Thursday , 27 April 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Tips Diagnosa dan Bahaya Kondisi Hiperhidrosis

Tips Diagnosa dan Bahaya Kondisi Hiperhidrosis

Tips Diagnosa dan Bahaya Kondisi Hiperhidrosis

Tips Diagnosa dan Bahaya Kondisi Hiperhidrosis

Tips Diagnosa dan Bahaya Kondisi Hiperhidrosis

Tips Diagnosa dan Bahaya Kondisi Hiperhidrosis – Hiperhidrosis merupakan suatu kondisi dimana penderitanya akan mengalami keringat yang berlebihan, dimana terjadinya keringat pada umumnya akan keluar lebih banyak pada telapak tangan, kaki dan ketiak. Kondisi hiperhidrosis bukan masalah yang sepele, sehingga membutuhkan penanganan untuk mengobatinya. Agar dapat mengetahui adanya hiperhidrosis maka seseorang harus mengetahui terlebih dahulu terkait gejala yang terjadi pada penderita hiperhidrosis, gejala yang terjadi tentunya penderita akan mengalami keringat yang berlebihan, dimana keringat akan terasa lengket, kulit bersisik, kulit pecah-pecah dan terjadi perubahan pada warna kulit. Untuk memastikan kondisi hiperhidrosis, adapun metode diagnosanya dapat dilakukan sebagai berikut:

1.    Metode Diagnosa Hiperhidrosis
a.    Tes fisik
Tes fisik merupakan tindakan utama yang dilakukan dokter sebab dapat mengetahui  kondisi fisik dari penderinya. Selain dengan melakukan pemeriksaan fisik, terdapat catatan medis yang dapat di analisa seorang dokter.

b.    Tes urine dan darah
Sampel urine serta darah merupakan langkah berikutnya yang dilakukan seorang dokter untuk mendiagnosa hiperhidrosis. Sampel urin dan darah tersebutakan diteliti di laboratorium agar dapat mengetahui kondisinya yang sebenarnya.

c.    Tes keringat
Pada kondisi hiperhidrosis dimana kasus ini berfokus pada masalah keringat, tes keringat ini juga dapat dilakukan. Terdapat sejumlah metode untuk pemeriksaan pada pasien yang harus dilakukan supaya dokter dapat menentukan tingkat keparahan dari kondisi hiperhidrosis pasien. Tes yang dimaksud yaitu tes thermoregulatory sweat, tes konduksi kulit serta tes iodine-starch.

2.    Cara Mengobati Hiperhidrosis
a.    Antidepresan
Jenis obat antidepresan merupakan jenis obat untuk menangani kondisi depresi, akantetapi nampaknya bahwa efek dari obat ini mempunyai efek untuk mengendalikan kondisi keringat yang berlebih.
b.    Antikolinergik
Jenis obat antikolinergik dapat diberikan yang bertujuanagar kelenjar keringat yang terlalu aktif dapat dihambat.

c.    Botox
Jenis pengobatan dengan botox ini dilakukan dengan cara disuntikkan. Penyuntikan dapat dilakukan tepatnyapada bagian kulit yang sering memproduksi keringat berlebih tujuanyaagar produksi keringat apat dikurangi.

d.    Antiperspirant
Jenis obat antiperspirant ini dapat memberikan efek yang lebih kuat dalam produksi keringat sehingga dapat terkontrol.

e.    Endoskopi simpatektomi dada
Metode endoskopi simpatektomi dada merupakan suatu tindakan medis yang berupa pembedahan. Tujuan dilakuakn metode ini adalah supaya saraf sebagai pengendali produksi keringat dapat dipotong ataupun dihambat.

f.    Iontoforesis
Pada metode iontoforesis ini, dimana seorang dokter dapat mengalirkan gelombang listrik yang lemah pada bagian kulit yang memproduksi keringat berlebihan. Medianya yaitu dengan bantalan basah ataupun air.

g.    Pengangkatan kelenjar keringat
Metode pengangkatan kelenjar keringatbisa ditempuh seorang pasien hiperhidrosis tujuannyaagar keringat yang di produksi berlebihan khususnya di bagian ketiak ataupun bawah lengan bisa ditangani.

3.    Bahaya Hiperhidrosis
Kanker ataupun diabetes bisa menjadi faktor penyebabdalam mendukung seseorang untuk mengalami kondisi hiperhidrosis. Keringat yang keluar secara terus-menerus pada malam hari bukan sesuatu yang wajar dimana hal ini merupakan tanda penyakit yang serius di dalam tubuh. Bahaya akibat kondisi hiperhidrosis diantaranya:

a.    Bau badan
Karena akibat produksi keringat yang berlebih, jumlah bakteri juga dapatsemakin banyak dimana hal tersebut akan membuat bau badan yang tercipta.

b.    Kelainan kulit
Produksi keringat yang berlebihandapat meningkatkan potensi untuk menderita kutil serta bisul.

c.    Efek emosional
Penderita dengan kondisi hiperhidrosis dapat mengalami rasa tidak percaya diri serta malu sampai mengalami stres.

d.    Infeksi jamur
Kelembaban di daerah tubuh akibat produksi keringat yang dapat menjadi sarang untuk tumbuhnya jamur.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates