Saturday , 29 April 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Tips Penanganan Hipotermia pada Bayi Baru Lahir

Tips Penanganan Hipotermia pada Bayi Baru Lahir

Tips Penanganan Hipotermia pada Bayi Baru Lahir

Tips Penanganan Hipotermia pada Bayi Baru Lahir

Tips Penanganan Hipotermia pada Bayi Baru Lahir


Tips Penanganan Hipotermia pada Bayi Baru Lahir – Hipotermia dapat terjadi pada bayi yang baru lahir dimana tubuh bayi akan mengalami kehilangan suhu secara cepat dengan demikian bayi akan menggigil. Terdapat banyak faktor penyebab terjadinya hipotermia yang dialami pada bayi baru yang lahir misalnya proses persalinan yang mengalami kesulitan, terjadi bayi lahir dengan prematur, akibat asfiksia yang dialami pada bayi baru lahir, mengalami hipoglikemia serta akibat masalah kesehatan yang lainnya. Keadaan hipotermia yanag dialami bayi memerlukan perawatan secara tepat dan juga cepat. Apabila tidak sehingga bayi akan mengalami kekurangan oksigen serta mengalami gagal pada fungsi organ.
Berikut merupakan beberapa langkah penanganan kondisi hipotermia pada bayi baru lahir, diantaranya:1. Memberi pakaian yang hangat untuk bayi
Apabila setelah bayi lahir yang harus dilakukan pertama dengan memberi pakaian agar hangat. Yang biasa dilakukan apabila bayi lahir kemudian di bersihkan dan bayi dibungkus menggunakan selimut dengan steril. Lalu pada kepala bayi ditutup menggunakan penutup kepala bayi dengan demikian bayi tidak akan kedinginan.

2. Bayi dimasukkan dalam incubator
Pada Bayi yang mengalami kondisi hipotermia akan di masukan ke dalam inkubator. Inkubator ini dapat membantu bayi agar tidak terkena suhu dari luar dengan suhu yang lebih dingin sehingga dapat berpotensi untuk menurunkan suhu tubuh pada bayi.

3. Pemberian oksigen pada bayi
Pada Bayi yang mengalami kodisi hipotermia akan kekurangan oksigen yang dapat mengakibatkan fungsi otak menjadi menurun serta akan mengakibatkan gagal fungsi pada organ tubuh. Dengan demikian bayi dengan kondisi hipotermia harus segera mendapatkan asupan oksigen dengan dmeikian aliran oksigen akan mencapai ke paru-paru serta ke seluruh bagian organ pada bayi.

4. Suhu thermal dalam ruangan
Pada Bayi yang mengalami kondisi hipotermia dapat diakibatkan karena keadaan suhu ruangan pada persalinan dalam kondisi sangat dingin bertujuan untuk menjaga supaya tetap steril. Akan tetapi keadaan tersebut akan menyebabkan bayi mengalami hipotermia setelah bayi dilahirkan.

5. Memberikan bedong bayi
Pada bayi dengan kondisi hipotermia dapat dilakukan dengan membedong. Bedong bayi dapat membuat bayi mempunyai suhu serta keadaan yang sama seperti pada saat di dalam rahim. Pada Bayi yang baru saja lahir akan kekurangan oksigen secara cepat dengan demikian suhu tubuhnya akan menurun secara cepat. Dengan membedong dapat membuat suhu tubuh bayi naik serta dapat menyesuaikan dengan keadaan suhu di ruangan secara cepat.

6. Memberikan kolostrum dan ASI untuk bayi
Untuk Inisiasi dalam menyusui dini jika setelah melahirkan secara normal ataupun dengan caesar bayi baru lahir akan mendapatkan kolostrum. Adapun manfaat dari kolostrum untuk bayi baru lahir yakni dapat membantu bayi untuk mengendalikan proses di dalam tubuh termasuk supaya tidak terdapat sel darah merah yang mengalami pecah. Adanya  naluri yang kuat antara seorang ibu serta bayi dapat membantu untuk produksi ASI yang lebih banyak. Kandungan ASI yakni sebagai antibodi khusus yang dapat membantu tubuh bayi supaya memperoleh suhu secara normal.

7. Perawatan khusus di ruangan khusus
Pada Bayi yang mengalami kondisi hipotermia akan sering mendapatkan perawatan secara khusus. Perawatan secara khusus dilakukan bertujuan untuk mencegah supaya suhu tubuh pada bayi akan kembali normal. Beberapa alat akan dipasang pada bayi untuk mengetahui keadaan fisik bayi misalnya alat deteksi untuk detak jantung, alat tekanan darah, oksigen dan juga alat pacu apabila diperlukan.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates