Tuesday , 26 September 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Faktor Penyebab dan Gejala Anoreksia Nervosa

Seputar Faktor Penyebab dan Gejala Anoreksia Nervosa

Seputar Faktor Penyebab dan Gejala Anoreksia Nervosa

Seputar Faktor Penyebab dan Gejala Anoreksia Nervosa

Seputar Faktor Penyebab dan Gejala Anoreksia Nervosa

Seputar Faktor Penyebab dan Gejala Anoreksia Nervosa – Anoreksia merupakan kelainan yang bukan disebabkan karena makanan. Kondisi ini lebih condong terhadap cara yang tidak sehat untuk menghadapi gangguan emosional. Pada kondisi Bulimia nervosa akan kembali memuntahkan makanannya sebab merasa bersalah sudah memasukkan banyak makanan walupun dengan porsi yang normal. Pada kondisi anoreksia melakukan hal tersebut walaupun sudah mempunyai berat badan rendah dengan kategori tidak normal, seseorang yang mengalami anoreksia sangat tidak peduli dengan penurunan berat badannya.Kondisi anoreksia akan lebih sering dialami pada wanita jika dibandingkan pada pria. Penderita anoreksia kebanyakan mempunyai prestasi serta posisi yang sangat popular misalnya model, aktor, penari serta atlet yang memerlukan pengukuran berat badan yang rendah. Penderita anoreksia akan cenderung tampil perfeksionis yang juga sering dijumpai pada masa pubertas.

Adapun tipe anoreksia dibagi menjadi dua tipe, sebagai berikut :
1. Restricting type
Pada jenis tipe ini, dimana penderita anoreksia akan melakukan diet yang membatasi asupan kalori serta dapat meningkatkan olahraga agar dapat mengurangi berat badannya. Penderita akan selalu memberikan batasan bagi dirinya sendiri dengan asupan makanan yang dikonsumsi sehari-harinya.

2. Binge-eating-purging type
Pada penderita anoreksia dapat memuntahkan kembali makanannya sebab merasa bersalah sudah berlebihan untuk makan walaupun sebenarnya porsi yang dikonsumsi masih dalam normal.  Orang pada tipe ini akan sering menyalahgunakan obat sebagai pencahar agar dapat mengeluarkan makanan yang ia konsumsi.

Untuk penyebab anoreksia belum dapat diketahui secara pasti, akan tetapi menurut para ahli  faktor biologis, psikologis serta pengaruh lingkungan dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami penyakit anoreksia, berikut diantaranya:

1. Faktor Biologis atau Genetika
Walaupun belum diketahui dengan pasti gen apa yang dapat mengakibatkan penyakit anoreksia, akan tetapi perubahan genetik tertentu memungkinkan bisa menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami anoreksia. Gen yang mengarah terhadap perfeksionis, sensivitas serta ketekunan maka mempunyai sifat yang berhubungan dengan anoreksia.

2. Faktor Psikologis
Seseorang terkadang mempunyai karakteristik emosional yang dapat mengembangkan anoreksia. Sifat kepribadian yang obsesif – kompulsif ia untuk melakukan diet yang ekstrem dengan resiko agar memperoleh kesempurnaan pada bentuk tubuh. Sifat yang lain dapat berupa kecemasan dengan tingkat tinggi dapat mendorong seorang wanita menjadi tidak makan walaupun terasa sangat lapar.

3. Pengaruh Lingkungan
Tekanan dari orang lain apalagi dari teman sebaya agar mempunyai bentuk tubuh yang ramping menjadi salah satu faktor pemicu seseorang untuk melakukan diet yang ekstrem. Anggapan seseorang bahwa kurus lebih baik jika dibandingkan dengan gemuk akan membuat seorang gadis menghiraukan asupan gizi yang dibutuhkan untuk masa pertumbuhannya.

Sebetulnya tanda – tanda fisik serta gejala anoreksia merupakan sesuatu yang dapat dilihat dengan langsung. Keadaan tersebut tidak berhubungan dengan kelaparan, akan tetapi lebih mengarah terhadap gangguan emosional serta perilaku yang berhubungan dengan persepsi ketakutan yang intens tentang perasaan terasa gemuk. Gejala anoreksia dapat dibedakan menjadi gejala fisik serta gejala emosional, diantaranya:

1. Gejala fisik
Adapun tanda – tanda fisik serta gejala anoreksia sebagai berikut:
a. Penurunan berat badan yang ekstrim
b. Memiliki tubuh yang sangat kurus
c. Jumlah darah yang abnormal
d. Sering kelelahan mesipun tidak melakukan aktivitas berat
e. Insomnia
f. Sering pusing atau pingsan tanpa sebab yang pasti
g. Perubahan warna jari menjadi lebih kebiruan
h. Rambut yang menipis, botak atau rontok
i. Tidak adanya menstruasi pada wanita
j. Sembelit
k. Kulit kering atau kekuningan
l. Tidak betah / intoleransi terhadap dingin
m. Detak jantung yang tidak teratur
n. Tekanan darah rendah
o. Dehidrasi
p. Osteoporosis
q. Pembengkakan pada bagian lengan atau kaki

2. Gejala Emosional  / Perilaku Seseorang
Adapun gejala perilaku anoreksia merupakan perubahan perilaku seseorang dalam menurunkan berat badan, sebagai berikut :
a. Selalu membatasi asupan makanan dengan diet yang ekstrem atau puasa
b. Melakukan olahraga yang berlebihan
c. Mencoba memutahkan makanan yang baru saja ia konsumsi
d. Sering menggunakan obat pencahar, enema ataupun produk herbal yang bermanfaat untuk mengeluarkan makanan dari tubuhnya

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates