Friday , 21 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Apakah Yang Dimaksud Depresi

Apakah Yang Dimaksud Depresi

Apakah Yang Dimaksud Depresi

Apakah Yang Dimaksud Depresi

Apakah Yang Dimaksud Depresi

Apakah Yang Dimaksud Depresi – Gangguan kesehatan mental atau disebut depresi biasanya terjadi sedikitnya mencapai dua minggu atau lebih yang memengaruhi pikiran, perasaan dan cara melakukan aktivitas sehari-hari. Saat mengalami depresi kita akan merasa sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya menghibur, dan menyalahkan diri sendiri.

Saat mengalami depresi, suasana hati sedih dapat berlangsung sampai berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Banyak orang yang menganggap depresi adalah sesuatu yang sepele dan bisa hilang dengan sendirinya, padahal sebenarnya, depresi adalah bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekadar perubahan emosi sementara. Depresi kondisi yang tidak mudah yang dirubah dengan cepat atau secara langsung.

Akibat depresi, kegiatan sehari-hari seperti bersekolah atau bekerja menjadi tidak menyenangkan. Bahkan, untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain maupun keluarga sendiri terasa begitu berat. Depresi bisa membuat Anda merasa hidup ini tidak ada gunanya, bahkan dapat memicu penderita untuk melakukan bunuh diri.

Sesuai catatan WHO, setidaknya 350 juta orang di seluruh dunia menderita depresi dan lebih dari 800 ribu orang meninggal bunuh diri akibat depresi. Masih banyak penderita depresi yang tidak mengakui kondisi mereka, sehingga tidak pernah ditangani atau setidaknya dibicarakan. Depresi lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki.
Sedangkan di Indonesia sendiri, penyebab kematian akibat depresi menduduki peringkat ke delapan dengan memberikan angka 3 persen dari total jumlah kematian.

Depresi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti gangguan depresi persisten, depresi perinatal, gangguan bipolar, depresi mayor, gangguan afektif musiman, depresi psikotik.
Gejala yang Muncul pada Penderita Depresi

Setiap orang memiliki gejala dan pengaruh depresi yang berbeda-beda. Berikut ini ialah beberapa gejala psikologis yang timbul akibat depresi:
1.    Kehilangan selera untuk menikmati hobi
2.    Merasa bersedih secara berkepanjangan
3.    Mudah merasa cemas
4.    Merasa hidup tidak ada harapan
5.    Mudah menangis
6.    Merasa sangat bersalah, tidak berharga, dan tidak berdaya
7.    Tidak percaya diri
8.    Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar
9.    Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun
10.  Berpikir atau mencoba bunuh diri

Gejala fisik akibat depresi:
1.   Badan selalu merasa lelah
2.   Gangguan pada pola tidur
3.   Merasakan berbagai rasa sakit
4.   Tidak berselera untuk melakukan hubungan seksual
5.   Bergerak atau berbicara lebih lambat
6.   Merasa tidak bisa beristirahat atau kesulitan untuk duduk diam
7.   Berat badan berubah
8.   Sakit kepala
9.   Mengalami kram
10. Gangguan pencernaan tanpa sebab fisik yang jelas

Tanpa adanya penanganan dan pengobatan yang tepat, depresi dapat mengganggu hubungan dengan orang di sekeliling Anda. Bagi penderita depresi yang berat atau parah, depresi dapat mengakibatkan hilangnya hasrat untuk hidup dan keinginan untuk bunuh diri.

Saat merasakan beberapa gejala depresi yang dialami hampir seharian dan berlangsung setiap hari selama dua minggu, segera temui dokter agar proses pemulihan bisa dimulai dan dilakukan sepenuhnya.

Penyebab dan Faktor Risiko Depresi
Tidak ada satu pun penyebab depresi secara spesifik. Depresi terpicu oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu genetik, biologis, lingkungan dan faktor psikologis. Jika terdapat riwayat kesehatan di dalam keluarga anda yang menderita depresi, maka terdapat kecenderungan bagi anda untuk mengalaminya juga.

Beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya depresi antara lain:
1. Kejadian tragis seperti kehilangan seseorang atau pun pekerjaan
2. Kehamilan dan/atau melahirkan
3. Masalah keuangan
4. Terisolasi secara sosial
5. Trauma masa kecil
6. Ketergantungan terhadap narkoba dan/atau alkohol

Selain kondisi di atas, beberapa kondisi medis yang di derita lama dan mengancam hidup juga dapat memicu depresi pada penderitanya, misalnya penyakit jantung koroner, atau kanker. Kelenjar tiroid yang kurang aktif atau cedera kepala minor yang merusak kelenjar kecil basal otak (pituitary gland) dapat menimbulkan beberapa gejala seperti sangat kelelahan dan kehilangan libido, kondisi ini yang kemudian dapat menimbulkan depresi.

Pengobatan pada Depresi
Cara pengobatan dan perawatan depresi sangat bergantung terhadap jenis dan penyebab dari depresi yang sedang di alami. Ada berbagai jenis obat antidepresan yang diresepkan oleh dokter, dan penanganan yang bisa dilakukan sendiri.

Sering berolahraga dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol dapat memberikan keuntungan bagi penderita depresi. Anda juga dapat bergabung dengan kelompok-kelompok terapi untuk berbagi cerita dan saling memberikan dukungan.

Pengaruh dari depresi yang paling parah ialah kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. Cobalah untuk selalu berbagi cerita kepada orang-orang terdekat Anda tentang masalah yang anda hadapi saat ini. Penderita juga sangat disarankan untuk menemui dokter, terutama jika depresi telah berlangsung lama atau parah. Makin dini penanganan depresi, kemungkinan pemulihan secara menyeluruh bisa didapatkan.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates