Friday , 21 July 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Mengatasi Stres, Depresi, dan Kecemasan Dengan Cara Tidur

Mengatasi Stres, Depresi, dan Kecemasan Dengan Cara Tidur

Mengatasi Stres, Depresi, dan Kecemasan Dengan Cara Tidur

Mengatasi Stres, Depresi, dan Kecemasan Dengan Cara Tidur

Mengatasi Stres, Depresi, dan Kecemasan Dengan Cara Tidur

Mengatasi Stres, Depresi, dan Kecemasan Dengan Cara Tidur – Saking padatnya aktivitas harian, banyak orang tidak mementinglan tidur cukup. Jika Anda belum mengantuk atau kelelahan sekali, Anda mungkin akan menunda-nunda terus waktunya tidur. Hal tersebut tanpa anda sadari kurang tidur dapat mengganggu kesehatan mental Anda. Apalagi kalau Anda sedang stres, cemas, atau dilanda gangguan kejiwaan seperti depresi.

Untuk memahami bagaimana tidur cukup bisa jadi kunci keberhasilan mengelola stres atau gangguan kejiwaan, simak ulasannya berikut ini.

Kenapa manusia harus tidur cukup?

Manusia membutuhkan tidur karena pada saat itulah tubuh Anda memperbaiki segala jenis kerusakan, baik dalam hal fisik maupun mental. Anggap saja seolah tubuh Anda adalah mobil yang harus istirahat dan masuk bengkel untuk direparasi. Tanpa perbaikan yang memadai, tentu Anda tak mampu berfungsi normal.

Tidur cukup akan menolong otak dalam mengandalkan stres dan gangguan kejiwaan
Saat tidur, manusia akan memasuki lima tahapan penting. Tahap yang pertama adalah kerja otak melambat sehingga tubuh jadi rileks. Di tahap kedua ini Anda biasanya sudah tak dapat mendengar atau merespon suara di lingkungan

Anda karena pikiran Anda sudah “pindah” ke dalam alam bawah sadar.

Nah, di tahap ketiga dan keempat tubuh Anda akan melakukan berbagai jenis perbaikan fisik. Sel darah putih akan bekerja ekstra guna memperbaiki kerusakan sel di seluruh bagian tubuh Anda. Kalau Anda tidak berhasil masuk ke tahap ketiga dan keempat ini, Anda pun jadi lebih rentan diserang penyakit.
Selanjutnya setelah kurang lebih selama 90 menit, Anda akan memasuki tahap kelima yaitu REM (rapid eye movement). Tahap REM atau tidur pulas ini biasanya disertai dengan mimpi, tapi bisa juga tidak. Pada posisi inilah segala masalah kejiwaan Anda “diperbaiki” oleh otak.

Setiap hari, otak kebanjiran beragam informasi dan emosi, apalagi saat dilanda tekanan dari pekerjaan atau keluarga misalnya. Anda mungkin tak sadar kalau sedang stres berat atau dilanda gangguan kecemasan, misalnya karena ribut dengan pasangan.

Saat Anda terlelap dan masuk REM, amarah yang dipendam ini akan disalurkan lewat mimpi. Apabila Anda tidak mengalami mimpi apapun, itu berarti otak mentransfer amarah yang tadinya ditahan kemudian menuju alam bawah sadar. Maka, Anda tak perlu lagi menahan-nahan lagi emosi negatif terhadap pasangan. Dengan cara itu Anda jadi dapat memfokuskan diri pada solusi atau penyelesaian masalah dengan pasangan, bukan pada emosi negatifnya.
Apa yang terjadi kalau sering kurang tidur?

Tahapan tidur yang dijelaskan di atas berlangsung layaknya siklus. Maksudnya sehabis REM, Anda akan memasuki lagi ke tahap awal. Begitu seterusnya sampai Anda bangun. Maka, dalam semalam Anda bisa berkali-kali masuk REM. Bila Anda tidak sempat masuk REM atau hanya sekali saja, otak tidak sempat memproses emosi atau gangguan mental yang Anda hadapi. Akibatnya, otak jadi kewalahan dengan segala beban pikiran serta emosi Anda.

Inilah yang bisa memicu berbagai masalah, misalnya sebagai berikut :
1. Sulit berkonsentrasi
2. Sulit mengingat
3. Sulit mengambil keputusan
4. Sulit mempelajari hal-hal baru

Dengan berbagai masalah yang diakibatkan kurang tidur, otak Anda akan semakin kerepotan untuk menghalau kecemasan, stres, depresi, atau gangguan kejiwaan lainnya. Karena itu, pastikan Anda selalu tidur cukup. Bila Anda mengidap insomnia, segera hubungi dokter. Insomnia bisa jadi salah satu gejala gangguan jiwa seperti bipolar, depresi, dan psikosis.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates