Friday , 26 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Kriteria dan Efek Samping Penggunaan Obat Antibiotik

Kriteria dan Efek Samping Penggunaan Obat Antibiotik

Kriteria dan Efek Samping Penggunaan Obat Antibiotik

Kriteria dan Efek Samping Penggunaan Obat Antibiotik

Kriteria dan Efek Samping Penggunaan Obat Antibiotik

Kriteria dan Efek Samping Penggunaan Obat Antibiotik – Antibiotika merupakan suatu zat kimia yang dapat diperoleh dari fungi serta bakteri, yang mempunyai khasiat untuk mematikan atau dapat menghambat adanya pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya untuk manusia dapat relatif kecil. Kunci agar dapat mengontrol penyebaran bakteri yang mengalami resisten yaitumenggunakan antibiotika dengan tepat serta dengan rasional. Pengobatan rasional merupakan supaya masyarakat menggunakan obat antibiotik sesuai dengan keperluan klinisnya, dengan dosis yang tepat untuk kebutuhan individunya, dengan waktu yang cukup serta dengan biaya yang sangat terjangkau. Berdasarkan penjelasan WHO, kriteria penggunaan obat yang rasional, diantaranya :

1.    Pengobatan dilakukan sesuai dengan indikasi penyakit yang didasarkan atas keluhan individu serta hasil pemeriksaan fisik.

2.    Oba diberikan dengan dosis yang tepat dengan memperhitungkan umur, berat badan serta kronologis penyakit.

3.    Waktu pemberian yang tepat yakni dengan cara pemberian dengan interval. Jarak minum obat dapat sesuai dengan aturan penggunaannya yang sudah ditentukan.

4.    Lama pemberian obat yang tepat. Pada kondisi kasus tertentu membutuhkan pemberian obat dengan jangka waktu tertentu.

5.    Obat yang digunakan harus efektif dengan kualitas terjamin. Hindari penggunaanobat yang kedaluarsa serta tidak sesuai dengan jenis keluhan penyakit yang dirasakan.

6.    Obat tersedia setiap waktu dengan harga yang terjangkau. Jenis obat mudah diperoleh dengan harganya relatif murah.

7.    Meminimalkan efek samping serta alergi obat

Setiap obat memiliki efek samping yang berbeda. Penggunaan antibioik memiliki efek samping sendiri yang akan dialami pada seseorang yang mengkonsumsinya. Berikut merupakan efek samping penggunaan antibiotik yang tidak tepat diantaranya :

1.    Dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh
Antibiotik bisa menyebabkan seseorang akan lebih mudah untuk terserang penyakit.

2.    Infeksi pada organ intim
Infeksi tersebut biasanya akan terjadi pada wanita, dimana penggunaan antibiotik justru bisa menyebabkanterjadinya gangguan keputihan, gatal-gatal, timbulnya cairan sertaberbau di daerah V.

3.    Dapat menyebabkan gangguan pencernaan
Konsumsi antibotik yang tidak sesuai bisa menyebabkan timbulnya berbagai gangguan dalam saluran pencernaan, misalnya perut kembung, mual, mengalami kram perut, diare, serta muntah. Selain gangguan tersebut, penggunaan antibiotik juga bisa mengganggu dalam perkembangan flora normal usus sebab bisa mematikan bakteri baik dan juga jamur yang digunakan dalam proses pencernaan serta penyerapan makanan di dalam tubuh.

4.    Dapat meningkatkan resiko alergi
Pada beberapa orang, konsumsi antibiotik justru dapat menimbulkan berbagai jenis alergi misalnya gatal-gatal atau akan terjadi pembengkakan pada mulut serta di tenggorokan.

5.    Meningkatkan resiko gangguan jantung
Konsumsi antibiotik yang tidak tepat, dapat ditandai dengan jantung mengalami berdebar dan sakit pada kepala

6.    Gangguan darah
Beberapa jenis antibiotik misalnya kloramfenikol bisa meningkatkan resiko menekan sum sum tulang dengan demikian produksi sel- sel darah menjadi menurun.

7.    Resiko kelainan hati
Penggunaan antibiotik misalnya flucloxacillin, eritromisin, nitrofurantoin, trimetoprim, serta sulfonamid bisa meningkatkan resiko terjadinya kelainan pada hati misalnya meningkatkan resiko penyakit kuning.

8.    Berbahaya pada anak-anak
Konsumsi antibiotik dengan dosis yang berlebihan pada anak-anak bisa menyebabkan si anak mengalami kekurangan manfaat vitamin K yang dapat berguna dalam mencegah perdarahan.

9.    Resistensi antibiotik
Mengkonsumsi antibiotik yang berlebihan bisa menyebabkan tubuh nantinya lebih kebal terhadap antibiotik itu sendiri. Denga demikian apabila ia mengalami kembali jenis penyakit yang sama, maka penggunaan antibiotic yang sejenis tidak akan mampu lagi untuk melawan penyakit tersebut. Dengan demikian dibutuhkan dosis yang lebih tinggi dalam menanggulanginya.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates