Thursday , 23 November 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » 18 Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

18 Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

18 Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

18 Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

18 Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

18 Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya – Ada peribahasa “dunia tak selebar daun kelor”, hal tersebut karena daun kelor memiliki ukuran yang kecil. Namun walau ukurannya kecil, daun kelor mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Bahkan, ilmuan sering menyebutnya pohon ajaib. Daun kelor memiliki bentuk bulat lonjong, dan ukuran yang kecil tersusun rapi di sebuah tangkai, sering dimasak sebagai sayur untuk bahan pengobatan. Penelitian tentang khasiat daun kelor sudah ada sejak 1980, pada daunnya,kulit batang, buah dan juga bijinya.

WHO menganjurkan anak-anak dan bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan untuk mengkonsumsi daun kelor, karena manfaatnya yang besar, yaitu diantaranya mengandung:
Kalsium empat kali lipat daripada susu.
Potasium tiga kali lipat dari pada pisang.
Vitamin C tujuh kali lipat daripada jeruk.
Dua kali lipat protein dari pada susu.
Vitamin A empat kali lipat lebih banyak dari pada wortel.

Lebih dari 1.300 studi, laporan dan artikel telah menjelaskan manfaat dari kelor dan kemampuannya dalam proses penyembuhan penyakit. Penelitian menunjukkan hampir seluruh bagian dari tanaman kelor mempunyai khasiat yang penting.

Manfaat tersebut diantaranya:

1. Menjaga berat badan
Studi para ahli mengemukakan bahwa teh daun kelor membantu dalam menangani masalah pencernaan dimana dapat merangsang metabolisme tubuh yang optimal dalam membakar kalori. Teh dari daun kelor mengandung polyphenol tinggi, yang memiliki fungsi sebagai antioksidan. Antioksidan sendiri memiliki fungsi untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh, dan juga memperkuat sistem kekebalan tubuh.

2. Menghilangkan flek wajah
Ambil beberapa daun kelor muda, tumbuk sampai sangat halus, kemudian gunakan untuk bedak (atau juga dapat dicampur dengan bedak). Di beberapa negara ekstrak kelor telah digunakan untuk bahan baku pembuatan kosmetik kulit. Bagian tanaman kelor yang sering digunakan untuk kulit yaitu di bagian kulit batang, bunga, daun dan biji. Daun kelor juga dapat menjadi pelembab alami, mengangkat sel kulit yang mati dan dapat membersihkan kulit. Daun kelor memiliki lebih dari 30 zat antioksidan yang berfungsi untuk kesehatan kulit. Daun kelor juga kaya akan mineral dan asam amino yang dapat memproduksi kolagen dan protein keratin yang sangat penting untuk kesehatan seluruh jaringan kulit pada tubuh. Bunga kelor sering dipakai untuk bahan baku kosmetik dan parfum, minyak rambut, cologne, serta minyak aromaterapi. Minyak bunga kelor sangat bisa diandalkan dalam menyerap dan mempertahankan aroma.

3. Memanfaatkan daun kelor untuk kecantikan
Hal ini dapat menjadi alternatif dalam perawatan kecantikan alami. Selain minyak atsiri dan bubuk kelor, bisa juga menggunakan daunnya secara langsung.
Caranya yaitu, pertama-tama buat pasta daun kelor. Pilih daun kelor yang hijau dan segar, pisahkan dengan rantingnya. Kemudian haluskan daun kelor dengan menambahkan sedikit air (agar daun kelor menjadi bentuk pasta). Kemudian gunakan sebagai masker yang dapat disimpan selama 3 hari dalam lemari pendingin.

4. Daun kelor mencukupi gizi ibu menyusui dan anak
Kandungan zat besi pada daun kelor 25 kali lebih tinggi dibandingkan bayam, maka daripada itu disarankan dikonsumsi ibu setelah melahirkan, dimana wanita setelah persalinan umumnya kehilangan banyak darah dan zat besi. Untuk anak, dapat dikonsumsi sejak bayi, yaitu di atas umur enam bulan. Namun, disarankan menghindari mengkonsumsi daun kelor ketika hamil, terutama pada trisemester pertama.

5. Menyehatkan mata
Daun kelor mengandung vitamin A yang sangat tinggi, dimana vitamin A sangat baik untuk kesehatan mata. Konsumsi daun kelor dapat membuat organ mata selalu dalam keadaan jernih dan sehat. Daun kelor dapat dimanfaatkan dalam penyembuhan penyakit mata yaitu dapat dimakan langsung (setelah daun dibersihkan).

6. Antioksidan dan senyawa anti-inflamasi
Daun kelor mengandung asam amino esensial, antioksidan seperti quercetin, fitonutrien karotenoid, dan senyawa antibakteri alami yang memiliki fungsi sebagai obat anti-inflamasi. Daun kelor juag mempunyai beberapa senyawa anti-penuaan yang dapat menurunkan efek stres oksidatif dan peradangan. Manfaat dari daun kelor semakin optimal dengan terdapat senyawa polifenol, beta-karoten, vitamin C, quercetin, dan asam klorogenat. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi dalam menurunkan risiko penyakit-penyakit kronis, seperti kanker usus besar,hipertensi, diabetes dan penyakit mata akibat faktor usia.

7. Menjaga kesehatan ginjal
Mengkonsumsi makanan sehat otomatis dapat membantu ginjal bekerja optimal , sebaliknya jika makanan tak sehat (salah satunya makanan yang tinggi lemak) pasti akan menumpuk di ginjal, dan al itu dapat mengakibatkan timbulnya masalah kesehatan. Dengan mengkonsumsi daun kelor, otomatis membantu menyembuhkan ginjal yang telah terserang penyakit.

8. Memperlambat efek penuaan
Sebuah studi yang diterbitkan Journal of Ilmu dan Teknologi Pangan dalam melihat kadar enzim antioksidan, dan juga menyelidiki apakah daun kelor dapat membantu memperlambat efek penuaan, dengan memanfaatkan antioksidan herbal alami.
Studi yang melibatkan sembilan puluh wanita menopause dengan usia antara 45-60 tahun dibagi dalam tiga kelompok, yang diberikan berbagai suplemen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa suplementasi dengan kelor dan juga bayam dapat menyebabkan peningkatan senyawa antioksidan yang sangat signifikan, yang berperan penting memperlambat efek penuaan.

9. Mengobati rematik
Daun kelor bisa dimanfaatkan mengobati rematik. Penggunaan daun kelor dalam pengobatan rematik dapat mengurangi sakit yang dirasa pada sendi dan juga mengurangi penumpukan asam urat sendi, yang penting dalam mengatasi rematik atau asam urat. Manfaat daun kelor ini dapat dimanfaatkan untuk pegal linu, rematik, asam urat, nyeri, dsb.

10. Mencegah penyakit jantung
Sebuah studi pada hewan yang diterbitkan dalam “Journal of Medicinal Food” mengemukakan bahwa daun kelor dapat mencegah kerusakan jantung. Dalam studi itu, pemberian 200 miligram per kilogram berat badan yang diberikan setiap hari selama 30 hari, dapat menghasilkan lipid teroksidasi lebih rendah, dan jaringan jantung dapat dilindungi dari kerusakan yang struktural. Penelitipun menyimpulkan daun kelor dapat memberi manfaat yang signifikan bagi kesehatan jantung. Namun, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan, untuk memperkuat hasil penemuan tersebut.

11. Anti Kanker
Ekstrak kelor dapat mencegah reproduksi dan pertumbuhan sel kanker. Antioksidan yang terdapat dalam daun kelor sangat tinggi, selain itu kandungan potasiumnya juga tinggi. Hal tersebut membuat daun kelor mempunyai khasiat dalam memperlambat bahkan bisa juga menghilangkan kanker yang bersarang di dalam tubuh.

12. Mengatasi diabetes
Tingginya kandungan seng yang terdapat dalam daun kelor, membuat daun kelor ini memiliki sifat anti diabetes. Kandungan tersebut sangat diperlukan saat memproduksi insulin. Daun kelor juga dapat mengurangi kadar gula di dalam darah sehingga kadar gula menjadi normal. Daun kelor dapat dijadikan sebagai insulin alami dalam mengatasi diabetes. Asam chlorogenic pada daun kelor dapat mengontrol kadar gula dalam darah dan memungkinkan sel dalam mengambil ataupun melepaskan glukosa yang diperlukan. Senyawa isothiocyanate juga dikaitkan dalam perlindungan alami penyakit diabetes.

13. Meningkatkan kesehatan pencernaan
Daun kelor memiliki sifat anti-inflamasi, yang bisa mencegah dan mengobati penyakit hati, sakit maag, kerusakan ginjal, keluhan pencernaan, ataupun infeksi lainnya. Penggunaan minyak kelor dapat membantu meningkatkan fungsi hati dalam mendetoksifikasi racun dan zat berbahaya dalam tubuh. Kemungkinan lain juga dapat mengatasi batu ginjal, sembelit, infeksi saluran kemih, retensi cairan maupun diare.

14. Bantuan arthritis
Daun kelor membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan beberapa bentuk arthritis. Ekstrak daun kelor dapat mengurangi sakit pada sendi rematik. Kombinasi akar dan ekstrak daun kelor mempunyai “efek sinergis” dalam mengurangi rasa sakit.

15. Melindungi tubuh dari bakteri
Ekstrak daun kelor mempunyai kandungan senyawa antibakteri yang mampu menghalangi perkembangan mikroorganisme berbahaya seperti Pseudomonas aemenyesalnosa, Staphylococcus aureus, Enterobacter aerogenes dan juga Escherichia coli.

16. Menyehatkan kulit
Daun kelor mengandung vitamin c yan tinggi dan juga antioksidan, dimana manfaatnya sangat penting untuk kesehatan kulit. Daun kelor dapat dimasak menjadi sayur, yang jika rutin dikonsumsi dapat menghaluskan kulit dan mencegah jerawat. Selain itu, daun kelor yang ditumbuk juga dapat dijadikan masker wajah, membuat kulit wajah makin sehat dan halus. Daun kelor mengandung antibakteri yang alami, antijamur dan antiviral yang melindungi infeksi pada kulit. Manfaatnya dapat menghilangkan bau, mengobati infeksi atau abses, mengurangi peradangan yang terkait dengan jerawat, menghilangkan ketombe, membantu menyembuhkan luka bakar, luka gigitan, kutil karena virus dan luka lainnya.

17. Menurunkan tekanan darah dan kolesterol
Daun kelor dapat menjaga kadar darah dan mencegah kolesterol semakin tinggi. Hal itu dikarenakan daun kelor mempunyai kandungan zat nitrile, hiocarbamate glikosida dan glikosida minyak mustard, yang bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah.

18. Menstabilkan mood dan melindungi kesehatan otak
Daun kelor bermanfaat sebagai neurotransmitter, termasuk dalam membantu tubuh dan mood akan “merasa lebih baik”.

Efek samping dari daun kelor
Daun kelor cukup aman jika dikonsumsi dan digunakan dengan baik dan tepat. Daun, buah maupun biji-bijian mungkin aman jika dikonsumsi sebagai makanan. Tapi, penting menghindari mengkonsumsi akar dari tanaman kelor, yang mengandung zat beracun. Konsumsi tanaman kelor juga tidak disarankan untuk ibu hamil karena terdapat bahan kimia dalam daun kelor yang dikhawatirkan dapat menyebabkan komplikasi selama masa kehamilan dan dapat menyebabkan keguguran. Memang terdapat perbedaan pendapat dalam hal ini, namun hal yang terbaik yang dapat dilakukan adalah menghindari konsumsi daun kelor saat masa kehamilan ataupun masa menyusui.

About puji astuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates