Wednesday , 13 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Infeksi Oportunistik Akibat HIV

Ketahui Infeksi Oportunistik Akibat HIV

Ketahui Infeksi Oportunistik Akibat HIV

Ketahui Infeksi Oportunistik Akibat HIV

Ketahui Infeksi Oportunistik Akibat HIV

Ketahui Infeksi Oportunistik Akibat HIV – HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Dimana virus HIV ini akan menyebabkan rusaknya atau melemahnya imunitas atau sistem kekebalan tubuh manusia. Virus HIV memerlukan  sel-sel kekebalan tubuh untuk berkembang biak. Secara alami sel kekebalan tubuh manusia dapat dimanfaatkan oleh virus HIV. HIV terdapat di dalam cairan tubuh pada manusia. Cairan ini mempunyai potensi untuk mengandung virus HIV yaitu darah, cairan sperma, air susu ibu dan lainya. Sedangkan untuk cairan yang tidak memiliki potensi untuk menularkan virus HIV yaitu cairan keringat, air mata, air liur dan lainnya.

Orang yang mengalami penyakit AIDS akan mengalami infeksi oportunistik. Berikut merupakan infeksi oportunistik yang akan terjadi meliputi:

1. Candidiasis trakea, bronkus, esofagus, ataupun paru-paru
Candidiasis yang dikenal dengan thrush, diakibatkan oleh sejenis jamur yang disebut dengan Candida. Infeksi oportunistik ini dapat dijumpai pada pasien HIV dengan jumlah CD4 antara 200 serta 500 sel per mm3. Candida akan mempengaruhi kondisi kulit, kuku, serta selaput lendir pada sekujur tubuh, terutama pada mulut serta vagina. Akan tetapi, candidiasis hanya akan dianggap sebagai OI pada saat menginfeksi esofagus atau saluran untuk menelan ataupun saluran pada pernafasan bawah, misalnya trakhea serta bronkus (saluran untuk bernapas), ataupun jaringan paru – paru yang lebih dalam. Gejala yang akan tampak yaitu terdapat bintik ataupun bercak putih pada lidah ataupun tenggorokan. Thrush bisa diobati dengan menggunakan obat anti jamur sesuai resep dokter. Kebersihan dengan oral yang baik serta dengan penggunaan obat kumur klorheksidin bisa membantu untuk mencegah infeksi oportunistik ini.

2. Pneumonia
Infeksi pneumocystis merupaka jenis infeksi yang termasuk infeksi oportunistik pada penderita HIV. Infeksi ini diakibatkan karena akibat beberapa jamur misalnya Coccidioidomycosis, jamur Cryptococcosis, jamur Histoplasmosis, jamur Pneumocystis jirovecii, serta pada beberapa bakteri misalnya Pneumococcus; dan juga pada beberapa virus misalnya virus Cytomegalovirus atau virus Herpes simplex. Pneumonia (PCP) merupakan menyebabkan kematian utama pada pasien HIV karena akibat komplikasi.

Gejala yang akan dialalmi yakni batuk, demam, serta mengalami kesulitan dalam bernapas. Terkadang penderita juga akan mengalami pneumonia yang akan menyebar ke otak, serta akan mengakibatkan pembengkakan pada otak.

3. Cryptococcus neoformans
Jamur cryptococcus neoforman merupakan jenis jamur yang dapat dijumpai di dalam tanah. Infeksi akibat Jamur cryptococcus neoforman dapat menetap pada paru-paru, akan tetapi bisa juga menyebar ke bagian tubuh yang lainnya, seperti ke kulit, ke tulang, ataupun ke saluran kemih. Jamur ini juag bisa masuk ke dalam tubuh dengan melalui paru – paru serta bisa mengakibatkan pneumonia. Jamur cryptococcus neoforman juga bisa menyebar ke bagian otak, yang akan menyebabkan pembengkakan pada otak. Apabila otak sudah terinfeksi, dapat disebut dengan cryptococcal meningitis.

4. Tuberkulosis (TB)
Infeksi tuberkulosis (TB) dapat diakibatkan oleh suatu bakteri tuberculosis. TB bisa menyebar dengan melalui udara pada saat seseorang yang mempunyai TB aktif mengalmi batuk, bersin, maupun pada saat berbicara. Menghirup bakteri tersebut bisa mengakibatkan infeksi pada paru-paru. Gejala TB pada paru – paru ini yaitu batuk, kelelahan, menurunya berat badan, demam, serta dapat berkeringat pada malam hari. Meskipun biasanya akan terjadi pada paru-paru, penyakit TBC ini akan mempengaruhi bagian tubuh yang lainnya, seperti kelenjar getah bening, pada otak, ginjal, maupun tulang.

5. Kanker
Terdapat beberapa kanker karena akibat infeksi oportunistik, sebagai berikut:

a. Kanker serviks invasif yang dimulai pada leher rahim lalu akan menyebar ke bagian tubuh yang lainnya. Kanker ini bisa dicegah dengan melakukan pemeriksaan pada serviks secara rutin.

b. Sarkoma Kaposi, diakibatkan oleh virus herpes pada manusia. KS dapat mengakibatkan pembuluh darah mengecil dimana kapiler tumbuh dengan tidak normal. KS bisa mengancam nyawa pada saat mempengaruhi organ bagian dalam tubuh, misalnya paru-paru, pada kelenjar getah bening ataupun usus.
Agar dapat mencegah infeksi oportunistik yakni dengan mentaati pengobatan serta melakukan terapi perawatan HIV yang sesuai dengan anjuran dokter.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates