Tuesday , 12 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Terapi Sembelit Pada Lansia

Ketahui Terapi Sembelit Pada Lansia

Ketahui Terapi Sembelit Pada Lansia

Ketahui Terapi Sembelit Pada Lansia

Ketahui Terapi Sembelit Pada Lansia – Sembelit disebabkan salh satunya akibat faktor usia. Dimana beberapa cara untuk mengatasi sembelit. Pada usia lanjut dapat dilakukan suatu terapi sembeli. Terapi sembelit yang dilakukan pada lansia bertujuan untuk mengurangi gejala, agar buang air besar normal kembali, agar bisa mengeluarkan kotoran dengan konsistensi normal minimal tiga kali per minggu. Terapi sembelit yang dilakukan pada lansia terdapat dua macam, yakni terapi tanpa menggunakan obat (terapi non-farmakologis) dan terapi menggunakan obat (farmakologi). Berikut penjelasannya:

1. Terapi non-farmakologis

Terapi non-farmakologi merupakan terapi yang dilaksanakan dengan merubah gaya hidup sehingga dapat memperbaiki gejala sembelit. Terapi ini juga bisa dillakukan agar dapat mencegah kondisi sembelit pada waktu yang lama. Adapun kegiatan dalam terapi ini meliputi:

a. Aktivitas Fisik

Seseorang yang mempunyai gaya hidup yang kurang gerak maka mempunyai resiko untuk menderita sembelit 2 kali lipat dibanding pada seesorang dengan gaya hidupnya yang baik. Pada orang usia lanjut biasanya akan menderita penyakit kronis sehingga mengakibatkan dirinya terbaring di tempat tidur. Hal tersebut dapat memicu lansia untuk mengalami susah buang air besar. Untuk yang tidak mengalami penyakit kronis bisa menjadwalkan latihan olahraga sedikitnya 3 kali dalam satu minggu.b. Latihan
Perlu diketahui bahwa waktu yang paling baik untuk buang air besar yaitu sudah bangun tidur serta sudah makan. Sehingga apabila ada respon ingin buang air besar pada waktu tersebut, lakukanlah agar terbiasa.c. Posisi saat Buang Air Besar
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa posisi setengah jongkok ataupun posisi semi squatting adalah posisi yang bisa memudahkan untuk buang air besar. Hal tersebut berhubungan dengan posisi sudut pada usus besar yang akan membentuk suatu sudut. Dengan posisi setengah jongkok akan membuat  usus besar menjadi lebih lurus.

d. Konsumsi Air
Kotoran dengan kandungan airnya yang sedikit dapat mengakibatkan konsistensi tinja menjadi padat dan keras. Dengan minum air yang cukup bisa meningkatkan kandungan air di dalam tubuh serta kotoran yang akan dikeluarkan menjadi lebih mudah dan sekaligus mencegah dehidrasi.

e. Serat
Meningkatkan konsumsi serat pada umumnya sangat direkomendasikan untuk terapi awal dalam mengatasi sembelit atau disebut konstipasi. Rekomendasinya dapat mengkonsumsi makanan yang tinggi serat misalnya buah serta sayur ataupun konsumsi suplemen yang memiliki serat agar dapat memperbaiki gejala sembelit.

f. Biofeedback (Pelatihan Ulang Dasar Rongga Pinggul)
Biofeedback ataupun pelatihan ulang di dasar rongga pinggul adalah suatu terapi pilihan dimana pasien akan dilatih dengan merelaksasikan bagian otot – otot panggul serta otot sfingter anus pada saat mengejan. Stimulasi saraf sakrum pada saat kondisi ini bisa digunakan dalam menangani sembelit.

2. Terapi farmakologis
Terapi farmakologi merupakan suatu terapi dengan mengkonsumsi obat – obatan agar dapat mengatasi gejala sembelit dalam tubuh. Suplemen serat bisa dimasukan ke dalam kategori tersebut. Berikut merupakan jenis obat yang dapat digunakan dalam terapi untuk gejala sembelit:a. Laksatif serat
Bertujuan untuk meningkatkan kotoran dalam menyerap air dengan demikia dapat mempercepat pengeluaran pada kotoran serta dapat meningkatkan pergerakan pada usus. Contohnya obat tipe laksatif serat atau laksativ bulk yaitu methylcellulose, psyllum dan obat polycarbophil.b. Laksatif tipe osmotic
Dimana jenis ini dapat mengakibatkan sekresi air di dalam rongga usus dengan demikian bisa meningkatkan kandungan air di dalam koktoran serta dapat meningkatkan massa pada kotoran. Jenis laksatif tipe ini yaitu jenis garam – garam magnesium.

c. Laksatif stimulant
Jenis ini sudah diyakini untuk meningkatkan motilitas serta sekresi intestinal. Dimana dapat memberikan suatu efek dengan waktu beberapa jam serta dapat menimbulkan efek samping nyeri ataupun kram di bagian perut.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates