Tuesday , 24 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Seputar Virus Zika

Ketahui Seputar Virus Zika

Ketahui Seputar Virus Zika

Ketahui Seputar Virus Zika

Ketahui Seputar Virus Zika

Ketahui Seputar Virus Zika – Virus zika merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit Zika atau Zika disease ataupun demam Zika. Jenis virus Zika masih termasuk ke dalam garis virus flavivirus yang masuk ke dalam keluarga yang sama dengan jenis virus penyebab penyakit dengue atau demam berdarah. Adapun vektor utama yang menyebabkan penyakit zika yaitu jenis nyamuk Aedes, Nyamuk Aedes adalah jenis nyamuk yang dapat aktif di waktu siang hari, serta dapat hidup di dalam ataupun di luar ruangan.

Virus Zika akan disebarkan ke manusia oleh vektor nyamuk Aedes yang mengalami infeksi. Nyamuk tersebut menjadi terinfeksi apabila sudah menggigit penderita yang mempunyai virus tersebut. Jenis Nyamuk ini sangat aktif pada waktu siang hari serta akan hidup dan berkembang biak di dalam ataupun di luar ruangan yang berdekatan dengan manusia, khususnya di area yang ada genangan air.

Meskipun jarang, virus Zika bisa ditransmisikan dari seorang wanita hamil ke bayinya. Kemungkinan virus zika ditularkan dari seorang wanita hamil kepada janin di dalam kandungannya. Bisa juga bayi tertular ketika waktu persalinan. Selain itu, terdapat juga kejadian dimana virus Zika dapat ditularkan melalui tranfusi darah serta hubungan seksual.

Selain gejala umum yang sudah dijelaskan, gejala yang lain dari virus Zika yaitu dapat mengalami sakit kepala, mengalami nyeri pada belakang mata, serta lelah. Gejala tersebut pada umumnya bersifat ringan serta akan berlangsung sampai sekitar satu minggu.

Perlu diketahui masa inkubasi virus Zika kemungkinan akan berlangsung hingga 2 sampai 7 hari dimulai pada saat pasien terpapar virus tersebut. Meskipun jarang, bisa terjadi kasus yang berat serta memerlukan penanganan yang lebih lanjut, bahkan menyebabkan kematian.

Untuk transmisi virus Zika yang dapat terjadi di dalam kandungan dihbungkan dengan terjadinya mikrosefali serta terjadinya kerusakan otak pada janin. Mikrosefali merupakan keadaan dimana lingkar kepala akan lebih kecil dari ukuran normalnya.

Akan tetapi sebetulnya terdapat beberapa gejala yang khas yang akan dialami pada penderita Zika Virus diantaranya:
1. Demam terjadi tidak akan terlalu tinggi, kadang maksimalnya hanya berada pada suhu 38 °celcius. Cenderung akan naik turun akan tetapi tidak akan terlalu tinggi.

2. Timbulnya beberapa ruam di kulit yang akan berbentuk makulapapular atau kondisi ruam yang melebar dengan adanya benjolan tipis. Kadang ruam akan meluas serta dapat membentuk semacam ruam merah tua serta berwarna kecoklatan.

3. Timbul rasa nyeri di bagian sendi dan otot, kadang juga disertai lebam serta mengalami bengkak di bagian sendi serta otot seperti terbentur dan juga keseleo ringan.

4. Kerap akan muncul keluhan infeksi pada mata yang menyerupai konjungtivitis dengan mata menjadi kemerahan. Kadang berwarna sangat kuat di bagian dalam kelopak dengan tanda munculnya ruam di bagian dalam kelopak mata.

Untuk pengobatan virus Zika akan difokuskan terhadap upaya untuk mengurangi gejala yang terjadi pada pasien, sebab jenis vaksin dan obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit ini belum dapat ditemukan. Untuk pengobatan terhadap adanya gejala yang terjadi bisa berupa pemberian cairan agar mencegah dehidrasi, obat untuk pereda rasa sakit, untuk meredakan demam serta mengobati sakit kepala, dan juga istirahat yang cukup. Penggunaan obat aspirin serta obat anti peradangan nonsteroid yang lainnya tidak dianjurkan.

Untuk pasien yang sudah terinfeksi virus Zika harus berhati – hati terhadap gigitan nyamuk agar dapat menghindarinya. Selama terjangkit penyakit ini virus Zika akan bertahan lama di dalam darah penderitanya yang akan menyebar ke orang lain dengan melalui gigitan nyamuk.

Apabila terinfeksi virus Zika, yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Istirahat yang cukup
2. Konsumsi cukup air agar mencegah dehidrasi
3. Minum obat- obatan yang bisa mengurangi demam atau nyeri
4. Jangan mengkonsumsi aspirin atau pun jenis obat-obatan non stereoid anti inflmation lainnya.
5. Cari pengobatan ke pelayanan kesehatan terdekat.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates