Tuesday , 26 September 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Kondisi Sleep Apnea

Seputar Kondisi Sleep Apnea

Seputar Kondisi Sleep Apnea

Seputar Kondisi Sleep Apnea

Seputar Kondisi Sleep Apnea

Seputar Kondisi Sleep Apnea – Sleep apnea merupakan terjadinya gangguan tidur yang serius di mana pernafasan akan sering berhenti pada saat tidur. Maka dampaknya, organ tubuh, khususnya bagian otak, kemungkinan tidak akan memperoleh oksigen yang cukup, dan kualitas tidur juga akan menjadi buruk, yang bisa membuat penderitanya merasa kelelahan keesokan harinya. Terdapat dua jenis utama dari kondisi sleep apnea, diantaranya:

1. Sleep apnea obstrukti yaitu jenis yang lebih umum, yang diakibatkan terjadinya penyumbatan di bagian saluran pernafasan.

2. Sleep apnea pusat yaitu kondisi yang tidak diakibatkan oleh penyumbatan saluran pernafasan, akan tetapi diakibatkan oleh terjadinya ketidak stabilan pusat kendali pada pernafasan. Dampaknya yaitu otak akan gagal memberikan sinyal untuk otot bernafas.

Biasanya kondisi sleep apnea lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita, perbandingannya sekitar 2 sampai 3 pria dengan banding 1 wanita. Sleep apnea bisa ditangani dengan menghindari  factor penyebabnya.

Adapun tanda – tanda dan gejala kondisi sleep apnea, diantaranya:
1. Mendengkur kencang
2. Terdapat beberapa interupsi nafas saat tidur
3. Bangun mendadak yang disertai sesak napas
4. Bangun dengan mulut kering ataupun sakit tenggorokan
5. Sakit kepala di pagi hari
6. Kesulitan tidur atau insomnia
7. Rasa kantuk di siang hari yang berlebih atau hypersomnia
8. Masalah dalam perhatian
9. Mudah merasa kesal.

Seseorang harus menghubungi dokter jika mengalami gejala -gejala sebagai berikut ini:
1. Mendengkur dengan suara kencang yang dapat mengganggu tidur orang lain dan tidur Anda sendiri
2. Sesak nafas, terengah – engah, ataupun tersedak yang akan membangunkan Anda dari tidur
3. Ada jeda pada pernafasan pada saat tidur
4. Rasa kantuk di siang hari yang berlebih
5. Lelah, mengantuk, serta akan mudah marah

Berikut merupakan penyebab sleep apnea obstruktif serta sleep apnea sentral diantaranya:

1. Sleep apnea obstruktif, pada saat otot belakang bagian tenggorokan mengendur, maka saluran pernafasan akan menyempit serta akan menutup pada saat bernafas. Hal tersebut bisa menurunkan oksigen di dalam tubuh. Keadaan ini akan disadari otak serta dapat membangunkan pasien dari tidur agar membuka kembali bagain saluran pernafasannya. Biasanya akan bangun dengan sangat sebentar sampai pasien dengan kondisi sleep apnea tidak dapat mengingatnya.

2. Sleep apnea sentral, pada otak pasien akan gagal mengirimkan sinyal agar otot bernafas. Hal tersebut akan membuat otot tidak bernafas selama beberapa waktu. Pasien bisa bangun dengan kondisi sesak nafas atau aka mengalami kesulitan untuk tidur.

Berikut merupakan factor – faktor risiko terjadinya sleep apnea, diantaranya:
1. Faktor resiko sleep apnea obstruktif, sebagai berikut:
a. Pria
b. Berat badan berlebih
c. Berusia di atas 40 tahun
d. Memiliki lingkar leher besar (43 cm atau lebih pada pria dan 40 cm atau lebih pada wanita)
e. Memiliki amandel yang besar, lidah yang besar atau rahang kecil
f. Memiliki sejarah keluarga terhadap sleep apnea
g. Asam lambung
h. Penggunaan alkohol, sedatif atau penenang
i. Merokok
j. Hidung tersumbat

2. Faktor resiko sleep apnea sentral, sebagai berikut:
a. Berusia paruh baya atau lebih tua
b. Kelainan jantung
c. Penggunaan penawar rasa sakit narkotik, seperti methadone
d. Stroke.

Adapun pengobatan yang dapat dilakukan di rumah, sebagai berikut:
1. Kurangi berat badan berlebih
2. Olahraga secara rutin
3. Hindari alkohol dan obat – obatan tertentu seperti penenang dan pil tidur
4. Tidur dengan posisi sisi atau tengkurap dibanding tidur telentang pada punggung
5. Jaga saluran nasal untuk tetap terbuka pada saat malam hari
6. Berhenti merokok apabila Anda perokok

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates