Friday , 26 May 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Berat Helm Yang Aman dan Nyaman

Berat Helm Yang Aman dan Nyaman

Berat Helm Yang Aman dan Nyaman

Berat Helm Yang Aman dan Nyaman

Berat Helm Yang Aman dan Nyaman

Berat Helm Yang Aman dan Nyaman – Ada anggapan di kalangan bikers, semakin berat helm, semakin bagus dan akan memberikan perlindungan yang besar terhadap kepala ketika jatuh. “Karena, makin berat, makin tebal cangkang helm akan bertahan terhadap benturan,” yakin Rahman, biker Serang, Banten. Benarkah?
Bahkan adanya anggapan di kalangan masyarakat helm yang berat adalah helm yang mahal. Sedangkan helm yang ringan adalah helm murah.

Belum tentu. Kalau anggapan itu benar, tentu saja produsen helm tak akan memakai bahan plastik komposit untuk helm. Tetapi, akan memakai bahan dari  besi seperti helm tentara pada zaman dahulu. Tapi, kalau helm itu terlalu ringan dari standar yang sudah ditentukan, belum tentu aman juga.
Sebenarnya berapa sih berat ideal sebuah helm? Hampir semua negara mempunyai regulasi berat standar

internasional. Mulai SNI Indonesia, DOT Amerika, ECE Eropa.
Aturan berat helm yang ditetapkan tidak banyak berbeda di setiap negara. “Berat helm, ditentukan dari jenis dan peruntukkannya. Jenis open face, fullface atau modular. Pasti berbeda berat. Begitupun, penggunaannya. Apakah untuk harian atau balapan,” jelas Henry Tedjakusuma, Direktur Marketing PT Tara Kusuma Indah, produsen helm INK, KYT, MDS dan Hiu.

Rentang massa (berat) helm antara 1,1 kg – 2 kg. Helm open face harian, antara antara 1.100 – 1.400 gram. Fullface 1.400 – 1.600 gram. Sedangkan modular bisa mencapai 1,8 kg. Beda berat, bisa dipicu fitur-fitur yang ditambahkan di helm yang menyumbang hingga 10 persen dari bobot awal. Seperti dobel visor, desain topi, dan jenis pengunci tali.

Memang, untuk memberikan proteksi atau perlindungan yang lebih baik, kadang banyak fitur yang disematkan pada helm. Dan, hal inilah yang membuat helm semakin berat. Tapi, kini sudah banyak produsen mengembangkan helm serat karbon. Sehingga, ringan tetapi perlindungan optimal.
Bobot helm berhubungan dengan kenyaman dan ergonomi penggunanya. Makin berat helm, tak hanya membuat pegal, tapi mampu merusak saraf di bagian leher. Sebaiknya memilih helm yang nyaman dan aman kita gunakan. Berikut ini ada beberapa tips memilih helm yang aman dan nyaman untuk kita semuanya.

1. Sesuaikan ukuran helm yang ingin anda beli dengan kepala anda, cara memilih helm yang sesuai ukuran kepala anda adalah apabila helm yang ingin anda beli tersebut sudah menekan bagian pipi dan dahi anda maka helm tersebut sudah bagus. Coba tahan helm yang anda gunakan selama 30 detik (ketika digunakan) jika pada bagian pelipis terasa sakit atau anda merasakan pusing itu berarti helm tersebut terlalu sempit. Demikian juga jika helm anda terlalu longgar anda bisa melakukan dengan cara menggelengkan kekanan dan juga kekiri jika lobok maka helm tersebut terlalu besar.

2. Pilih kaca helm yang bening agar tidak mengganggu pandangan atau menjadi penghalang ketika kaca helm di tutup.

3. Pilihlah helm yang menggunakan desain kunci (dibagian leher) agar tidak mudah lepas. Komponen yang satu ini menjadi hal utama karena jika anda terjatuh dan helm ternyata mampu lepas sendiri itu akan membahayakan kepala anda, jadi pastika anda mengetahui dengan baik cara mengunci helm anda (dibagian leher) agar tidak mudah lepas di saat kecelakaan.

4. Pilih Bobot helm yang tidak terlalu berat. Karena jika helm terlalu berat walaupun helm tersebut bagus tentunya tidak akan nyaman digunakan, gunakan insting anda untuk memilih helm yang benar pas dan nyaman untuk digunakan

5. Bagi anda yang menggunakna kaca mata (min) mungkin lebih cocok memilih helm jenis tipe Flip UP, ( helm model buka tutup).

6. Periksa juga kekecangan pada bagian baut penahan kaca helm, Bagian ini biasanya sering sering sekali helm mengalami kerusakan, jadi pilihlah helm yang mempunyai pengait kaca helm yang kuat agar ketika digunakan dengan kecepatan tinggi kaca helm tersebut tidak terbuka.

7. Saat membeli helm jangan lupa untuk memeriksa apakah helm tersebut sudah memiliki sertifikasi khusus yang dikeluarkan oleh lembaga tertentu, karena tidak semua merek helm memilikinya, contoh sertifikat helm seperti : DOT, SNELL, SNI dan lain lain .

8. Memilih helm yang masih baru, jangan yang bekas, biasanya ada lho helm yang second atau bekas dijual di pinggir jalan, jadi kita tidak pernah mengetahui  apa yang terjadi pada helm tersebut sebelumnya apakah helm itu pernah terbentur, jatuh, terus di modif lagi jadi terlebih lebih OK lagi.

9. Yang terakhir dan tidak kalah penting adalah periksa kemampuan anda, kalau soal beginian tentunya urusan dompet yang berbicara, jadi ngotot untuk membeli helm yang mahal sedangkan kita tidak mampu membelinya, jika sudah berkuarga anda bisa berdiskusi sama istri anda agar kebutuhan sehari hari tidak menjadi kendala

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates