Thursday , 14 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Bahaya Mengempeng pada Bayi

Ketahui Bahaya Mengempeng pada Bayi

Ketahui Bahaya Mengempeng pada Bayi

Ketahui Bahaya Mengempeng pada Bayi

Ketahui Bahaya Mengempeng pada Bayi – Empeng atau biasa disebut dot bayi memang merupakan salah satu pilihan yang tepat dan juga cermat untuk menggantikan puting air susu ibu. Biasanya empeng diberikan pada saat ibu sedang tidak bisa menemani bayi. Dalam memanipulasinya maka digunakan empeng ataupun dot bayi yang bentuknya sama dengan puting susu.Menurut hasil penelitian menunjukan, dimana tahap psikoseksual pada anak dengan usia 0 hingga 2 tahun akan memasuki tahap oral. Tahap tersebut dapat di tandai dengan adanya kebiasaan serta kecenderungan pada anak dimana akan memasukkan semua benda ke dalam mulutnya. Tumbuh gigi pada gusi anak bisa mengakibatkan bayi akan merasa gatal. Salah satu solusinya yakni dengan menggigit barang yang ada disekitarnya. Kebanyakan anak dapat menjadi rewel pada saat tidak menemukan suatu obyek atau bahan yang dapat di gigit. Oleh karena itu, ibu biasa memberikanya empeng agar dapat memberikan kepuasan terhadap bayi.

Namun apabila empeng ini sering diberikan akan mengganggu bagi dirinya sendiri, berikut uraiannya:
1. Dapat meningkatkan resiko gangguan pertumbuhan pada gigi
Anak yang menggigit empeng ternyata akan berdampak kurang baik. Apalagi jika anak sedang memasuki tahap pertumbuhan gigi. Pada saat gigi yang akan tumbuh kemudian di tahan karena adanya suatu benda sehingga bisa menghambat pertumbuhan gigi untuk keluar.

2. Resiko gangguan rahang
Hal tersebut sangat berkaitan dengan adanya gangguan pada pertumbuhan gigi. Pada saat anak pertumbuhan giginya yang tertahan, dengan demikian pada bagian rahang dapat mengalami gangguan untuk tumbuh gigi. Oleh karena itu, dianjurkan agar tidak memberikan empeng pada saat memasuki tahap ini.

3. Menimbulkan efek kecanduan
Untuk anak empeng dapat memberikan dampak kecanduan dan dapat memberikan kenikmatan untuk anak. Bahayanya jika bayi terus menggunakan empeng mulai dari kecil, maka pada saat tumbuh besar empeng akan susah lepas.

4. Efek ‘bingung putting’
Anak akan mengalami bingung puting yang dapat terjadi pada saat anak terbiasa di berikan puting ataupun dot (empeng). Pada saat menyusui anak akan bingung untuk membedakan mana puting (yang dapat mengeluarkan asi) serta mana empeng (asi perah ataupun hanya empeng biasa). Dampaknya anak tidak akan menyukai puting ibu lagi. Hal tersebut bisa sangat membahayakan pada tahap perkembangan bayi.

5. Mempunyai Resiko infeksi pada telinga
Dengan memberikan empeng pada saat anak berusia di atas ataupun di antara umur 1 tahun maka dapat meningkatkan untuk mengalami resiko terjadinya infeksi di bagian telinga. Hal tersebut dapat terjadi adanya tekanan yang suaranya dengan volume keras dengan terus – menerus pada saat mulut menyedot susu dengan empeng.

6. Terlambat bicara
Anak dengan menggunakan empeng sangat tidak baik, salah satunya mempunyai resiko dalam mengalami keterlambatan untuk berbicara. Hal tersebut dapat terjadi sebab otot mulut pada bayi menjad kurang terlatih pada saat menggunakan empeng.

7. Kebersihan empeng kurang diperhatikan
Kondisi sistem motorik halus pada anak akan masih kaku serta belum terlatih. Anak kerap sekali akan menjatuhkan barang – barang yang sudah dipegangnya. Oleh karena itu, empeng yang di gigit serta di emut oleh anak tidak terjamin kebersihannya. Bahkan dapat menjadi kontak penularan penyakit.8. Tidak meningkatkan rasa percaya diri
Meskipun Anak akan tenang sebab diberi empeng, namun bukan suatu cara untuk mendidik anak yang baik. Anak akan terbiasa untuk di kendalikan oleh orang lain, dengan demikian akan  terbiasa dalam mencari kepercayaan diri anak untuk menenangkan diri dengan bantuan obyek lain yakni empeng.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates