Saturday , 23 September 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui 4 Stadium Penyakit Sifilis

Ketahui 4 Stadium Penyakit Sifilis

Ketahui 4 Stadium Penyakit Sifilis

Ketahui 4 Stadium Penyakit Sifilis

Ketahui 4 Stadium Penyakit Sifilis

Ketahui 4 Stadium Penyakit Sifilis – Penyakit Sifilis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual atau disingkat PMS. Lesi pada kondisi sifilis akan bias terlihat jelas ataupun tidak akan terlihat secara jelas. Jenis penyakit sifilis ini dapat menular apabila ia melakukan hubungan seksual bersama wanita yang lainnya. pada seorang wanita hamil, akan menularkan penyakit sifilis ini kepada janinya yang melalui plasenta. Sifilis merupakan jenis penyakit infeksi yang diakibatkan oleh Treponema pallidum, yang merupakan penyakit kronis serta bisa menyerang seluruh bagian organ tubuh.Perjalanan pada penyakit ini akan cenderung kronis serta bersifat sistemik, atau hampir semua bagian tubuh bisa diserang, termasuk pada sistem kardiovaskuler serta saraf. selain dapat menularkan kepada janin yang dikandung, sifilis ini menyebabkan kelainan bawaan atau bahkan menyebabkan kematian. Apabila cepat terdeteksi kemudian diobati, maka sifilis bisa disembuhkan dengan menggunakan obat antibiotika. Akan tetapi apabila tidak diobati, maka penyakit sifilis bisa berkembang ke fase selanjutnya serta akan meluas ke seluruh bagian tubuh yang lain di luar alat kelamin.

Penyakit sifilis mempunyai empat stadium yakni stadium primer, sekunder, laten serta stadium tersier. Pada tiap stadium dengan perkembangan gejala penyakit yang akan berbeda – beda serta akan menyerang bagian organ tubuh yang dapat berbeda – beda pula, berikut diantaranya:

1. Stadium Dini atau I (Primer)
Tiga minggu setelah seseorang terinfeksi, maka akan timbul lesi di tempat masuknya Treponema pallidum. Pada umumnya lesi hanya satu. Akan terjadi efek primer yang berupa penonjolan yang berukuran kecil serta erosif, dengan ukuran satu sampai dua cm, dengan bentuk bulat, jika di raba terdapat pengerasan. Kelainan yang terjadi tidak akan terasa nyeri.

Setelah tiga minggu kemudian akan menjalar ke bagian kelenjar getah bening yang terjadi di daerah lipatan paha. Kelenjar tersebut akan membesar, dengan tekstur padat dan kenyal, tidak akan terasa nyeri. Kondisi tersebut disebut dengan sifilis stadium 1 dengan kompleks primer.

2. Stadium II (Sekunder)
Pada umumnya jika gejala sifilis pada stadium II timbul, maka sifilis pada stadium I sudah sembuh. Waktu antara sifilis I dengan sifilis II pada umumnya antara 6 sampai 8 minggu. pada sifilis ini akan timbul sifat yang khas yaitu jarang mengalami rasa gatal. Terjadi gejala konstitusi misalnya anoreksia, nyeri kepala, demam, nyeri pada tulang, serta pada leher yang biasanya akan mendahului, atau kadang- kadang terjadi bersamaan bersama kelainan pada kulit. Kelainan pada kulit akan timbul berupa bercak – bercak ataupun berupa tonjolan – tonjolan dengan ukuran kecil. Tidak ada gelembung yang bernanah.

3. Sifilis Stadium III (laten)
Lesi yang khas yaitu guma yang dapat terjadi 3 sampai 7 tahun sesudah infeksi. Guma pada umumnya terjadi satu, bisa multipel, dengan ukuran milier hingga berdiameter dengan beberapa sentimeter. Guma bisa trejadi di semua jaringan serta organ, termasuk pada tulang rawan pada bagian hidung dan juga dasar mulut. Guma juga bisa dijumpai di bagian organ dalam misalnya hati, lambung, limpa, paru-paru, testis, dan lainnya. Kelainan lain akan berupa nodus di bagian bawah kulit, berwarna kemerahan dan akan terasa nyeri.

4. Sifilis Stadium IV (Tersier)
Kondisi sifilis tersier pada umumnya akan timbul 10 sampai 20 tahun sesudah infeksi primer. Sebesar 10% pada penderita sifilis dapat mengalami stadium ini. Pria serta seseorang dengan kulit berwarna akan lebih banyak terkena. Kematian akan terjadi akibat sifilis terutama diakibatkan oleh sifilis stadium ini.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates