Thursday , 29 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Resisten Antibiotik dan Penyebabnya

Seputar Resisten Antibiotik dan Penyebabnya

Seputar Resisten Antibiotik dan Penyebabnya

Seputar Resisten Antibiotik dan Penyebabnya

Seputar Resisten Antibiotik dan Penyebabnya

Seputar Resisten Antibiotik dan Penyebabnya – Kuman resisten merupakan kuman yang masih tersisa di dalam tubuh manusia apabila sudah melawan antibiotik. Manusia di dalam tubuhnya terdapat sangat banyak kuman baik di leher, pada ketiak, bahkan pada kemaluan. Adanya kuman-kuman tersebut tidak akan menimbulkan penyakit, dimana kuman ini dapat dapat disebut dengan koloni. Kuman dapat mengakibatkan penyakit jika keadaan badan dalam kondisi yang lemah (kuman yang dapat mengakibatkan penyakit disebut dengan kuman patogen). Apabila mengkonsumsi antibiotik dengan harapan bahwa kuman penyebab patogen akan mati. Kuman patogen intu bisa mati akan tetapi sebagian selalu ada sebagai kuman koloni ataupun patogen yang dapat bertahan hidup, dimana kuman – kuman yang hidup tersebut yang dapat menjadi kuman yang resisten. Dengan demikian kuman resisten merupakan kuman yang dapat berhasil bertahan dalam menghadapi antibiotik serta kebal dengan antibiotik tersebut.

Adapun penyebab kuman resisten tersebut dapat timbul dengan beberapa alasan, sebagai berikut:

1. Misuse
Antibiotik yang dikonsumsi tidak ada indikasi apapun, misalnya seseorang mengkonsumsi antibiotik dengan sakit yang diakibatkan karena virus (akibat flu, sakit demam berdarah, mengalami campak, mengalami gondong, cacar air dan lainya) dimana golongan virus tidak bisa dimatikan oleh adanya antibiotik.

2. Underuse
Antibiotik yang dikonsumsi yang terlalu sedikit, dimana seseorang mengkonsumsi antibiotik dengan dosis yang dikonsumsi terlalu rendah karena akibat salah diagnosis, akibat obat antibiotik tidak terbeli dengan seluruhnya, akibat mengkonsumsi ternak yang sudah tercemar antibiotik ataupun pengetahuan masyarakat yang salah sehingga membeli obat sendiri.

3. Overuse
Konsumsi antibiotik yang terlalu berlebihan, yang terlalu lama karena kurangnya pemahaman dalam penggunaan antibiotik, akibat komplikasi penyakit, pemberian antibiotik dalam kasus yang kompleks.

Untuk menghindari resisten terhadap obat antibiotik, adapun cara yang dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Tetap menjaga kondisi kesehatan tubuh sehingga terhindar dari penyakit, dengan demikian dapat terhindar dari adanya penggunaan antibiotik. Jagalah kesehatan dengan semaksimal mungkin, hindarilah kelelahan, hindari bekerja secara berlebihan (sebab tubuh memiliki jam kerja serta jam istirahat), istirahatkanlah tubuh enam jam dalam satu hari supaya organ serta sistem kekebalan tubuh dapat bekerja secara optimal. Biasakanlah untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun serta dengan air yang mengalir atau dapat menggunakan larutan alkohol untuk mencuci tangan apabila setelah kontak dengan orang sakit.

2. Pada saat Anda mengalami sakit infeksi, pastikanlah bahwa sakit akibat kuman, sebab penggunaan antibiotik dapat digunakan untuk infeksi akibat kuman. Hindarilah konsumsi antibiotik ketika sakit yang diakibatkan oleh virus. Lakukan pemeriksaan diagnostik agar sapat memastikan jenis kuman penyebab sakit serta penggunaan antibiotik yang sesuai dengan kebutuhan.

3. Dengan penggunaan antibiotik prophilaksis di setiap melakukan pembedahan agar dapat mencegah adanya komplikasi akibat infeksi pasca operasi. Pada umumnya antibiotik prophylaksis cukup 1 kali dikonsumsi, yang diberikan 30 menit apabila sebelum operasi.

4. Tidak mengkonsumsi antibiotik dengan prosedur tertentu jika pasien dalam kondisi sehat, misalnya pada pemasangan alat kotrasepsi IUD, pada saat persalinan normal, sirkumsisi, endoskopi, dan lainya.

5. Membiasakan kebiasaan sehat agar dapat menghindari adanya penularan, gunakan penutup hidung serta mulut pada saat batuk maupun bersin, isitrahatlah di rumah jika sedang sakit infeksi supaya tidak terjadi penularan.

6. Tidak mengkonsumsi antibiotik ketika sakit ringan atau karena diakibatkan virus, misalnya flu, sakit tenggorokan yang ringan, lukan kecil pada kulit, karena diare, akibat infeksi virus campak, gondong, cacar air, sariawan, demam berdarah, dan lainya.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates