Monday , 11 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Melahirkan Normal VS Operasi Caesar

Melahirkan Normal VS Operasi Caesar

Melahirkan Normal VS Operasi Caesar

Melahirkan Normal VS Operasi Caesar

Melahirkan Normal VS Operasi Caesar

Melahirkan Normal VS Operasi Caesar – Sejalan dengan perkembangan jaman dan perkembangan teknologi, saat ini mulai muncul teknik / proses persalinan yang menawarkan kenyamanan ataupun untuk mengurangi rasa sakit ketika proses persalinan, seperti hypnobirthing, orgasmic birth, waterbirth, dan yang terakhir ialah melalui operasi caesar. Jenis melahirkan melalui operasi ini bahkan jumlahnya saat ini semakin meningkat tajam.

Sekilas tentang melahirkan melalui operasi caesar. Melahirkan melalui operasi ataupun dikenal dengan sebutan cesarean section, operasi caesar, atau C-section. Dahulu operasi caesar hanya digunakan guna menyelamatkan bayi saat ibu hamil telah meninggal dunia saja. Sebenarnya nama Caesar hingga sekarang tidak jelas berasal dari mana. Awalnya nama ini merujuk pada zaman Romawi saat kelahiran Julius Caesar yang melalui metode operasi, akan tetapi hal ini diragukan sebab sang ibu Aurelia masih mendengar kabar mengenai anaknya yang menginvasi Inggris. Berarti ibunya masih hidup ketika melahirkan Julius Caear. Ada pula beberapa ahli yang mengaitkan hal ini berasal dari bahasa latin yaitu caedare yang memiliki arti memotong ada pula yang mengaitkannya dengan Caesones yakni istilah bagi bayi yang dilahirkan melalui operasi postmortem atau operasi sesudah kematian ibu.

Seiring dengan adanya perkembangan jaman serta kemajuan teknologi di dunia kedokteran, saat ini operasi caesar bukan hanya dilakukan pada ibu yang sudah meninggal saja, akan tetapi bisa dilakukan juga pada ibu yang masih hidup. Dengan demikian, kemajuan dunia kedokteran itu membawa hal positif terutama bagi jenis – jenis persalinan memiliki masalah, sehingga bisa menyelamatkan baik bayi ataupun ibu. Beberapa persalinan bermasalah itu seperti ibu yang mengalami kondisi panggul sempit, letak bayi sungsang, kondisi gawat janin, bayi besar, atau ibu memiliki kesehatan serius seperti placenta previa, herpes genital, hipertensi, terjadi banyaknya perdarahan, indikasi adanya tumor di rahim dll. Dengan demikian, operasi caesar hanya dilakukan pada kondisi persalinan yang bermasalah. Akan tetapi, seiring perkembangan jaman pula, saat ini operasi cesar banyak menawarkan hal – hal yang menarik bagi ibu hamil mulai dari dapat memilih tanggal kelahiran bayi sesuai tanggal yang diinginkan, dianggap tidak mengalami rasa nyeri, serta tidak merusak organ intim perempuan, prosesnya pun tidak terlalu lama antara 45 menit hingga 1,5 jam, ibu tidak akan merasa kecapean karena tidak usah mengejan. Sehingga dengan berbagai hal seperti itu kebanyakan dari ibu hamil menginginkan melahirkan dengan metode operasi caesar.

Akan tetapi, berbagai hal yang menarik tersebut tidaklah sepenuhnya benar atau dengan kata lain mempunyai resiko tersendiri. Berikut penjelasannya:

1. Memilih tanggal melahirkan.
Resiko dari memilih tanggal melahirkan ialah bisa saja bayi yang anda kandung belum saatnya lahir alias prematur ataupun bayi yang sudah kelebihan bulan. Ibu mungkin telah mengetahui mengenai resiko bayi lahir prematur, dimulai dari mendapatkan permasalahan di system pernafasan, bayi cenderung mempunyai masalah mental serta rentan terhadap masalah kesehatan yang lainnya. Begitu pula dengan melahirkan pada kondisi yang kelebihan bulan, bayi pun akan mengalami masalah pada system pernafasan, bayi bisa mengalami kekurangan oksigen, serta bayi beresiko cacat.

2. Melahirkan Cesar tidak merusak organ intim wanita.
Hal ini memang betul, sebab caesar dilakukan melalui perut. Tapi ingat, bekas sayatan serta jahitan akan membekas pada perut ibu, dan hal ini tentunya akan mengurangi keindahan pada perut ibu. Sedangkan pada proses persalinan normal, organ kewanitaan mengalami “gangguan” yaitu berkembang membesar ketika proses persalinan sampai sampai perlu “digunting” serta dijahit juga. Akan tetapi, anda tidak perlu khawatir , setelah 40 hari rahim serta organ intim wanita anda akan kembali ke bentuk semula, apalagi bila dibantu dengan latihan senam kegel. Sebenarnya organ intim wanita itu sifatnya elastis, sebetulnya bukan hanya ketika melahirkan, ketika terangsang pun “miss v” bahkan dapat mengembang sampai dua kali lipat, serta akan kembali ke bentuk semula apabila sudah tidak terangsang. Dengan demikian, anda tidak perlu khawatir, gangguan organ intim pada persalinan normal hanya sementara saja, selanjutnya akan kembali normal seperti semula.

Semoga bermanfaat.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates