Monday , 25 September 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Penyakit Adenomiosis

Seputar Penyakit Adenomiosis

Seputar Penyakit Adenomiosis

Seputar Penyakit Adenomiosis

Seputar Penyakit Adenomiosis

Seputar Penyakit Adenomiosis – Adenomiosis merupakan suatu kondisi dimana jaringan pada endometrium yang menjadi lapisan terdalam pada rahim serta menjadi tempat menempelnya ovum yang sudah dibuahi, mengalami tumbuh ke bagian dalam pada dinding otot rahim. keadan tersebut dapat terjadi di akhir masa subur serta sudah mempunyai anak. perlu diketahui, bahwa penyebab penyakit adenomiosis belum bisa diketahui secara pasti. Pertumbuhan penyakit tersebut dapat bergantung pada hormone estrogen yang bersirkulasi di dalam tubuh seorang wanita, dimana jenis penyakit tersebut dapat menghilang secara sendirinya setelah menopause pada saat produksi hormone estrogen yang mengalami penurunan.

1.    Penyebab Adenomiosis
Meskipun belum bisa diketahui secara pasti, akan tetapi dalam beberapa teori dapat diketahui sebagai berikut;
a.    Pertumbuhan invasif dari jaringan
Hal tersebut bisa terjadi misalnya ketika seseorang menjalani proses operasi caesar, dimana terdapat suatu sel endometrium yang akan menyusup ke dalam dinding rahim kemudian akan tumbuh serta dapat berkembang disana. Sayatan di bagian rahim pasca operasi misalnya operasi caesar bisa memicu terjadinya invasi langsung pada sel endometrium ke pada bagian dinding rahim.

b.    Teori pertumbuhan
Para ahli menjelaskan bahwa adenomiosis berasal dari dalam otot rahim di jaringan endometrium saat rahim pertama kalinya terbentuk dalam janin perempuan.

c.    Peradangan rahim dikarenakan proses persalinan
Dalam suatu teori menjelaskan adanya keterkaitan antara adenomiosis dengan suatu proses persalinan. Peradangan di dinding rahim selama masa periode postpartum bisa mengakibatkan istirahat dengan batas normal dari sel – sel yang berperan melapisi pada bagian rahim.

d.    Sel punca sumsum tulang
Teori lain menjelaskan bahwa sel punca pada sumsum tulang kemungkinan bisa menginvasi otot rahim kemudian akan memicu kondisi adenomiosis.

2.    Gejala Adenomisis
Adenomiosis tidak akan memicu terjadinya gejala pada beberapa wanita, meskipun hanya sedikit menyebabkan ketidak nyamanan. Akan tetapi pada perempuan lain yang mempunyai penyakit akan mengalami gejala sebagai berikut :

a.    Pendarahan ketika menstruasi yang berat serta yang berkepanjangan.
b.    Dapat mengalami kram perut yang parah serta akan mengalami bagaikan ditusuk pisau di bagian perut seperti terasa nyeri panggul yang akan dirasakan selama menstruasi atau dismenorea.
c.    Mengalami kram selama menstruasi serta akan semakin memburuk pada saat umur semakin dewasa.
d.    Akan terasa nyeri selama melakukan hubungan seksual.
e.    Akan mengalami pendarahan di antara periode menstruasi.
f.    Ukuran rahim akan membesar 2 smapai 3 kali lipat dari ukuran normalnya. Walaupun tidak bisa mengetahui secara langsung ukuran rahim, akan tetapi hal tersebut dapat diketahui apabila perut bagian bawah tampak lebih besar.

3.    Pengobatan Adenomisis
Penyakit Adenomisis ini pada umumnya bisa hilang setelah mengalami menopause, dengan demikian untuk pengobatannya bisa dikatakan sesuai dengan kondisinya. Adapun pilihan pengobatan untuk penderita adenomiosis sebagai berikut :

a.    Obat Anti Inflamasi
jika seesorang mendekati masa menopause, maka dokter dapat memberikan obat untuk anti inflamasi agar dapat mengontrol rasa nyeri.

b.    Obat Hormon
Lakukan kontrol pada siklus menstruasi yang menggunakan alat kontrasepsi oral dengan kombinasi estrogen serta progestin atau dapat dengan hormon cincin vagina maka bisa mengurangi pendarahan yang hebat dan mengurangi rasa sakit akibat adenomiosis.

c.    Histerektomi
Jika rasa sakit yang dialami pasien parah namun masa menopause yang masih lama, maka dokter dapat menyarankan operasi untuk mengangkat rahim ataupun histerektomi.

4.    Resiko Adenomisis
Seorang wanita bisa mengalami peningkatan resiko adenomiosis jika :
a.    Sudah menjalani pembedahan di area uterus seperti misalnya menjalani operasi cesar.
b.    Sudah pernah melahirkan
c.    Usia setengah baya serta belum menopause

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates