Monday , 11 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Seputar Air Ketuban dan Manfaatnya

Ketahui Seputar Air Ketuban dan Manfaatnya

Ketahui Seputar Air Ketuban dan Manfaatnya

Ketahui Seputar Air Ketuban dan Manfaatnya

Ketahui Seputar Air Ketuban dan Manfaatnya

Ketahui Seputar Air Ketuban dan Manfaatnya – Air ketuban atau amnion merupakan cairan yang dihasilkan janin serta selaput yang mengelilinginya. Volume air ketuban dapat terus bertambah dan akan mencapai puncaknya pada usia minggu ke 34 kehamilan. Jumlah akan relatif bertahan hingga usia kehamilan 37 sampai 40 minggu. Normalnya jumlah air ketuban adalah 1-1.5 liter. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan ibu, jumlah cairan ini akan terus meningkat. Normalnya, pada usia kehamilan 10 sampai 20 minggu, jumlah air ketuban sekitar 50 sampai 250 ml. Pada saat memasuki minggu 30 – 40, jumlahnya dapat mencapai 500 – 1500 ml.

Jika dalam keadaan normal, seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, maka aktivitas organ tubuh janin akan mempengaruhi komposisi dari cairan ketuban. Selama kehamilan jumlah air ketuban tidak akan terus sama dari minggu ke minggu selama masa kehamilan. Jumlah itu pun dapat bertambah ataupun berkurang sesuai perkembangan kehamilan. Pada saat usia kehamilan 25 sampai 26 minggu, jumlahnya rata – rata 239 ml. Kemudian akan meningkat jadi + 984 ml pada usia kehamilan 33 sampai 34 minggu dan turun menjadi 836 ml saat janin siap lahir.

Volume air ketuban pada masa kehamilan cukup bulan kira – kira 1000 sampai 1500 cc. Air ketuban yang berwarna putih keruh, berbau amis, serta berasa manis. Reaksinya agak alkalis ataupun netral, dengan berat jenis 1,008. Komposisi air ketuban yaitu terdiri atas 98% air, dimana sisanya yaitu mengandung albumin, mengandug urea, mengandug asam urik, mengandung kreatinin, mengandug sel – sel epitel, terdapat rambut lanugo, mengandug verniks kaseosa, dan juga mengandug garam serta organik. Adapun kadar protein yaitu kira-kira 2,6% gr per liter, terutama pada albumin.

Dijumpai kandungan lesitin serta kandungan sfingomielin di dalam air ketuban. Dimana kandungan tersbeut sangat berguna untuk mengetahui apakah paru – paru janin sudah matang, sebab adanya peningkatan kadar lesitin merupakan salah satu tanda bahwa permukaan paru – paru (alveolus) diliputi oleh suatu surfaktan. Hal tersebut merupakan suatu syarat untuk paru – paru agar tetap bernafas dan berkembang. Jika persalinan berjalan lama ataupun ada gawat janin atau janin dengan letak sungsang, dengan demikian akan di jumpai warna air ketuban yang keruh kehijauan, sebab telah bercampur dengan mekonium.

1. Cara mengenali air ketuban
a. Dengan menggunakan lakmus
b. Makroskopis: bau amis, terdapat lanugo, rambut, serta verniks kaseosa bercampur mekoneum
c. Mikroskopis: lanugo serta rambut
d. Laboratorium: kadar urea atau ureum rendah jika dibanding dengan air kemih.

2. Manfaat Air Ketuban
Air ketuban ini bukan sekadar air biasa. Fungsinya banyak dan juga penting, sebagai berikut:

a. Sebagai pelindung yang dapat menahan janin dari adanya trauma akibat benturan.

b. Melindungi serta dapat mencegah tali pusat dari adanya kekeringan, yang bisa menyebabkannya mengerutnya tali pusat dengan demikian akan menghambat penyaluran oksigen melalui darah ibu kepada janin.

c. Dapat berperan sebagai cadangan cairan serta sebagai sumber nutrien untuk janin secara sementara.

d. Memungkinkan janin akan bergerak lebih bebas, dapat membantu sistim pencernaan janin, sistim otot dan juga tulang rangka, dan sistim pernafasan janin supaya berkembang dengan baik.

e. Menjadi inkubator yang sangat istimewa untuk menjaga kehangatan di sekitar janin.

f. Selaput ketuban dengan cairan ketuban di dalamnya adalah sebagai penahan janin serta rahim terhadap kemungkinan infeksi.

g. Pada saat persalinan, air ketuban bisa meratakan tekanan ataupun kontraksi di dalam rahim, dengan demikian leher rahim membuka.

h. Pada saat kantung ketuban pecah, air ketuban yang keluar sekaligus dapat membersihkan jalan lahir.

i. Pada saat kehamilan, air ketuban juga dapat berfungsi dalam mendeteksi terjadinya kelainan yang dialami pada janin yang dikandung, khususnya jika terjadi kelainan yang berkaitan dengan kelainan kromosom.

j. Kandungan lemak di dalam air ketuban merupakan tanda bahwa janin sudah matang ataupun lewat waktu.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates