Thursday , 22 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » 9 Manfaat Cabai Bagi Kesehatan serta Bahayanya

9 Manfaat Cabai Bagi Kesehatan serta Bahayanya

9 Manfaat Cabai Bagi Kesehatan serta Bahayanya

9 Manfaat Cabai Bagi Kesehatan serta Bahayanya

9 Manfaat Cabai Bagi Kesehatan serta Bahayanya

9 Manfaat Cabai Bagi Kesehatan serta Bahayanya – Cabai biasa dikenal untuk bumbu masakan pada orang yang menyukai cita rasa pedas. Tanaman cabai sering dijumpai disetiap rumah. Karena tanaman cabai sangat mudah untuk ditanam dan tidak menggunakan banyak tempat. Cabai tentu saja merupakan salah satu bahan alami yang menghasilkan rasa pedas dan warna merah pada masakan. Meskipun cabai sering dikaitkan dengan gangguan pada perut, tapi sebenarnya cabai memiliki manfaat yang sangat berguna untuk tubuh.

Cabai mempunyai kandungan yang dapat menunjang kesehatan bagi yang mengkonsumsinya. Salah satu zat yang dimiliki cabai yaitu vitamin A, vitamin C, zat kapsaikin, kapsisidin. Sama seperti manfaat jeruk, lemon, anggur yang dikenal sebagai sumber vitamin C, cabai juga kaya akan vitamin C.

Berikut ini dijabarkan beberapa manfaat cabai yang baik dikonsumsi oleh kita :

1. Meningkatkan imunitas
Warna merah cerah pada cabai adalah sinyal kandungan tinggi pro vitamin A atau beta karoten. Hanya dua sendok teh cabai merah, mengandung sekitar 6% nilai harian untuk vitamin C. Selain daripada itu, ditambah dengan 10% nilai harian vitamin A. Vitamin A Sering memiliki fungsi sebagai anti infeksi dan berguna untuk membran mukosa sehat yang melapisi saluran pencernaan, hidung, paru-paru dan saluran kemih yang memiliki fungsi sebagai pertahanan tubuh dari patogen.

2. Menurunkan berat badan
Belum lama ini penelitian medis menyatakan bahwa kandungan capsaicin, dihydrocapsiate, dapat membantu meningkatkan pengeluaran energi selama beberapa jam sehabis mengkonsumsi cabai. Selain daripada itu, rasa yang kenyang yang didapat, secara teknis membantu tubuh dalam rencana penurunan berat badan dengan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.

3. Mengatasi diabetes
Tingkat insulin yang cukup tinggi berhubungan langsung dengan diabetes tipe 2. Hal ini dapat diatasi dengan memasukkan 24% cabai ke dalam makanan secara teratur. Peptida juga dapat mendorong hati supaya lebih mampu mengatasi terhadap kelebihan insulin dengan cabai.

4. Menyehatkan pencernaan
Kita semua tahu bahwa makanan pedas akan biasanya akan mengganggu perut atau membuat mulas. Namun pada kenyataannya, banyak penelitian membuktikan bahwa cabai pedas
sebenarnya bisa mencegah gangguan pencernaan kronis, memicu fungsi peristaltik usus, membunuh bakteri penyebab tukak lambung dan bahkan tidak menyebabkan penyakit refluks asam. Cabai mengandung kapsikin yang dapat merangsang mikroorganisme baik pada pencernaan yang dapat meningkatan penyerapan nutrisi sebagai sumber metabolisme.

5. Meredakan rasa sakit
Capsaicin topikal saat ini menjadi pilihan pengobatan untuk penyakit osteoarthritis. Beberapa studi evaluasi memperlihatkan capsaicin topikal bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit yang terkait dengan kondisi ini.

6. Menghentikan penyebaran kanker prostat
Capsaicin cabai juga bermanfaat dalam menghentikan penyebaran sel-sel kanker prostat melalui berbagai macam mekanisme. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tanggal 15 Maret 2006, mengemukakan bahwa capsaicin membunuh kedua jenis dari sel kanker prostat dan juga merangsang pertumbuhan hormon laki-laki supaya tidak terpengaruh.

7. Meredakan sakit kepala
Di antara sekian banyak uji klinis yang telah dilakukan, capsaicin yang sudah dikemas dalam cream zostrix telah terbukti mengurangi rasa nyeri yang dipicu oleh sakit kepala dengan memblokir P neuropeptida, terutama bila diterapkan ke lubang hidung dua kali dalam sehari.

8. Mengurangi pegal-pegal badan
Pada cabai terdapat senyawa kapsisikol yang dapat memberikan rasa hangat alami cabai. Keistimewaan ini yang dapat membantu penderita pegal-pegal karena pekerjaan berat. Hal seperti ini membuat cabai sering dibuat menjadi obat dalam bentuk koyo yang dimana memudahkan kita untuk mendapat manfaat dari cabai.

9. Melancarkan pernafasan
Capsaicin tidak hanya dapat mengurangi rasa sakit, namun selain daripada itu rasa panas dan pedas juga dapat merangsang sekresi yang membantu membersihkan lendir di hidung dan mengatasi paru-paru sesak.

Resiko kesehatan mengkonsumsi cabai

Cabai mengandung capsaicin, yang dapat memberikan karakter pedas yang kuat. Capsaicin bila dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan iritasi dan sensasi panas ke lidah, mulut dan tenggorokan.

Capsaicin yang terkandung dalam cabai awalnya memberikan peradangan lokal setelah kontak dengan selaput lendir halus di dalam rongga mulut, tenggorokan dan juga perut. Kemudian menghasilkan sensasi rasa terbakar parah yang sering dianggap sebagai ‘panas’ melalui ujung saraf bebas mukosa. Disini yoghurt dapat membantu dalam mengurangi rasa terbakar dengan cara pengenceran konsentrasi dari capsaicin dan juga mencegah kontak dengan dinding mukosa.
Hindari menyentuh mata menggunakan jari yang telah terkontaminasi cabai. Bilas mata dengan air dingin untuk mengurangi iritasi.
Senyawa kimia seperti aflatoksin, ditemukan dalam cabai yang diketahui dapat menyebabkan gangguan perut, usus besar dan hati.

Pengkonsumsian Cabai

Cabe merupakan makanan herbal yang sangat menyehatkan. Tapi pada perkembangannya sering dilakukan pengawetan pada cabai. Hal ini justru merusak kandungan alami yang terkandung dalam cabai tersebut dan juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang lain.

Maka daripada itu, kita juga harus pintar dalam memilih bahan makanan yang alami dan masih segar. Cabai itu sendiri, jika dikonsumsi pada orang yang memiliki sensitifitas ke makanan yang pedas, maka harus mengkonsumsi dalam batasan yang wajar dan juga tidak berlebihan. Karena kita selayaknya menginginkan manfaat cabai yang baik, bukan efek sampingnya jika mengkonsumsinya terlalu banyak.

About puji astuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates