Tuesday , 26 September 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Bahaya Konsumsi Tutut

Bahaya Konsumsi Tutut

Bahaya Konsumsi Tutut

Bahaya Konsumsi Tutut

Bahaya Konsumsi Tutut

Bahaya Konsumsi Tutut – Tutut merupakan jenis keong ataupun siput dengan ukuran kecil yang dapat hidup di air tawar di lokasi dangkal yang ditumbuhi pepohonan serta akan cenderung berlumpur yang mudah ditemui di area persawahan, di tepi sungai ataupun di danau. Bahaya makan tutut adalah efek buruk yang diakibatkan karena cara pengolahan dagingnya yang kurang tepat serta tidak sesuai dengan standar dalam kesehatan. Adapun kandungan gizi yang terdapat dala tutut, diantaranya:1. Mengandung vitamin A, vitamin B3 (niacin) dan vitamin B12 (asam folat) serta vitamin E
2. Mengandung lemak essensial yang terdiri dari asam linolenat dan linoleat
3. Mengandung asam omega 3, 6 serta 9
4. Mengandung mineral kalsium
5. Mengandung protein yang berkisar 16 hingga 50 % yang sesuai dengan kondisi ukuran tubuhnya.
6. Mengandung karbohidrat akan tetapi rendah kolesterol.

Dari kandungan yang terdapat dalam tutut memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, diantaranya:
1. Mencerdaskan otak anak serta dewasa
2. Menstabilkan kadar gula darah
3. Meningkatkan libido pria
4. Meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh terhadap serangan radikal bebas
5. Menyembuhkan penyakit lambung
6. Menurunkan kolesterol yang jahat
7. Memperbaiki serta dapat melindungi fungsi jantung
8. Melancarkan peredaran darah
9. Meregenerasi sel kulit yang rusak
10. Mengatasi jerawat yang membandel dan lain sebagainya.

Disamping banyaknya manfaat yang terdapat dalam tutut, terdapat juga bahaya dalam mengkonsumsi tutut, sebagai berikut:
1. Menyebabkan cacingan
Tutut atau jenis keong sawah hidupnya tidak dapat lepas dari sumber air serta lumpur sehingga tubuhnya akan menjadi metode cacing dengan jenis trematoda untuk dapat bertelur serta untuk berkembang. Telur cacing bisa tumbuh dengan jumlah yang cukup banyak serta akan mudah berpindah ke tubuh manusia dan juga akan berkembang biak dalam jaringan usus serta pada saluran empedu. Keadaan tersebut akan mengakibatkan seseorang dapat terserang cacingan dimana pada awalnya akan terjadi berupa gejala cacingan pada anak serta dewasa yang menyukai tutut.

2. Menyebabkan penyakit Schistosimiasis
Di dalam tubuh tutut juga akan ada jenis cacing yang lain yakni cacing schistosoma yang pada awalnya akan terdapat dalam tanah serta lumpur di area persawahan dimana tempat tutut berdiam. Pada saat cacing tersebut masuk ke dalam bagian organ pencernaan sehingga dapat mengakibatkan dinding usus mengalami luka kemudian infeksi. Pada saat jaringan dalam usus mengalami pelebaran akibat infeksi sehingga dapat terjadi penyakit diare yang akan berkepanjangan. Infeksi yang terjadi juga bisa menjalar ke bagian organ hati serta mengakibatkan peradangan kemudian fungsi hati juga akan menjadi semakin menurun.

3. Reaksi alergi
Tutut merupakan jenis hewan keong sawah yang mempunyai kandungan nutrisi tinggi serta bisa mengatasi berbagai jenis keluhan kesehatan seperti penyakit kuning, penyakit TBC, dapat meningkatkan libido pada pria, dapat mengatasi tanda – tanda anemia berat serta ringan. Reaksi alergi pada umumnya akan terjadi yaitu berupa alergi gatal – gatal pada bagian kulit.

4. Mual dan muntah
Perlu diketahui bahwa terdapat keong jenis yang lain yang biasa hidup di perairan dangkal akan tetapi lebih menyukai untuk berjalan di permukaan batang serta daun misalnya keong emas. Keong tersebut juga bisa dikonsumsi akan tetapi dalam tubuhnya mempunyai racun yang bisa meracuni tubuh manusia.

5. Munculnya penyakit meningitis
Di dalam tubuh tutut juga terdapat cacing jenis cacing Angiostrongylus Cantonensis yang mana cacing ini akan banyak bermukim di perairan dangkal misalnya persawahan. Cacing ini bisa berpindah dalam tubuh manusia yang melalui daging tutut.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates