Saturday , 22 July 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Perhitungan Break Even Point dalam Akuntansi

Perhitungan Break Even Point dalam Akuntansi

Perhitungan Break Even Point dalam Akuntansi

Perhitungan Break Even Point dalam Akuntansi

Perhitungan Break Even Point dalam Akuntansi

Perhitungan Break Even Point dalam Akuntansi – Break Even Point (BEP) adalah titik impas di mana posisi jumlah pendapatan dan biaya sama atau seimbang sehingga tidak terdapat keuntungan ataupun kerugian dalam suatu perusahaan.

Break Even Point ini digunakan untuk menganalisis proyeksi sejauh mana banyaknya jumlah unit yang diproduksi atau sebanyak apa uang yang harus diterima untuk mendapatkan titik impas atau kembali modal.

Break Event Point menggunakan komponen penghitungan dasar seperti berikut ini:

a. Fixed Cost. Komponen ini merupakan biaya yang tetap atau konstan jika adanya tindakan produksi atau meskipun perusahaan tidak berproduksi. Contoh biaya tersebut adalah biaya tenaga kerja, biaya penyusutan mesin, dan lain-lain.

b. Variabel Cost. Komponen ini merupakan biaya per unit yang sifatnya dinamis tergantung dari tindakan volume produksinya. Kalau produksi yang direncanakan meningkat, tandanya variabel cost pasti akan meningkat. Contoh biaya tersebut adalah biaya bahan baku, biaya listrik, dll.

c. Selling Price. Komponen ini ialah harga jual per unit barang atau jasa yang sudah diproduksi.
Rumus yang digunakan untuk analisis Break Event Point ini terdiri dari dua macam sebagai berikut:
Dasar unit Berapa unit jumlah barang/jasa yang dihasilkan agar mendapat titik impas: BEP = FC /(P-VC)
Dasar Penjualan Berapa rupiah nilai penjualan yang harus diterima untuk mendapat titik impas: FC/ (1 – (VC/P))*

Penghitungan (1 – (VC/P)) biasa juga disebut dengan istilah Margin Kontribusi Per Unit.
menghitung BEP

Agar bisa memahaminya, mari kita praktikkan langsung rumus ini dengan simulasi:

Total Biaya Tetap (FC) senilai Rp 200.000.000 Total Biaya Variabel (VC) per unit senilai Rp 80.000 Harga jual barang per unit senilai Rp 100.000

Penghitungan BEP Unit
BEP = FC/ (P – VC) BEP = 200.000.000/ (100.000 – 80.000) BEP = Rp 10.000
Penghitungan BEP Rupiah
BEP = FC/ (1 – (VC/P)) BEP = 200.000.000/ (1 – (80.000/100.000)) BEP = Rp 1.000.000.000

Dari analisis inilah perusahaan dapat meramalkan keuntungan yang dapat diperoleh (target laba) berdasarkan berapa penjualan minimumnya. Adapun rumus untuk menghitung target ini sebagai berikut:

Rumus : BEP – Laba = (FC + Target Laba) / (P – VC)

Mari kita pelajari simulasi untuk menghitung target laba ini. Dengan FC, VC, dan P yang sama dengan contoh sebelumnya, perusahaan ini menargetkan laba sebesar Rp 80 juta per bulan.

BEP – Laba = (FC + Target Laba) / (P – VC) BEP – Laba = (100.000.000 + 80.000.000) / (80.000 – 60.000) BEP – Laba = 180.000.000 / 20.000 BEP – Laba = 9.000 unit atau BEP – Laba = Rp 720 juta (9000 unit x Rp 80.000)

Untuk membuktikan bahwa dengan menjual 9.000 unit perusahaan akan mendapatkan laba Rp 720 juta, mari kita periksa berikut ini: Penjualan Rp 720.000.000 FC Rp 100.000.000 Total VC (Rp 60.000 x 9000 unit) Rp 540.000.000 Total Biaya Rp 640.000.000 Laba Rp 80.000.000

Dalam berbisnis, tentunya analisis break event point sangat membantu pelaku bisnis untuk memproyeksikan seberapa banyak barang yang harus diproduksi dan perbandingannya dengan uang/ pendapatan yang diterima. BEP ini adalah komponen terpenting yang wajib ada di dalam aplikasi software akuntansi dan manajemen bisnis.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates