Tuesday , 26 September 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Kondisi Masa Nifas

Seputar Kondisi Masa Nifas

Seputar Kondisi Masa Nifas

Seputar Kondisi Masa Nifas

Seputar Kondisi Masa Nifas

Seputar Kondisi Masa Nifas – Masa nifas merupakan kondisi pulih kembali, mulai dari pada saat partus selesai hingga bagian organ kandungan kembali seperti sebelum hamil, masa nifas lamanya 6 sampai 8 minggu. Sebagian besar kematian yang terjadi pada ibu yaitu selama masa post partum. Oleh sebab itu sangatlah penting pada masa ini untuk membimbing para ibu serta keluarganya mengenai tanda-tanda bahaya yang menunjukan bahwa serang ibu harus segera mencari bantuan medis, ibu juga harus mengetahui kemana dalam mencari bantuan dalam kondisi tersebut.

A. Berikut tanda masa nifas yang harus membutuhkan penanganan tenaga medis, diantaranya:
1. Perdarahan vagina yang luar biasa ataupun secara tiba-tiba bertambah banyak atau lebih dari perdarahan haid biasa atau jika memerlukan penggantian pembalut 2 kali dalam setengah jam.
2. Pengeluaran vagina yang menimbulkan bau menusuk.
3. Rasa sakit pada bagian bawah abdomen ataupun punggung.
4. Sakit kepala yang terus – menerus, nyeri ulu hati ataupun masalah penglihatan.
5. Pembengkakkan pada wajah atau di tangan.
6. Mengalami demam, muntah, rasa sakit pada saat buang air kecil atau apabila merasa tidak enak badan.
7. Payudara yang berubah warna menjadi merah, panas serta atau terasa sakit.
8. Nafsu makan menurun dalam waktu yang lama.
9. Rasa sakit, merah, lunak dan atau pembengkakkan pada kaki.
10. Seorang ibu akan merasa sangat sedih ataupun tidak mampu mengasuh bayinya dengan sendiri dan mengurus diri sendiri.

B. Infeksi Masa Nifas
Kondisi perlukaan sebagai akibat persalinan yang merupakan tempat masuknya kuman ke dalam tubuh, dengan demikian dapat menimbulkan suatu infeksi pada saat nifas. Infeksi pada saat nifas adalah infeksi peradangan pada semua alat genitalia di masa nifas. Gambaran klinis infeksi umum bisa dalam bentuk :

1. Infeksi Lokal
a. Mengalami Pembengkakan luka episiotomi.
b. Mengalami Perubahan warna lokal.
c. Mengalami Pengeluaran lochia bercampur nanah.
d. Mengalami Mobilisasi terbatas karena rasa nyeri.
e. Suhu badan dapat meningkat.

2. Infeksi General
a. Akan Tampak Sakit dan Lemah
b. Suhu badan meningkat diatas 39 oC.
c. Tekanan darah bisa menurun dan nadi meningkat.
d. Pernapasan bisa meningkat dan napas terasa sesak.
e. Kesadaran gelisah hingga menurun dan koma.
f. Akan terjadi gangguan involusi uterus.
g. Mengalami Lochia : berbau, bernanah dan kotor.

C. Faktor Predisposisi Infeksi Masa Nifas
1. Persalinan berlangsung lama hingga terjadi Persalinan Terlantar
2. Akibat Tindakan Operasi Persalinan
3. Akibat Tertinggalnya plasenta selaput ketuban serta bekuan darah.
4. Akibat Ketuban pecah dini atau pada pembukaan masih kecil melebihi 6 jam.
5. Mengalami perdarahan antepartum serta perdarahan post partum, akibat mengalami anemia pada saat kehamilan, akibat malnutrisi, karena kelelahan serta ibu hamil dengan adanya penyakit infeksi.

D. Terjadinya Infeksi Masa Nifas
a. Manipulasi penolong: akibat terlalu sering melakukan pemeriksaan dalam, alat yang digunakan kurang steril

b. Infeksi yang di dapat di rumah sakit atau akibat nosokomial.

c. Melakukan Hubungan seks menjelang persalinan.

d. Sudah terdapat infeksi intrapartum: akibat persalinan lama terlantar, ketuban pecah lebih dari 6 jam, terdapat pusat infeksi di dalam tubuh (lokal infeksi).

E. Keadaan abnormal pada rahim
Beberapa keadaan abnormal pada rahim yaitu :

1. Sub involusi uteri
Proses involusi rahim tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, dengan demikian proses pengecilan rahim terhambat.

2. Terjadi pendarahan masa nifas sekunder
Perdarahan masa nifas sekunder merupakan kondisi pendarahan yang terjadi dengan waktu dua puluh empat jam pertama. Adapun penyebabnya yaitu akibat terjadinya infeksi pada endometrium serta terdapat sisa plasenta dan juga selaputnya.

3. Terjadi Flegmansia alba dolens
Flegmansia alba dolens adalah salah satu bentuk infeksi puerpuralis yang terjadi pada pembuluh darah vena femoralis. Adapun gejala kliniknya yaitu :
a. Mengalami pembengkakan pada tungkai.
b. Berwarna putih.
c. Ibu akan merasa sangat nyeri.
d. Akan Tampak bendungan pada pembuluh darah.
e. Suhu badan dapat meningkat (demam)

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates