Friday , 28 April 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Resiko dan Gejala Kehamilan dengan IUD

Ketahui Resiko dan Gejala Kehamilan dengan IUD

Ketahui Resiko dan Gejala Kehamilan dengan IUD

Ketahui Resiko dan Gejala Kehamilan dengan IUD

Ketahui Resiko dan Gejala Kehamilan dengan IUD

Ketahui Resiko dan Gejala Kehamilan dengan IUD – Alat Kontrasepsi memang digunakan bertujuan untuk mengendalikan kehamilan. Alat kontrasepsi ini seringkali digunakan ibu dalam mengatur jarak kelahiran antara anak. IUD merupakan Salah satu jenis alat kontrasepsi yang banyak digunakan oleh wanita yang sudah menikah. IUD dapat menjamin bisa mencegah suatu kehamilan tanpa adanya resiko atau adanya efek samping yang akan terjadi pada ibu. Alat kontrasepsi IUD ini berbentuk seperti huruf T yang akan dimasukkan ke bagian rahim dengan melalui celah Rahim wanita. Tenaga medis menunjukkan apabila penggunaan IUD 100% dapat mencegah kehamilan pada wanita. Akan tetapi terdapat beberapa ibu dimana menggunakan alat kontrasepsi IUD ini ternyata masih gagal dalam mencegah kehamilan. Berikut ini merupakan resiko kehamilan yang akan terjadi saat seorang wanita masih menggunakan IUD, dintaranya:

1. Resiko keguguran
Kehamilan yang masih menggunakan IUD mempunyai dampak yang sangat serius serta mempunyai resiko terjadinya keguguran. Keadaan ini akan sangat sulit untuk diketahui sebab terdapat IUD serta calon janin di dalam rahim. Ahli medis menjelaskan bahwa apabila IUD diambil sehingga akan tetap dapat menyebabkan keguguran. Dengan demikian pertimbangan hamil yang masih terdapat IUD memang mempunyai resiko yang sangat besar termasuk resiko terhadap janis dan juga ibu.

2. Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik akan terjadi pada saat sel telur dan juga sel sperma yang sudah membentuk embrio akan berkembang pada saluran tuba falopi. Embrio ini sama sekali tidak bisa menuju rahim dengan demikian akan sangat berbahaya terhadap kesehatan ibu. Kehamilan ektopik dapat mengakibatkan dampak yang sangat serius bagi ibu yakni terjadi kerusakan pada sistem reproduksi. Bahkan pada beberapa ibu akan menjalani operasi yakni pemutusan pada saluran tuba falopi agar dapat mencegah terjadinya peradangan ataupun dampak sebagai akibat terjadinya kerusakan tuba falopi.

3. Resiko kelahiran premature
Apabila wanita hamil dengan IUD memutuskan terus untuk mempertahankan suatu kehamilan serta IUD tidak akan diambil selama masa kehamilan, yang akan terjadi kemungkinan janin dapat berkembang secara baik. Kan tetapi biasanya pada kondisi kehamilan dengan menggunakanIUD mempunyai resiko untuk terjadinya kelahiran secara prematur. Dimana resiko prematur akan meningkat 4x jika dibandingkan pada wanita yang hamil secara normal. Sebab IUD yang akan mengendalikan hormon dengan demikian akan mengakibatkan IUD melepaskan suatu hormon progestin ke bagian dalam rahim. Kemudian hormon tersebut bisa membuat efek terhadap bayi dan juga ibu. Hormon tersebut juga akan mendorong ibu untuk mengalami kontraksi dengan demikian akan memicu kelahiran secara prematur.

4. Kehamilan dengan infeksi
Kehamilan yang masih terdapat IUD dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Beberapa jenis infeksi yang akan terjadi termasuk terjadi infeksi intrauterine, infeksi sepsis serta infeksi pada janin. Sepsis dapat mengakibatkan bahaya terhadap ibu dan juga janin. Infeksi ini diakibatkan oleh adanya bakteri yang berhasil masuk yang mencapai rahim serta janin. Dengan demikian kehamilan dengan kondisi infeksi akan sulit untuk dapat dipertahankan maka akan sering mengakibatkan keguguran. Terkadang kondisi adanya infeksi akan menjadi berat pada saat sudah menyebar ke bagian organ tubuh pada janin.

Adapun gejala yang akan dialami pada kehamilan dengan menggunakan IUD, diantaranya:
1. Wanita hamil akan merasa sangat sakit pada saat buang air kecil.
2. Wanita hamil akan mengalami pendarahan dengan volume yang kecil sampai perdarahan lebih banyak.
3. Wanita hamil akan merasakan sakit perut yang sering datang tingkatan tertentu sebagai tanda terjadinya radang pada perut atau terjadinya peradangan pada rahim.
4. Wanita hamil akan mengalami tekanan dengan tekanan yang lebih besar di bagian rektum.
5. Wanita hamil mengalami demam dan juga sakit kepala yang berat.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates