Thursday , 27 April 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Gejala Toxoplasma pada Ibu Hamil

Seputar Gejala Toxoplasma pada Ibu Hamil

Seputar Gejala Toxoplasma pada Ibu Hamil

Seputar Gejala Toxoplasma pada Ibu Hamil

Seputar Gejala Toxoplasma pada Ibu Hamil

Seputar Gejala Toxoplasma pada Ibu Hamil – Infeksi toksoplasma dapat dikatakan berbahaya untuk Ibu hamil. Toksoplasmosis diakibatkan oleh adanya infeksi parasit yang disebut dengan parasit Toxoplasma Gondii. Dimana perkembangan parasit ini akan terjadi di bagian saluran cerna pada hewan misalnya terjadi pada hewan kucing yang tidak terawat. Parasit Toxoplasma Gondii ini akan masuk melalui makanan pada saat dikonsumsi oleh hewan, lalu akan berkembang di bagian saluran cerna kemudian dapat dikeluarkan yang bersamaan dengan kotorannya.Oleh sebab itu jika menyentuh hewan ataupun lainnya, sesudahnya harus mencuci tangan, supaya tidak terinfeksi. Perlu diketahui bahwa jika usia kehamilan semakin tua, maka semakin tinggi untuk terinfeksi parasit Toxoplasma Gondii dan bahkan jika terinfeksi tidak akan memberikan gejala. Akan tetapi juga infeksi toksoplasma dapat mengenai janin hingga 40%.

Berikut merupakan gejala yang terjadi apabila ibu hamil terinfeksi Toxoplasma Gondii, diantaranya:
1. Demam
Demam adalah salah satu reaksi yang terjadi pada tubuh sebagai akibat adanya infeksi dalam tubuh. Akibat terjadi infeksi, dengan demikian sel yang terinfeksi akan mengalami radang. Pada infeksi toksoplasmosis ataupun penyakit toksoplasma terjadi sebagai akibat infeksi dari suatu parasit yang disebut Toxoplasma Gondii.

2. Nyeri otot atau pegal – pegal
Nyeri otot ataupun pegal – pegal bisa terjadi karena akibat infeksi dari toksoplasma. Gejala ini bisa terjadi dan dapat dialami pada Ibu hamil. Gejala tersebut akan terjadi karena adanya infeksi yang sudah masuk ke dalam tubuh.

3. Kelelahan
Pada umumnya orang yang mengalami infeksi, dimana metabolisme selnya dapat meningkat. Adanya peningkatan metabolisme sel tentu dapat meningkatkan kerja pada bagian jaringan. Hal tersebut bertujuan supaya sel-sel yang sehat bisa bertahan serta tidak mengalami sakit seperti sel yang telah terinfeksi. Selama mengalami infeksi, Ibu hamil akan cenderung mengalami kurang makan. Dengan demikian asupan energi tubuh tidak akan mencukupi.

4. Radang tenggorokan dan flu
Akibat mengalami infeksi toksoplasma ternyata bisa mengakibatkan gangguan pada sistem pernafasan misalnya tenggorokan yang akan mengalami radang sampai dapat menyebabkan terjadinya nyeri.

5. Pembengkakan kelenjar getah bening
Adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening adalah suatu reaksi tubuh akibat adanya kondisi infeksi. Adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening biasanya terjadi di sekitar leher.

6. Abortus (Keguguran)
Keguguran disebut dengan abortus akan terjadi pada usai kehamilan pada trimester awal. Darah mengalami infeksi karena terdapat T. gondii, yang akan melalui aliran darah kemudian masuk menembus plasenta, yang akan terjadi Infeksi pada plasenta sehingga mengakibatkan plasentitis. Plasentitis akan mengakibatkan kondisi plasenta tidak sehat dan akan menjadi faktor resiko janin mengalami keguguran, selainitu mengakibatkan janin mengalami cacat bawaan.

7. Hidrosefalus pada janin
Hidrosefalus adalah kondisi dimana bayi akan mengalami peningkatan pada tekanan di dalam tengkorak serta akan menekan otak. Hal ini bisa diakibatkan karena adanya infeksi ketika masa kehamilan. Dengan demikian pada saat lahir bayi secara perlahan akan mengalami keluhan dimana kepala akan semakin membesar.8. Bayi lahir premature
Kondisi bayi lahir secara prematur pada umumnya terjadi pada usia kehamilan tua, akan tetapi pada usia janin belum mencukupi (pada umumnya belum mencapai 34 minggu). Akibat terjadi infeksi parasit pada tubuh Ibu hamil, lalu Ibu hamil akan menginfeksi dengan melalui pembuluh darah plasenta dengan demikian akan menyebabkan plasenta mengalami radang plasentitis sehingga akan mudah terjadinya partus atau dinamakan persalinan dini.9. Kamatian janin di dalam kandungan
Terjadi kematian janin di dalam kandungan dapat diakibatkan karena infeksi toksoplasma. Infeksi ini akan menyerang plasenta sehingga mengalami gangguan, dampaknya tidak lagi bisa menyalurkan nutrisi dan juga oksigen pada janin, sebab terganggunya aliran darah untuk membawa nutrisi dan juga oksigen menuju janin.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates