Saturday , 29 April 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Gejala dan Diagnosa Penyakit Lemah Jantung

Ketahui Gejala dan Diagnosa Penyakit Lemah Jantung

Ketahui Gejala dan Diagnosa Penyakit Lemah Jantung

Ketahui Gejala dan Diagnosa Penyakit Lemah Jantung

Ketahui Gejala dan Diagnosa Penyakit Lemah Jantung

Ketahui Gejala dan Diagnosa Penyakit Lemah Jantung – Jantung merupakan organ tubuh yang sangat penting karena jantung memiliki peran yang sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup seseorang. jantung memiliki ukuran sebesar kepalan tangan seseorang. salah satu fungsi dari jantung yaitu memompa darah yang disebarkan ke seluruh bagian tubuh. Pentingnya keberadaan jantung dalam tubuh, dengan demikian kondisi kesehatan organ jantung harus tetap dijaga. Apabila mengalami gangguan pada kesehatan jantung, maka harus segera dilakukan penanganan secara tepat. Masalah pada jantung salah satunya adalah lemah jantung dimana kondisi ini menyebabkan penurunan kemampuan jantung dalam melaksanakan perannya dengan maksimal.

1. Gejala Lemah Jantung
Untuk mengetahui tanda-tanda lemah jantung berikut ini merupakan uraian gejala lemah jantung, diantaranya:
a. Rasa sakit dan nyeri di wilayah dada
Rasa sakit dan nyeri di sekita dada dapat terjadi karena pada otot jantung tidak mempunyai cukup kekuatan dalam menjaga kinerjanya pada keadaan yang normal.

b. Merasa kesulitan bernafas
Apabila jantung bekerja secara tidak normal, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kinerja paru – paru. Suplai darah ke bagian organ paru-paru akan terganggu yang menyebabkan paru-paru tidak dapat melakukan respirasi dengan normal.

c. Palpitasi
Palpitasi adalah suatu keadaan dimana jantung akan terasa berdetak lebih keras, lebih cepat dan juga mempunyai ritme yang tidak teratur.

d. Pembengkakan tubuh di bagian bawah seperti pada bagian kaki
Pembekakan akan terjadi oleh karena darah yang semestinya harus mengalir yang menuju jantung, akan kembali turun ke bagian bawah karena kemampuan jantung untuk menghisap serta dalam memompa darah terjadi penurunan. Dengan demikian dampaknya, darah dapat membebani tubuh di bagian bawah.

e. Merasa pusing, lemah hingga pingsan
Tubuh dengan kondisi yang melemah merupakan sebagai akibat dari proses peredarah darah yang tidak lancar, dan suplai oksigen ke seluruh bagian sel – sel tubuh akan menjadi terganggu serta tidak lancar.

f. Sianosis
Sianosis adalah suatu kondisi dimana kulit akan menjadi membiru. Keadaan ini karena disebabkan akibat terlalu sedikitnya kandungan O2 atau oksigen yang ikut mengalir di dalam darah.

g. Nafsu makan menjadi berkurang
Nafsu makan yang menurun secara mendadak merupakan suatu indikasi yang menandakan gejala penyakit lemah jantung. Pada saat kondisi jantung yang mengalami pelemahan untuk mentransfer darah ke bagian organ lain, dengan demikian akan menyebabkan munculnya perasaan mual atau rasa kenyang. Dengan demikian akan menjadi tidak mempunyai nafsu makan lagi sebab sudah terasa kenyang walaupun belum mengkonsumsi apa-apa.

2. Diagnosis Penyakit Lemah Jantung
Untuk memastikan gejala yang dialami, maka dibutuhkan pemeriksaan yang detail untuk mendiagnosa penyakit lemah jantung. Berikut merupakan treatment yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa penyakit lemah jantung:

a. Elektrokardiogram (EKG)
Untuk mengecek nilai impuls listrik pada organ jantung maka dilakukan tes EK. Tes ini dapat memeriksa semua jenis gangguan yang menyebabkan ritme denyut jantung yang tidak beraturan.

b. Ekokardiografi
Untuk mengetahui seberapa baik fungsi jantung dapat dilkaukan dengan tes ekokardiografi. Tes ini dapat memberikan gambaran terkait denyut, ukuran dan kondisi katup pada jantung.

c. Treadmill Stress Test
Tes ini dilakukan untuk melihat keadaan jantung pada saat dalam keadaan sedang beraktifitas, tekanan darah, aktifitas pernafasan, dan yang berkaitan dengan kegiatan jantung.

d. Keteterisasi Jantung
Untuk mengetahui pembuluh darah pada jantung maka dilakukan kateterisasi, dimana kateterisasi ini dilakukan dengan memasukkan selang kecil ke bagian organ dalam tubuh. Kateterisasi jantung dilakukan harus mempertimbangkan resiko dari kateterisasi jantung.

e. Tes Darah
Untuk mengetahui fungsi kelenjar tiroid, ginjal dan hati, dan untuk memonitor jumlah kadar zat besi yang teradapat di dalam darah, maka dilakukan tes darah.

f. Tes darah ini dilakukan Tes atau screening Genetik
Tes darah pada jenis ini agar dapat mengetahui faktor resiko genetik yang mungkin menyertai pada kondisi lemah jantung.

g. CT Scan Jantung
Tes CT Scan jantung dilakukan agar dapat memperkirakan ukuran jantung, dan dapat memantau fungsi kerja serta keadaan dari katup jantung.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates