Monday , 26 June 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Gejala Cerebral Palsy pada Bayi

Seputar Gejala Cerebral Palsy pada Bayi

Seputar Gejala Cerebral Palsy pada Bayi

Seputar Gejala Cerebral Palsy pada Bayi

Seputar Gejala Cerebral Palsy pada Bayi

Seputar Gejala Cerebral Palsy pada Bayi – Kondisi tubuh pada bayi dimana suatu kondisi yang masih rentan untuk terkena penyakit. Pada setiap minggu ataupun di setiap hari ibu bayi maupun keluarga dapat mengetahui dengan mengamati terkait perkembangannya. Mulai dari bisa tengkurap, bayi bisa duduk, dapat berbicara hingga dapat berjalan dan pada perkembangan bayi yang lainnya. Apabila kondisi kesehatan tubuh bayi mengalami gangguan akibat kuman, akibat serangan bakteri ataupun penyakit tentunya dapat menghambat pertumbuhan pada bayi. Seperti pada penyakit cerebral palsy.

Cerebral palsy adalah suatu kondisi dimana akan menyerang pada bagian terpenting bayi yakni akan menyerang otak bayi. Otak adalah pusat untuk bekerja seluruh bagian anggota tubuh. Apabila otaknya mengalami kerusakan, maka organ tubuh yang lainnya juga tidak bisa bekerja secara normal. Cebral palsy adalah terjadinya kerusakan pada bagian otak secara permanen. Adapun gejala-gejala yang dapat terjadi pada penyakit cerebral palsy memiliki 4 tipe, diantaranya :

1. Patic/ kaku-kaku
Pada tipe ini termasuk yang mendominasi dari jenis tipe – tipe yang lainnya. Hampir 65 % pada penderita cerebral palsy termasuk akan menderita dengan tipe spatic. Tipe tersebut dapat ditandai dengan terjadinya kejang – kejang. Kejang bisa terjadi di sebagian ataupun bahkan seluruh bagian tubuh. Tingkat kekejangan dapat semakin parah apabila seorang anak dengan keadaan tidak tenang, mislanya takut ataupun marah.

2. Athetoid
Pada tipe ini dapat ditandai dengan adanya gerakan pada anak yang terjadi tidak dapat dikontrol. Anggota tubuh akan bergerak secara sendirinya tanpa di sadari, misalnya kaki, bibir, mata, dan bagian anggota tubuh yang lainnya. Gerakan yang tidak disengaja tersebut tidak dapat dicegah akan tetapi dapat diminimalisir pada saat anak sedang tidur.

3. Hypotonic
Pada tipe ini dapat ditandai dengan kondisi tubuh yang sangat lemah.

4. Kombinasi
Pada kombinasi ini merupakan gejala yang terjadi secara campuran antara tipe spatic serta tipe atheroid.
Bahaya cerebral pasly bisa mengakibatkan perkembangan pada otak dan juga fisik anak menjadi terhambat bahkan dapat menyebabkan perkembangannya menjadi berhenti. Bayi yang akan terserang cerebral palsy bisa mengalami beberapa faktor resiko misalnya gangguan bicara, gangguan pada penglihatan, gangguan pada otak untuk berpikir dengan demikian otak hanya dapat berpikir di bawah kemampuan secara normal, gangguan pada perasa, gangguan pada tingkah laku dan bisa mengakibatkan kelumpuhan. Anak dengan kondisi cerebral palsy maka pertumbuhannya menjadi tidak normal.

Meskipun kondisi cerebral palsy jarang terjadi, akan tetapi penyakit cerebral palsy ini sangat berbahaya. Agar dapat menjaga bayi supaya tidak terkena penyakit ini, sehingga ibu harus berhati-hati untuk menjaga kandungannya dan mengenali gejala penyakit cerebral palsy. Berikut merupakan gejala bayi yang mengalami penyakit cerebral palsy, diantaranya:

1. Gangguan penglihatan
Gangguan penglihatan dimana terjadi seperti halnya tatapan mata yang tidak normal hingga dapat menyebabkan kebutaan.

2. Gangguan pendengaran
Gangguan pendengaran dengan gejala awal seperti kurang pekanya pada gendang telinga untuk mendengar bunyi bahkan dapat menyebabkan tuli.

3. Kontraktur persendian
Kontraktur persendian adalah kondisi terbatasnya mobilitas ataupun terbatasnya pergerakan sendi.

4. Tingkat kecerdasan di bawah normal
Tingkat kecerdasan pada anak dengan kondisi cerebral palsy di bawah normal. Sebab kondisi cerebral palsy menyerang bagian otak.

5. Keterbelakangan mental
Keterbelakangan mental yang akan terjadi yakni misalnya pada anak yang berusia 5 tahun akan tetapi seperti pada anak yang usia 3 tahun.

6. Kejang
Kejang yang akan terjadi tidak hanya satu ataupun dua kali akan tetapi hingga berkali-kali dan bahkan sering.

7. Gangguan menghisap atau makan
Pada kondisi cerebral palsy maka anak akan kesulitan untuk menghisap serta menelan makanan.

8. Pernapasan yang tidak teratur
Anak yang mengalami cerebral palsy menyebabkan pernapasannya terganggu menjadi terengah-engah serta sesak.

9. Gangguan bicara
Gangguan bicara akan dialami pada anak yang mengalami cerebral palsy misalnya bicara yang tidak jelas hingga menyebabkan kebisuan.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates