Friday , 21 July 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Melunasi Hutang Riba (Kisah Inspiratif)

Melunasi Hutang Riba (Kisah Inspiratif)

Melunasi Hutang Riba (Kisah Inspiratif)

Melunasi Hutang Riba (Kisah Inspiratif)

Melunasi Hutang Riba (Kisah Inspiratif)

Melunasi Hutang Riba (Kisah Inspiratif)

Adanya sebuah pertanyaan yang diajukan oleh seseorang sebagai berikut:

Assalaamu’alaikum warahmatullah.

Ustadz yang saya hormati,

Akhir-akhir ini saya beserta istri sedang galau. Ceritanya begini. Saya seorang pegawai yang bekerja di instansi pemerintah yang alhamdulillah telah beristri (Insya Allah) salehah dan Allah mengaruniakan kami 5 orang anak.
3 tahun yang lalu kami meneken akad kredit pada salah satu bank pemerintah dengan nominal lumayan besar untuk mendaftar haji 2 orang (saya dan istri) dengan perhitungan ketika tahun pemberangkatan haji, hutang kami telah lunas.

Setelah kami banyak membaca dan belajar hukum Islam, kami meyakini bahwa kami telah menanggung dosa riba (astaghfirullah). Kami selanjutnya berusaha keluar dari belitan dosa riba, diantaranya dengan keluar dari Koperasi (KPRI) dan sekarang mencoba keluar dari kubangan riba yang lain, yakni hutang kami ke bank tersebut, dengan cara kami berencana menjual barang-barang yang kami miliki, namun menurut hitung-hitungan saya tidak akan mencukupi untuk melunasi hutang tersebut, sedangkan jika harus mencari pinjaman kepada saudara tidak memungkinakan karena semua keluarga kami dalam kondisi ekonomi yang alhamdulillah pas-pasan.

Apakah saya seharusnya menjual sebidang tanah yang saya punya untuk dapat melunasi hutang kami? (Saya mempunyai sebidang tanah yang kalau dijual mungkin hampir dapat melunasi hutang).

Demikian, mohon solusinya. Terima kasih.

Wassalaam,

Tanggapan dari ikhwan member milis PM-Fatwa:

Bismillah, sekedar berbagi pengalaman tentang terjerat riba.  Pengalaman bapak pernah saya rasakan sebelumnya dan bukan hanya hutang riba saya juga terjerat kartu kredit hingga 11 kartu. Sehabis saya mengikuti pengajian di tempat sana-sini dan membaca buku akhirnya saya bertobat dari riba. Karena riba akan menjadikan hidup kita merasa hina dikejar kejar hutang dan debitur. Bahkan merasa malu dengan orang sekitar yang mengetahuinya.

Sekalipun yang orang lain lihat kehidupan kita yang memiliki mobil, rumah besar dan lain-lain. Tetapi semua itu hasil riba. Dan itu semua tidak akan membawa berkah dan ketenangan bagi hidup kami. dan akhirnya saya sekeluarga bertobat menghindari riba dan kartu kredit.

Akhirnya saya menjual semuanya yang saya punya seperti mobil, trayek jemputan, rumah, motor dan semua yang saya punyai. Dari hasil riba yang telah saya jual untuk menutupi hutang-hutang riba. Saya mulai dari kehidupan dasar lagi dengan mengontrak rumah kecil di area pesantren karena anak-anak kami sekolah di pesantren.

Dengan keikhlasan kita dan sebenarnya bertaubat, maka Allah mengabulkan keinginan saya sekeluarga. Dan saat itu pula setelah saya jual semua yang saya punyai dari hasil riba, saya dapat panggilan kerja ke Saudi arabia di sebuah perusahaan perminyakan. Dan akhirnya saya beserta keluarga hijrah ke Saudi Arabia hingga saat ini. Dan

Alhamdulilah, Allah kembalikan harta kami dengan segala kelebihannya dan saya sekeluarga bisa pergi haji bersama setelah tinggal satu tahun di Saudi. Alhamdulillah, semuanya dimudahkan segala urusan saya sekeluarga serta dapat melunasi semua hutang-hutang riba dan kartu kredit. Dan yang membuat saya sangat bahagia adalah tempat kerja sekarang dekat dengan Mekkah dan Madinah, sehingga tiap bulan kami bisa umroh.

Inilah pengalaman saya yang terjerat riba. Saya berharap bapak sekeluarga tidak perlu ragu untuk menutup hutang riba, pertolongan Allah sangat cepat.

Wassalamualaikum

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates