Friday , 28 April 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Beberapa Makanan Penyebab Migrain

Beberapa Makanan Penyebab Migrain

Beberapa Makanan Penyebab Migrain

Beberapa Makanan Penyebab Migrain

Beberapa Makanan Penyebab Migrain

Beberapa Makanan Penyebab Migrain – Serangan migrain dapat terjadi kapanpun, termasuk setelah makan. Migrain adalah keadaan dimana kepala pada salah satu sisi saja akan terasa sakit dan nyeri kemudian dapat menyebar ke seluruh bagian kepala., Penyakit migrain seringkali disebabkan oleh bermacam hal. Contohnya akibat dari stress, suara yang berisik, disilaukan oleh cahaya yang terlalu terang serta dipicu oleh konsumsi jenis makanan maupun minuman tertentu, dan juga disebabkan oleh kebiasaan begadang atau kurang tidur.

Akan tetapi jika migrain lebih banyak muncul setelah makan, ada kemungkinan bahwa tubuh Anda sensitif dan tidak bisa menoleransi senyawa tertentu, seperti tiramin. Tiramin merupakan suatu senyawa yang dapat menimbulkan migrain bagi beberapa orang. Berikut akan dipaparkan mengenai senyawa tiramin itu sendiri.

Tiramin merupakan salah satu turunan atau derivat dari asam amino tirosin yang berada di alam. Senyawa tersebut terdapat secara alami pada berbagai makanan yang tentunya mengandung protein dan juga terdapat di dalam tubuh manusia. Senyawa ini awalnya diduga dapat menjadi penyebab migrain setelah muncul penelitian pada rentang tahun 1960. Berbagai penelitian terkini pada tahun 2010 ikut mendukung bukti-bukti serta argumen terhadap hasil studi yang dilakukan para ahli tersebut. Berdasarkan penemuan tersebut, dirumuskanlah suatu pola makan yang mengandung kadar tiramin rendah yang khusus diperuntukkan bagi orang-orang yang rentan mengalami migrain maupun orang yang hipersensitif dengan paparan zat asam amino tersebut dari makanan.

Kini, para peneliti masih mendalami proses yang terjadi dalam pembentukan rasa sakit migrain, tepatnya yang dipicu oleh asam amino tiramin. Di antara beberapa data, salah satu argumen analisis atau dugaan yang paling kuat ialah zat tiramin dapat menyebabkan pelepasan bermacam-macam jenis hormon penyebab stress ke dalam darah, seperti dopamin, epinefrin dan norepinefrin.

Pada situasi yang ideal, ketiga hormon tersebut berfungsi untuk memberikan tambahan dorongan energi pada tubuh. Namun, hormon tersebut malah dapat membahayakan jika disekresikan dalam jumlah yang berlebihan padahal tubuh tidak dalam stres psikis atau fisik. Dampak yang dapat Anda rasakan di antaranya tekanan darah meningkat, detak jantung semakin cepat, muncul rasa sakit kepala migrain, timbulnya nyeri di seluruh kepala, perasaan mual, serta muntah.

Tiramin berperan untuk membantu tubuh dalam metabolisme protein dalam tubuh. Oleh sebab itu, senyawa ini memang normalnya terdapat di dalam bahan makanan yang kaya dengan kandungan protein. Terlebih lagi jika bahan makanan tersebut telah disimpan dalam waktu yang terlampau lama. Hal ini disebabkan karena kadar tiramin dapat meningkat terus seiring dengan bertambahnya waktu. Karena itulah, makanan yang diolah dengan fermentasi atau makanan yang dibiarkan cukup lama kemungkinan besar mengandung tiramin lebih banyak daripada bahan makanan yang segar. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan beberapa makanan yang mengandung tiramin dalam kadar cukup tinggi, sehingga perlu untuk dihindari konsumsinya agar Anda tidak lagi terkena migrain di antaranya:
• Ikan bandeng asap
• Ikan teri dan ikan asin
• Daging asap
• Keju
• Buah yang terlalu matang
• Fermentasi kedelai, seperti kecap, tempe dan tahu
• Acar
• Asinan
Sedangkan contoh dari makanan-makanan lain yang dapat mengandung tiramin dalam kadar yang lebih rendah adalah bakso sapi dan ikan, sosis, alpukat, bir, serta wine fermentasi anggur. Makanan dan minuman tersebut jika dikonsumsi dalam batas wajar tidak akan menimbulkan gejala migrain.

Sebaiknya Anda menghindari konsumsi daging olahan yang ada di dalam kemasan, maupun daging atau ikan yang diolah dengan diasap, serta makanan dari ikan yang dikeringkan. Makanan yang paling bagus untuk di konsumsi tentunya bahan dari daging maupun ikan yang masih segar. Sebaiknya Anda tidak menyimpan daging atau ikan dalam kulkas terlalu lama karena dapat menyebabkan kadar tiraminnya meningkat. Oleh karena itu, lebih baik jika Anda membelinya dalam jumlah yang sedikit saja.

Begitu pula halnya dengan sayur serta buah-buahan. Sebaiknya dikonsumsi segera dalam dua hari setelah dibeli. Sayur atau buah yang sudah tidak segar dan tampak layu sebaiknya tidak dipaksakan untuk dimakan atau dimasak, karena proses memasak tersebut tidak akan mengurangi kadar tiramin.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates