Wednesday , 24 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan

Ketahui Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan

Ketahui Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan

Ketahui Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan

Ketahui Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan

Ketahui Penyebab Janin Meninggal dalam KandunganIntra Uterin Fetal Death atau IUFD merupakan meninggalnya janin di dalam kandungan, dimana dapat dikatakan meninggal yang masih di dalam kandungan apabila usia dari kehamilan lebih dari dua puluh minggu serta berat janin sudah mencapai 500 gram ataupun lebih. Apabila kematian janin terjadi kurang dari 20 minggu ataupun terjadi di trimester pertama, maka disebut dengan keguguran ataupun abortus. Banyak faktor penyebab janin dapat meninggal di dalam kandungan, baik itu dapat berasal dari janinnya sendiri maupun karena kondisi ibu yang sedang tidak sehat. Berikut merupakan factor penyebab janin bisa meninggal di dalam kandungan, diantaranya:

1.    Gawat janin
Tali pusat merupakan perantara untuk masuknya nutrisi dan juga oksigen yang diperlukan janin. Apabila kondisi tali pusat terpelintir, dengan demikian menyebabkan suplainya menjadi terganggu, bahkan akan terhenti. Hal tersebut dapat terjadi biasanya akibat gerakan janin dengan berlebihan, terutama akibat gerakan dengan satu arah saja. Dapat juga akibat kondisi wanita hamil mengalami penyakit tertentu misalnya jantung, diabetes, dan juga hipertensi yang dapat mengakibatkan janin akan mengalami kekurangan oksigen dengan demikian ia bergerak liar serta dapat membuat tali pusat terpelintir.

2.    Kehamilan lewat waktu
Pada umumnya, usia kehamilan sampai usia 42 minggu. Apabila lebih dari usia itu, maka dianggap hamil yang melebihi waktu. Plasenta bisa mengalami penuaan dengan demikian fungsinya akan berkurang, yang dikhawatirkan adalah janin akan mengalami kekurangan asupan nutrisi serta kekurangan oksigen. Selain itu juga, cairan ketuban bisa menjadi kental serta berwarba hijau, yang apabila terisap oleh janin kemudian masuk ke dalam paru – parunya bisa menyebabkan infeksi, keracunan, sampai meninggal dunia.

3.    Golongan darah janin tidak cocok dengan ibu
Apabila darah sang ibu tidak cocok dengan darah janin, misalnya pada golongan darah A, B, O, dimana janin mempunyai golongan darah A ataupun B, sementara pada sang ibu memiliki golongan darah O, ataupun sebaliknya. Sehingga menyebabkan nutrisi serta oksigen mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam janin, dimana darah dalam sang ibu dapat membuat suatu zat antibodi yang bisa mengakibatkan pertumbuhan janin akan menjadi terhenti.

4.    Penyakit ibu dan infeksi
Gangguan penyakit pada seorang wanita hamil dapat menyebabkan janin meninggal di dalam kandungan ibu. Misalnya: diabetes, jantung, hipertensi atau tekanan darah tinggi, akibat kekurangan gizi, dan karena penyakit yang lainnya. Jenis penyakit – penyakit tersebut menyebabkan pertumbuhan bayi menjadi tidak sempurna sebab asupan nutrisi ke dalam janin berkurang.

5.    Kelainan genetik dan bawaan
Terjadi kelainan genetik, seperti, kelainan kromosom pada janin, bisa membuat pertumbuhan janin menjadi terhenti. Ataupun karena janin mengalami kelainan bawaan, misalnya paru – paru menjadi tidak bisa mengembang, jantung janin yang tidak tumbuh dengan sempurna, jantung mengalami kebocoran, ataupun akibat kelainan lainnya yang bisa menyebabkan kematian pada sang janin.

6.    Trauma saat hamil
Wanita hamil yang mengalami kecelakaan dengan demikian akan terjadi suatu benturan pada perut yang bisa mengakibatkan plasenta terlepas. Meskipun hanya sebagian plasenta yang terlepas, akan tetapi kondisi tersebut juga dapat menyebabkan perdarahan dengan demikian asupan nutrisi serta oksigen ke dalam tubuh janin akan menjadi terhenti.

7.    Rhesus darah tidak cocok
Ketidakcocokan yang terjadi seperti karena janin lebih dominan mengikuti rhesus darah sang ayah. Perlu diketahui bahwa rhesus (Rh) sang ayah dan sang ibu berbeda. Ketidakcocokan tersebut bisa mempengaruhi keadaan janin, misalnya: mengalami reaksi imunologis secara berlebihan yang bisa memunculkan pembengkakan pada kulit janin, janin akan mengalami hidrops fetalis, timbulnya cairan yang berlebih di dalam rongga perut, timbulnya penumpukan cairan di dalam rongga dada ataupun rongga jantung, yang akan menyebabkan janin tidak bisa melangsungkan hidupnya.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates