Tuesday , 26 September 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Apakah Penderita Mata Minus bisa Melahirkan Normal ?

Apakah Penderita Mata Minus bisa Melahirkan Normal ?

Apakah Penderita Mata Minus bisa Melahirkan Normal ?

Apakah Penderita Mata Minus bisa Melahirkan Normal ?

Apakah Penderita Mata Minus bisa Melahirkan Normal ?

Apakah Penderita Mata Minus bisa Melahirkan Normal ? – Mungkin anda belum menemukan alasan mengapa dokter kandungan / bidan menyarankan pasiennya yang mengalami mata minus untuk melahirkan secara caecar? Ketika wanita mengalami kehamilan, perubahan hormonal akan berdampak banyak pada semua organ tubuh ibu hamil, tidak terkecuali pada bagian mata. Biasanya gangguan mata yang terjadi ketika hamil terdiri dari retina eksudatif detasemen regmatogen serta ablasio retina (lepas retina). Retina eksudatif detasemen regmatogen, Retina lepas atau Ablasio Retina dapat terjadi disebabkan oleh peradangan yang hebat, tumor, diabetes, trauma tabrakan, dan preeklamsia (darah tinggi).

Benarkah retina bisa lepas?
Apa penyebab dari retina yang lepas? Ada dua faktor yang menngakibatkan retina menjadi lepas. Faktor pertama ialah kondisi retina yang tipis dan menjadikannya mudah robek, hal ini biasanya terjadi kepada wanita hamil yang usianya sudah lebih dari 40 tahun. Faktor kedua ialah adanya cairan gel yang terdapat pada bola mata juga viterous gel / badan kaca. Cairan serta gel tadi amat mudah sekali meresap pada lubang yang mengalir ke dalam retina dan menjadikan retina tersebut gampang untuk dipisahkan. Ablasio retina biasanya bisa terjadi pada wanita hamil yang mengalami preeklamsia (darah tinggi). Pada kondisi ibu hamil yang mengalami preeklampsia, ia mengalami penumpukan cairan di bagian lapisan bawah penglihatan saraf pada optic yang mengalami penurunan drastis. Akan tetapi pada saat proses persalinan itu selesai cairan itu akan hilang sendirinya, sehingga mata akan kembali normal dan tidak ada kaitannya mata mengalami minus / tidak. Apabila anda berada dalam kondisi ini, berkonsultasi dengan dokter spesialis mata ialah cara yang paling tepat guna melakukan pencegahan. Sedangkan datesemen regmatogen retina kerap kali terjadi pada ibu hamil yang mengalami rabun jauh (mata minus). Risiko ablasio retina ini lebih berpengaruh pada ibu hamil yang mengalami mata minus tinggi melebihi 6 dioptri. Yang harus diperhatikan dari robekan ini pada dasarnya bisa saja terjadi pada semua orang tidak hanya bagi orang yang mengalami mata minus atau mata plus.

Apakah Bisa Melahirkan Normal?
Dengan demikian pertanyaan yang akan timbul adalah apakah wanita hamil yang mengalami mata minus bisa melahirkan secara normal? Melahirkan pada dasarnya yakni proses psikologis serta mengejan, ketila proses persalinan yang sama halnya dengan BAB (Buang Air Besar) / proses defekasi. Sehingga anda sebagai ibu hamil tidak perlu menghawatirkan tentang masalah mata minus karena anda masih berpeluang untuk bisa melahirkan secara normal. Robekan retina ini tidak memiliki hubungan secara langsung dengan aktivitas ketika melahirkan ataupun ketika kesulitan defekasi. Robekan retina ini akan terjadi diakibatkan oleh benturan pada mata dan kepala.

Periksakan mata Anda.
Oleh karena itu, rutin mengkonsultasikan kehamilan pada dokter itu amat penting. Khususnya bagi ibu hamil dengan kondisi mata yang minus. Konsultasikan mata anda secara rutin, dan amat dianjurkan sekali untuk anda memeriksakan keadaan retina mata pada dokter spesialis mata di bagian retina (opthalmologist) sebelum memulai kehamilan serta sebelum melahirkan. Dengan memeriksakannya pada dokter spesialis mata, semua bisa terlihat jelas apakah terdapat robekan, dan bisa terlihat area robekan itu menggunakan alat – alat khusus. Apabila diketahui terdapat robekan, maka anda bisa segera mengambil tindakan, sebab bila anda tidak segera mengambil tindakan, dalam jangka waktu yang panjang ablasio bisa mengakibatkan ketidak sempurnaan ketika melihat / mengakibatkan cacat (kebutaan) yang permanen.

Dibawah ini merupakan tips bagi wanita hamil yang mengalami mata minus :

1) Konsultasi dengan dokter mata spesialis retina secara rutin setiap 5 / 6 bulan

2) Jika terdapat risiko robek retina maka segera konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan untuk mendapatkan cara yang baik ketika melahirkan

3) Sebaiknya anda tidak melakukan pengobatan secara alternatif supaya tidak terjadi hal yang buruk

4) Untuk mencegah terjadinya kontraksi / hal lainnya, periksakan retina jauh dari waktu persalinan

5) Melakukan pemeriksaan kesehatan anda serta janin sebelum persalinan

6) Melakukan pola hidup sehat dengan cara mempersiapkan keadaan tubuh, serta mental agar bisa melakukan persalinan secara normal

7) Melatih pernafasan sehingga ketika persalinan dimulai, semuanya berjalan dengan lancar.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates