Thursday , 22 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Seputar Penyebab dan Pencegahan Hydrosefalus

Ketahui Seputar Penyebab dan Pencegahan Hydrosefalus

Ketahui Seputar Penyebab dan Pencegahan Hydrosefalus

Ketahui Seputar Penyebab dan Pencegahan Hydrosefalus

Ketahui Seputar Penyebab dan Pencegahan Hydrosefalus – Hidrosefalus atau hydrocephalus merupakan suatu keadaan dimana terdapat banyak cairan dalam otak, yakni pada ventrikel serebral, pada ruang subarachnoid, ataupun pada ruang subdural. Cairan ini disebut dengan cairan serebrospinal atau disebut cerebrospinal fluid (CSF). CSF merupakan cairan yang bening dengan mengelilingi otak serta sumsum tulang belakang. Hidrosefalus dapat terjadi pada saat seseorang dilahirkan atau akan muncul setelah terkena cedera ataupun sakit.1. Penyebab terjadinya Hidrosefalus
Hidrosefalus terjadi pada saat sebagai berikut:
a. Produksi CSF yang berlebihan atau jarang terjadi.
b. Terjadi penyumbatan yang akan membuat CSF tidak dapat mongering, dimana kondisi ini lebih umum terjadi.

2. Masalah – masalah terjadinya CSF dapat disebabkan karena sebagai berikut:
a. Akibat tumor otak

b. Akibat kanker pada CSF

c. Akibat pembengkakan pada CSF (misalnya sarkoidosis)

d. Akibat kista pada otak

e. Akibat kondisi malformasi otak

f. Akibat cedera otak

Infeksi otak atau disebut meninges kondisi ini dapat disebabkan akibat sejumlah agen, misalnya bakteri, mikrobakteri, akibat jamur, akibat virus, dan juga parasit misalnya:
a. Karena kondisi ensefalitis atau radang otak
b. Karena kondisi meningitis atau radang pada selaput yang melindungi bagian otak dan juga sum-sum tulang belakang

g. Masalah dalam pembuluh darah pada otak

h. Mengalami perdarahan ke dalam otak ataupun ruang CSF.

3. Faktor Risiko Hydrosepalus
Berikut merupakan faktor yang dapat meningkatkan resiko untuk terkena hidrosefalus, diantaranya:

a. Cacat pada tabung saraf atau masalah yang terjadi  pada perkembangan otak pada janin.

b. Mengalami infeksi selama kehamilan, misalnya:
1) Mengalami Cytomegalovirus
2) Mengalami Toxoplasmosis (toksoplasmosis)
3) Mengalami Lymphocytic choriomeningitis virus
4) Mengalami Chickenpox

c. Karena adanya Mumps (gondong).

d. Akibat Infeksi otak

e. Akibat malformasi otak

f. Akibat cedera pada otak

g. Akibat perdarahan pada otak.

4. Gejala Hidrosefalus
Untuk gejala yang dialami pada penderita hidrosefalus hal ini tergantung dari tingkat keparahannya. Dengan CSF yang berlebihan memberikan tekanan pada bagian otak. Gejala yang muncul dapat terjadi ringan hingga parah sebagai akibat meningkatnya tekanan akibat CSF. Gejala yang mungkin terjadi diantaranya:a. Mengalami Sakit kepala (sering bertambah buruk ketika berbaring atau saat bangun tidur)
b. Mengalami Mual/muntah
c. Mengalami Masalah dengan keseimbangan
d. Mengalami Sulit berjalan
e. Mengalami Koordinasi lemah
f. Mengalami Inkontinensia
g. Mengalami Perubahan kepribadian
h. Mengalami Linglung
i. Mengalami Masalah memori
j. Mengalami Dementia
k. Mengalami Koma hingga kematian.

5. Cara Pencegahan Hidrosefalus
Belum ditemukan cara yang tepat agar dapat mencegah penyakit hidrosefalus. Akan tetapi pencegahan yang secara umum dapat dilakukan diantaranya:
a. Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin
b. Lakukan vaksinasi pada anak
c. Lindungi diri serta lindungi anak dari cedera kepala.

Pada infeksi tertentu yang terjadi selama kehamilan bisa mengakibatkan hidrosefalus pada bayi. Berikut merupakan beberapa contoh infeksi yang bisa menyebabkan masalah yang terjadi selama kehamilan diantaranya:

a. Infeksi karena toxoplasmosis, yang bisa dicegah dengan melakukan kebiasaan sebagai berikut:

1) Memasak daging dan juga sayuran secara benar
2) Selalu menjaga kebersihan alat – alat makan, termasuk membersihkan pisau

b. Hindarilah kontak dengan kotoran dari kucing, gunakan selalu sarung tangan pada saat membersihkan sampah.

c. Karena Cytomegalovirus (CMV) dengan demikian harus konsultasi dengan dokter bagaimana cara untuk mengidentifikasi CMV pada masa kehamilan.

d. Akibat Lymphocytic choriomeningitis virus atau LCV yang berasal dari hewan pengerat misalnya tikus, hamster. Dengan demikian hindari kontak dengan hewan pengerat pada masa kehamilan.

e. Virus yang mengakibatkan cacar air ataupun gondong, yang dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates