 40 porsi x Rp 6.000,00 x 30 hari = Rp 7.200.000,00
Untuk penjualan sate ati = 30 tusuk x Rp 1.500,00 x 30 hari = Rp 1.350.000,00
Untuk penjualan kerupuk = 50 biji x Rp 500,00 x 30 hari = Rp 750.000,00
Total pendaptan = Rp 9.300.000,00

4. Keuntungan
Keuntungan yang bisa Anda dapatkan adalah sebagai berikut :
= Rp 9.300.000,00 – Rp 5.100.000,00
= Rp 4.200.000,00

Demikian sedikit analisa bisnis bubur ayam ini semoga menjadi informasi yang bermanfaat untuk pembaca, sebagai gambaran awal sebelum merintis usaha ini. Simak juga informasi bermanfaat lainnya yaitu Peluang bisnis mie organik yang sedang banyak diminati.

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates