Friday , 26 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Tanda dan Gejala Penyakit Sifilis

Tanda dan Gejala Penyakit Sifilis

Tanda dan Gejala Penyakit Sifilis

Tanda dan Gejala Penyakit Sifilis

Tanda dan Gejala Penyakit Sifilis

Tanda dan Gejala Penyakit Sifilis – Sifilis merupakan jenis penyakit infeksi yang diakibatkan oleh Treponema pallidum, dimana merupakan jenis penyakit kronis yang bersifat sistemik. Selama perjalanan jenis penyalit sifilis ini bisa menyerang seluruh bagian organ tubuh. Untuk gejala akan terjadi pada penyakit sifilis biasanya akan mulai terjadi dalam waktu 1 sampai 13 minggu sesudah terinfeksi dengan rata – rata 3 sampai 4 minggu. Infeksi akan menetap selama bertahun – tahun dan jarang menimbulkan kerusakan pada jantung, kerusakan pada otak ataupun kematian. Infeksi akibat Treponema pallidum akan berkembang dengan melalui empat tahapan, yaitu:1. Fase Primer.
Pada fase ini akan terbentuk luka ataupun ulkus yang tidak akan terasa nyeri di tempat yang terinfeksi; yang biasanya akan terjadi pada penis, vulva ataupun pada vagina. Luka juga dapat dijumpai pada lidah, anus, leher rahim, pada rektum, bibir, pada tenggorokan, jari tangan ataupun di bagian tubuh yang lainnya. Pada penderita yang hanya mempunyai 1 ulkus, akan tetapi kadang dapat terbentuk beberapa ulkus. Luka yang akan terjadi tidak akan mengeluarkan darah, akan tetapi apabila digaruk dapat mengeluarkan cairan jernih yang akan sangat menular. Kelenjar getah bening yang terdekat biasanya dapat menjadi besar, juga akan disertai rasa nyeri. Luka tersebut dapat mengakibatkan sedikit timbulnya gejala dengan demikian seringkali tidak dihiraukan. Biasanya luka akan membaik selama waktu 3 sampai 12 minggu dan kemudian penderitanya akan tampak sehat dengan keseluruhan.

2. Fase Sekunder.
Pada fase sekunder biasanya akan dimulai dengan timbulnya ruam pada kulit, yang timbul selama waktu 6 sampai 12 minggu sesudah terinfeksi. Ruam tersebut dapat berlangsung dalam waktu sebentar atau hanya beberapa bulan. Meskipun tidak dilakukan pengobatan, ruam tersebut dapat menghilang. Akan tetapi selama beberapa minggu ataupun selama beberapa bulan kemudian bisa timbul ruam yang baru.
Pada saat fase sekunder akan sering dijumpai luka pada mulut. Sebesar 50% penderita akan mempunyai pembesaran pada kelenjar getah bening di seluruh bagian tubuhnya serta sebanyak 10% akan mengalami peradangan pada mata yang dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur.
Penderitanya juga akan mengalami peradangan di bagian tulang dan juga sendi yang akan disertai dengan rasa nyeri. Peradangan ginjal dapat mengakibatkan bocornya protein ke dalam air kemih.

3. Fase Laten.
Sesudah penderitanya sembuh dari kondisi fase sekunder, maka penyakit dapat memasuki fase laten dimana tidak akan tampak gejala sama sekali. Fase tersebut dapat berlangsung selama bertahun – tahun bahkan sepanjang hidup penderitanya.

4. Fase Tersier.
Pada fase tersier dimana penderitanya tidak akan lagi menularkan penyakitnya ke lingkungannya. Gejala akan bervariasi mulai dari yang ringan hingga sangat parah. Gejala tersebut terbagi menjadi tida kelompok utama yaitu:

a. Sifilis tersier jinak.
b. Sifilis kardiovaskuler.
c. Neurosifilis.Adapun 3 jenis utama dari gejala neurosifilis yaitu:
1) Neurosifilis meningovaskuler.
2) Neurosifilis paretik.
3) Neurosifilis tabetik.

Adapun gejala sifilis kongenital atau kelainan kongenital dini, diantaranya:
1. Kelainan kongenital dini
a. Makulopapular pada kulit
b. Retinitis
c. Terdapat tonjolan kecil pada mukosa
d. Hepatosplenomegali
e. Ikterus
f. Limfadenopati
g. Osteokondrosis
h. Kordioretinitis
i. Kelainan pada iris mata

2. Kelainan kongenital terlambat (lanjut)
a. Gigi hutchinnson
b. Gambaran mulberry pada gigi molar
c. Keratitis intertinal
d. Retaldasi mental
e. Hidrosefalus

Pada janin dapat mengakibatkan kematian, partus immaturus serta partus premature. Bayi dengan kondisi sifilis kongenital mempunyai kelainan pada gigi, tulang, pendengaran, penglihatan, gangguan mental serta tumbuh kembang anak. Adapun komplikasi terhadap ibu, yaitu:

1. Menyebabkan kerusakan berat pada bagian otak dan jantung
2. Kehamilan bisa menyebabkan kelainan dan plasenta lebih besar, pucat, berwarna keabu-abuan serta licin
3. Kehamilan <16 minggu bisa mengakibatkan kematian janin
4. Kehamilan lanjut bisa mengakibatkan kelahiran prematur dan menyebabkan cacat.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates