Thursday , 29 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Asma Bronchial

Seputar Asma Bronchial

Seputar Asma Bronchial

Seputar Asma Bronchial

Seputar Asma Bronchial

Seputar Asma Bronchial – Asma bronchial merupakan gangguan fungsi aliran udara paru yang ditandai dengan kepekaan saluran nafas terhadap berbagai rangsangan dengan karakteristik bronkospasme, hiper sekresimukosa serta infeksi saluran pernafasan. Asma bronchial merupakan penyakit dengan karakteristik peningkatan hiperaktivitas bronkus terhadap adanya berbagai rangsangan. Etiologi pernyakit asma belum diketahui, dari hasil penelitian yang dilakukan menyimpulkan bahwa saluran nafas penderita asma memiliki sifat yang sangat khas, yakni sangat peka terhadap berbagai rangsangan.1. Berikut Faktor-faktor yang dapat menyebabkan asma diantaranya :
a. Faktor pencetus
1) Alergen (seperti dari makanan, bumbu masak, bulu binatang, debu,dll)
2) Akibat Asap rokok
3) Zat-zat di tempat kerja seperti woll, debu, tepung, serbuk kayu
4) Obat-obatan seperti Aspirin, penicilin
5) Infeksi terutama akibat virus
6) Emosi
7) Lingkungan serta cuaca, udara yang terlalu lembab, terlalu panas, ataupun dingin.
8) Aktivitas fisik yang berlebihan
9) Faktor yang sulit dihindarkan seperti bau tajam
10) Penyakit tertentu yang memperberat seperti infeksi hidung (sinusitis).

b. Faktor Keturunan

2. Terdapat dua komponen penyempitan saluran nafas pada asma sebagai berikut :
a. Komponen Bronkospasme
Yang diakibatkan karena kontraksi otot polos bronkus.

b. Komponen Inflamasi dinding mukosa saluran nafas
Yang mengakibatkan edema dan juga hiopersekresi mukosa. Hal tersebut dapat mengakibatkan obstruksi aliran udara.

3. Tanda dan gejala asma bronkial diantaranya:
a. Penderita Mengalami Sesak
b. Penderita Mengalami Batuk
c. Penderita Mengalami wheezing

4. Manifestasi Klinis Asma Bronkial, diataranya:
a. Batuk keras karena mengalami gatal pada tenggorokan.
b. Penderita mengalami Dipsnoe yang hebat.
c. Mengalami cianosis pada ekstrenitas atas dan juga bawah.
d. Nafas yang berbunyi atau mengi (wheezing).
e. Nadi yang cepat dan dangkal.
f. Mengalami keringat dingin serta takut pada waktu serangan yang akan kambuh biasanya pada malam hari.

5. Obat-obatan untuk pencegahan asma bronkial
a. Obat Korti kosteroid
Tipikal yang memiliki manfaat anti inflamasi yang kuat.

b. Obat Kromolin
Bekerja menstabilkan sel mast serta mengurangi pelepasan mediator penyebab bronkospasme.

c. Obat Cetotiven
Obat ini memiliki efek untuk menghambat pelepasan mediator dari sel mast dan juga memiliki efek profilaksis pada kondisi asma ekstrinsik terutama pada anak.

6. Pengobatan untuk serangan asma bronkial
a. Bronkodilator: merupakan obat pelega, dapat melebarkan jalan nafas penderita terutama dengan jalan merelaksasikan otot polos pada bronkus, misalnya antagonis beta dua, metilkantin, anti kolinergik.b. Menggunakan obat Kortikostroid

c. Mengkonsumsi Anti biotik : jika terdapat infeksi

d. Terapi menggunakan cairan yang melalui infus

e. Terapi dengan oksigen : 2 sampai 4 L per menit

f. Melakukan Fisioterapi dada serta terapi inhalasi

7. Diagnosa Keperawatan
a. Diagnosa: Bersihan jalan nafas menjadi tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi mukos

Tujuan: Jalan nafas klien efektif apabila setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 kali 24 jam

Intervensi:
1) Kaji fungsi pernafasan misalnya bunyi nafas, kecepatan, irama serta kedalaman juga penggunaan otot bantu nafas.
2) Berikanlah posisi senyaman mungkin (semi fowler)
3) Catatlah kemampuan untuk mengeluarkan sputum

Rasional:
1) penurunan bunyi nafas bisa menunjukkan atelektosis, dimana ronchi menunjukkan akumulasi sekrel ataupun ketidakmampuan untuk membersihkan jalan nafas yang bisa menimbulkan penggunaan otot bantu nafas serta peningkatan kerja pernafasan.

2) Posisi semi fowler bisa membantu meningkatkan ekspansi paru dengan demikian memfasilitasi ventilasi difusi perfusi

3) Pengeluaran sulit jika sekret sangat kental

b. Diagnosa: Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan kurangnya suplai oksigen pada tubuh
Tujuan: Adanya perbaikan dalam pertukaran gas jika setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 kali 24 jam

Intervensi:
1) Observasi  serta kaji tingkat fungsi pernafasan misalnya adanya wheezing atau ronchi serta penggunaan otot bantu nafas

2) Kaji kulit terhadap pucat atau cianosis

3) Observasi hasil gas darah arteri

Rasional: 
1. Adanya penurunan pada bunyi nafas bisa menunjukkan aklektasis, dimana ronchi menunjukkan akumulasi, sekret yang bisa menimbulkan penggunaan otot bantu pernafasan.

2. Untuk dapat mengetahui sirkulasi peredaran darah perifer, cianosis menunjukkan ketidakcukupan suplai oksigen dalam darah

3. Untuk mengidentifikasi kemajuan ataupun penyimpangan dari sasaran yang diharapkan

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates