Thursday , 25 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Seputar Kondisi Bulimia Nervosa

Ketahui Seputar Kondisi Bulimia Nervosa

Ketahui Seputar Kondisi Bulimia Nervosa

Ketahui Seputar Kondisi Bulimia Nervosa

Ketahui Seputar Kondisi Bulimia Nervosa

Ketahui Seputar Kondisi Bulimia Nervosa – Bulimia nervosa merupakan suatu kondisi terjadinya gangguan makan yang dapat ditandai dengan periode binge atau makan dengan jumlah yang berlebihan lalu akan mengeluarkannya kembali. Hal tersebut dilakukan akibat takut mengalami pertambahan dalam berat badannya. Akan tetapi bukan berarti seseorang dengan bulimia mempunyai berat badan yang kurang atau underweight. Pada beberapa orang akan mempunyai berat badan yang berlebihan atau disebut dengan obesitas.Seseorang yang mengalami bulimia akan mengeluarkan kembali makanan yang dikonsumsinya sebagai suatu upaya dalam mengontrol berat badannya. Bulimia bukanlah suatu kondisi yang wajar, sebab hal ini merupakan jenis penyakit gangguan pada mental yang memerlukan terapi intensif. Ciri -ciri serta gejala bulimia nervosa yaitu dimana makan dengan jumlah yang berlebihan.

Terdapat dua jenis binge, yakni:
1. Makan dengan jumlah yang sangat berlebihan dalam waktu yang sangat pendek seperti dalam waktu dua jam. Seseorang yang binge akan kehilangan kontrol pada saat makan seperti ketidakmampuan dalam menghentikan keinginan makan. Setelah makan yang banyak, maka akan timbul rasa takut bertambahnya berat badan. Adapun perilaku untuk mengontrol bobot badannya setelah makan berlebihan yaitu muntah, penggunaan obat laksatif atau diuretic, melakukan olahraga secara berlebihan, konsumsi obat – obatan untuk pengontrol berat badan.

2. Seseorang yang mengalami bulimia dapat mengalami siklus makan dengan berlebihan tanpa control. Pada penderita dengan gangguan ini dapat mengalami fluktuasi dalam berat badannya. Berat badannya akan berada pada rentang normal, underweight ataupun berat badannya menjadi semakin meningkat.

Tanda serta gejala bulimia dapat dalam bentuk fisik, bentuk psikologi serta perilaku. Sangat mungkin terjadi pada seseorang akan mengalami kombinasi ketiga gejala dan tanda tersebut. Berikut penjelasannya:

1. Ciri – ciri fisik bulimia nervosa yaitu berat badan akan sering berubah baik naik ataupun turun. Terdapat tanda kerusakan akibat muntah seperti bengkak pada pipi ataupun rahang, terjadi kerusakan gigi, bau nafas atau halitosis yang tidak enak, perut kembung, mengalami konstipasi atau mengalami intoleransi terhadap makanan. Pada wanita akan mengalami gangguan menstruasi, terasa pusing ataupun sakit kepala, terasa lelah serta tidak bisa tidur secara normal.

2. Ciri – ciri bulimia ditinjau dari segi psikologis: penderitanya mengalami obsesi terhadap makan, selalu sensitif dengan komentar terkait makanan, dengan bentuk tubuh, sensitif dengan berat badan, serta olahraga, akan rendah diri serta memiliki perasaan malu, akan merasa bersalah terutama selesai makan. Mempunyai distorsi terhadap bentuk tubuh seperti melihat dirinya terasa gemuk walaupun sebetulnya berat badannya ideal.

3. Citi- ciri ditinjau dari perilaku (behavior): Perilaku atau kebiasaan makan yang berlebihan, muntah ataupun konsumsi obat laksatif atau pencahar, konsumsi obat menekan nafsu makan ataupun diuretic, biasanya ingin makan tanpa ada orang lain atau anti sosial, kebanyakan menghabiskan waktu sendiri. Perilaku dalam memperhatikan bentuk serta berat badan dengan berulang – ulang seperti menimbang badan berulang – ulang, sering melihat dirinya di depan kaca dan yang lainnya, melakukan olahraga secara berlebihan.

Seseorang yang mengalami bulimia akan menimbulkan resiko, sebagai berikut:
1. Sakit tenggorokan kronik
2. Rasa panas di dada akibat refluks asam lambung atau naik ke atas kerongkongan
3. Peradangan dan luka pada esofagus (kerongkongan)
4. Peradangan pada lambung akibat muntah yang berulang
5. Ulkus atau tukak pada lambung serta usus halus
6. Pergerakan usus menjadi tidak teratur
7. Mengalami konstipasi atau sembelit
8. Mengalami diare akibat penyalahgunaan obat laksatif (untuk pencahar)
9. Menyebabkan osteoporosis (meningkatkan tulang menjadi rapuh)
10. Mengalami gangguan menstruasi
11. Meningkatkan resiko infertilitas pada pria maupun wanita

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates