Monday , 11 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Mengenal Vape dan Dampaknya Bagi Tubuh

Mengenal Vape dan Dampaknya Bagi Tubuh

Mengenal Vape dan Dampaknya Bagi Tubuh

Mengenal Vape dan Dampaknya Bagi Tubuh

Mengenal Vape dan Dampaknya Bagi Tubuh

Mengenal Vape dan Dampaknya Bagi Tubuh – Vape atau rokok elektrik dianggap lebih aman daripada rokok tembakau biasa. Penggunaan vape sebenarnya ditujukan untuk mengurangi konsumsi rokok tembakau, atau membuat seseorang berhenti merokok. Kebanyakan perokok beralih mengonsumsi vape karena percaya dapat terhindar dari penyakit berkaitan dengan penggunaan rokok tembakau seperti penyakit jantung dan kanker.

Alat vape tersedia dalam bermacam-macam bentuk dan ukuran, namun selalu memiliki tiga komponen utama, yaitu baterai, elemen pemanas, serta cartridge yang berisi cairan. Cairan dalam tersebut mengandung nikotin, propilen glikol atau gliserin, dan penambah rasa. Vape bekerja dengan cara menguapkan cairan pada cartridge dengan pemanasan elektrik. Pengguna vape atau vaper menghirup uap tersebut langsung dari corongnya.

Propilen glikol atau gliserin berguna untuk menghasilkan uap air. Beberapa studi menemukan bahwa menghirup zat tersebut bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Konsentrasi nikotin dalam alat vape berbeda-beda, sekitar 0-100 mg/ml dalam satu alat rokok elektrik. Penambah rasa yang umum digunakan seperti rasa cokelat, vanila, buah-buahan membuat pengguna vape merasakan sensasi tertentu setiap menghirup vape. Terdapat komponen lain seperti tobacco-specific nitrosamine atau TSNA yang merupakan zat karsinogen dalam tembakau. Senyawa ini ternyata ditemukan pula pada cairan rokok elektrik dalam jumlah sedikit, yang kadarnya akan semakin tinggi jika kadar nikotin semakin tinggi. Di samping TSNA, ditemukan pula kandungan beberapa logam seperti timah kromium dan nikel.

Beberapa studi mengungkapkan bahwa sel-sel endotel pada arteri jantung menunjukkan respon stress saat terkena asap rokok tembakau, namun hal demikian tidak terjadi pada rokok elektronik. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa rokok elektrik tidak berbahaya jika dibandingkan dengan rokok tembakau. Akan tetapi, hal ini masih harus diteliti lebih mendalam, sehingga para ahli masih memperdebatkan perbandingan bahaya rokok elektrik dengan rokok tembakau.

Rokok elektrik tentu mengandung nikotin yang juga terdapat pada rokok tembakau. Dampak konsumsi nikotin adalah saat berhenti digunakan akan membuat ingin selalu memakainya lagi serta menimbulkan perasaan mudah marah, gelisah, depresi, dan cemas. Hal ini berdampak buruk bagi penderita penyakit jantung.

Penggunaan rokok elektrik tidak akan membuat tubuh aman dari bahaya kesehatan. Cara terbaik menjaga kesehatan hanyalah dengan berhenti merokok jenis apapun. Bisa saja hari ini pengguna rokok elektrik belum menunjukkan gangguan kesehatan, namun dalam jangka panjangnya damapt menimbulkan dampak tertentu. Dampak kesehatan pemakaian rokok biasanya akan muncul setelah waktu beberapa tahun.

Di samping itu, beberapa studi malah menemukan bahwa rokok elektrik tidak dapat dijauhkan dari dampak berbahaya. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, menemukan bahwa:

• Nikotin dalam rokok elektrik diserap oleh tubuh pengguna dan juga orang-orang yang ada di sekitarnya.
• Nikotin sangat berbahaya untuk pengguna rokok elektrik yang masih muda karena dapat merusak perkembangan otak.
• Nikotin sangat berbahaya bagi wanita hamil dan janin yang dikandung. Menggunakannya atau bahkan Cuma berada di dekat orang yang menggunakan rokok elektrik bisa membuat wanita hamil terpapar nikotin serta zat kimia beracun lain.
• Uap rokok elektronik tidak hanya mengandung uap air, namun juga mengandung nikotin dan zat kimia lain yang dapat merusak kesehatan serta mencemari udara.
• Uap yang dihasilkan rokok elektrik serta cairan yang terdapat dalam rokok elektrik adalah berbahaya. Setiap orang dapat mengalami keracunan karena menghirup, menelan, maupun menyerap cairan tersebut melalui kulit atau mata.
• Zat aditif yang berbahaya sudah ditemukan pada berbagai macam rokok elektrik. Kadar zat tersebut cenderung lebih rendah dibandingkan dengan rokok tembakau, namun belum ada cara untuk mengetahui kuantitas kandungan zat yang berbahaya dari rokok elektrik tersebut karena belum ada cara untuk mengaturnya.
Beberapa penelitian lain juga menunjukkan dampak bahaya dari vape. Ada studi yang menunjukkan bahwa zat-zat kimia dalam rokok elektrik bisa merusak jaringan pada paru-paru serta melemahkan kemampuan sel paru-paru yang berperan untuk menjaga paru-paru dari kuman maupun zat berbahaya. Hal ini disebabkan kandungan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan sel paru-paru melemah sehingga mudah ditembus oleh pengotor dari luar tubuh.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates