Tuesday , 26 September 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Efek Rokok Terhadap Kesehatan Reproduksi

Efek Rokok Terhadap Kesehatan Reproduksi

Efek Rokok Terhadap Kesehatan Reproduksi

Efek Rokok Terhadap Kesehatan Reproduksi

Efek Rokok Terhadap Kesehatan Reproduksi

Efek Rokok Terhadap Kesehatan Reproduksi – Merokok merupakan kebiasaan dalam menghisap gulungan tembakau yang dibakar. Rokok dengan bahan dasarnya tembakau memiliki banyak zat yang dapat membahayakan tubuh. Rokok memiliki banyak zat dimana 50 % didalamnya sudah diklasifikasikan sebagai suatu kandungan atau zat yang mempunyai efek buruk terhadap kesehatan tubuh manusia. Bahan – bahan yang terdapat dalam rokok tersebut diantaranya yaitu radioaktif Polonium, Acetone atau bahan yang terdapat dalam cat, Amonia untuk pembersih toilet, DDT (pestisida), naphthalene, serta racun arsenik yang lainnya.

Selain kandungan tersebut pada saat dibakar, rokok dapat mengeluarkan gas berupa hidrogen sianida yang sering dimanfaatkan di dalam kamar sebagai gas yang digunakan untuk hukuman mati. Apabila pembakaran yang terjadi tidak sempurna maka bisa menghasilkan suatu gas CO atau karbon monoksida yang dapat menyebabkan darah menjadi sulit untuk mengambil O2 atau oksigen dalam organ paru – paru.

Adapun zat – zat lain yang dapat berbahaya yaitu kandungan Tar dan juga Nikotin. Tar merupakan satu kesatuan kandungan dari empat puluh tiga bahan yang dapat mengakibatkan kanker. Sedangkan zat Nikotin merupakan suatu zat yang bisa merangsang saraf serta otak dengan demikian dapat menimbulkan efek ketergantungan atau kecanduan. Hal tersebut dapat membuat seorang perokok menjadi kesulitan untuk melepaskan diri dari kebiasaan merokok. Perlu diketahui bahwa kasus penyakit jantung yang sudah terjadi dimana 25 % nya dengan faktor penyebabnya yakni akibat kebiasaan merokok.

Selain kebiasaan merokok dapat membahayakan kesehatan kardiovaskular, akibat kebiasaan merokok juga dapat membahayakan kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi. Berikut merupakan dampak merokok yang dikaitkan terhadap kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi sebagai berikut:

1. Dampak terhadap Kesehatan Reproduksi Wanita
Wanita yang memiliki kebiasaan merokok akan kesulitan untuk memperoleh momongan dan akan menyebabkan cacat pada janin. Menurut hasil penelitian American Society of Reproductive Medicine, akibat mempunyai kebiasaan merokok bisa mempercepat hilangnya telur pada saat proses pembuahan. Dimana dalam kandungan asap rokok akan mengganggu kemampuan pada sel ovarium dalam membuat hormon estrogen serta telur yang akan masuk ke dalam ovarium sehingga akan cenderung mempunyai kelainan secara genetik.

2. Dampak terhadap Kesehatan Reproduksi Pria
Terdapat juga dampak akibat kebiasaan merokok yang akan terjadi pada laki – laki terhadap kesehatan reproduksinya. Dalam kemasan rokok terdapat gambar dampak akibat merokok salah satunya yaitu impotensi. Impotensi merupakan salah satu gangguan reproduksi yang akan terjadi pada laki – laki, dimana akan kesulitan  untuk mempertahankan ereksi. Kesulitan tersebut dapat terjadi akibat aliran darah yang sudah tercermar oleh zat nikotin serta zat negatif yang lainnya. Merokok juga dapat membatasi aliran darah terhadap penis. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pria yang tidak memiliki kebiasaan merokok akan lebih kuat lima kali berhubungan seks dibanding dengan pria yang memiliki kebiasaan merokok.

3. Mengganggu PMS
Hasil penelitian menjelaskan bahwa dengan kebiasaan merokok dapat menimbulkan gejala pramenstruasi. Hasil studi menjelaskan yang melibatkan 27 wanita dengan usia 44 tahun, wanita yang memiliki kebiasaan merokok akan cenderung mempunyai gejala pramenstruasi, misalnya mengalami sakit punggung, perut kembung, nyeri pada payudara, serta berjerawat. Hasil penelitian lain menjelaskan bahwa wanita yang tidak memiliki kebiasaan merokok akan memiliki periode menstruasi yang lebih teratur.

4. Rokok membunuh sperma
Pria dengan kebiasaan merokok akan mempunyai jumlah sperma yang lebih sedikit.

5. Merokok mempercepat proses menopose
Wanita yang memiliki kebiasaan merokok akan mengalami menopause yang lebih dini dari pada yang tidak memiliki kebiasaan merokok. Hasil studi lain menjelaskan, bahwa menopause dini akan meningkatkan faktor risiko kesehatan yang lain misalnya penyakit diabetes, penyakit osteoporosis, serta penyakit Alzheimer.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates