Monday , 11 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ulasan Mengenai Osteoporosis

Ulasan Mengenai Osteoporosis

Ulasan Mengenai Osteoporosis

Ulasan Mengenai Osteoporosis

Ulasan Mengenai Osteoporosis

Ulasan Mengenai Osteoporosis – Osteoporosis adalah kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun. Kondisi ini mengakibatkan tulang menjadi keropos dan rentan retak.

Osteoporosis umumnya baru diketahui setelah ditemukan retak pada tulang, setelah pasien mengalami jatuh ringan. Keretakan pada pergelangan tangan, tulang pinggul, dan tulang belakang ialah  hal yang paling banyak dijumpai pada penderita osteoporosis.

Penderita Osteoporosis di Indonesia

Di Indonesia, sebanyak 23 persen wanita berusia 50-80 tahun dan 53 persen wanita berusia 70-80 tahun mengidap osteoporosis, berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2006. Risiko wanita terkena osteoporosis empat kali lebih besar daripada risiko pada pria.

Meski umumnya osteoporosis dialami oleh wanita yang telah memasuki masa menopause, osteoporosis juga dapat terjadi pada pria, wanita yang  berusia lebih muda, dan anak-anak. Kekurangan kalsium menjadi salah satu penyebab terkena osteoporosis di Indonesia.

Apa Saja Gejala Osteoporosis?

Umumnya tidak ada tanda-tanda terjadinya osteoporosis di awal masa menurunnya kepadatan tulang. Namun beberapa kondisi berikut dapat menjadi gejala terkenanya osteoporosis, seperti sakit punggung, postur tubuh bungkuk, menurunnya tinggi badan, lebih sering mengalami cedera/keretakan tulang.

Berkurangnya kepadatan dapat membuat tulang rentan untuk retak. Keretakan biasanya terjadi pada tulang belakang, pergelangan tangan, lengan, atau tulang pangkal paha.

Faktor Risiko Berkembangnya Osteoporosis
Tulang Anda terus beregenerasi dari waktu ke waktu. Itu tandanya tulang yang sudah rapuh akan berganti dengan tulang baru. Saat masih kanak-kanak, tulang kita tumbuh dan mampu memperbarui diri dengan cepat.

Pada kisaran usia 16-18 tahun, tulang perlahan-lahan akan berhenti untuk tumbuh, sedangkan masa tulang akan terus bertambah hingga usia 20-an. Namun proses ini melambat seiring dengan pertambahan usia manusia. Secara perlahan, kepadatan tulang akan makin berkurang dan proses ini dimulai sekitar umur 35 tahun.

Di Indonesia, kurangnya konsumsi makanan yang mengandung kalsium menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya jumlah pengidap osteoporosis di Indonesia.

Bukan hanya karen usia tua, berikut ini yang menjadi faktor lain yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya osteoporosis:
1. Adanya riwayat penyakit anggota keluarga yang mengidap osteoporosis
2. Sering mengonsumsi minuman keras dan merokok
3. Penyakit yang menyerang kelenjar penghasil hormon, seperti  kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme)
4. Malabsorpsi (ketidakmampuan usus untuk menyerap nutrisi dari makanan)
5. Pemakaian obat-obatan dalam jangka panjang yang memengaruhi kekuatan tulang atau kadar hormon, seperti konsumsi prednisolon berkepanjangan.
6. Kondisi-kondisi yang diakibatkan oleh peradangan pada organ tubuh, seperti rheumatoid arthritis, penyakit paru obstruktif kronis/COPD (chronic obstructive pulmonary disease), dan penyakit Crohn.
Memeriksa Kepadatan Tulang Menggunakan DEXA Scan

Untuk mengatakan bahwa adanya osteoporosis, Anda perlu menjalani tes untuk memeriksa kepadatan tulang. Dual energy X-ray absorptiometry/DEXA scan adalah pemeriksaan paling umum untuk memperkirakan risiko keretakan tulang. langkah ini tidak memerlukan banyak waktu dan tidak menyebabkan rasa sakit. Selain itu ada pula FRAX, algoritma untuk memperkirakan risiko patah tulang dalam jangka waktu 10 tahun ke depan.

Mengurangi Risiko Terkena Osteoporosis
Semua orang bisa menjaga tulang mereka tetap sehat dan menurunkan risiko terkena osteoporosis. Anda bisa mulai dengan menerapkan pola makan sehat disertai dengan melakukan olahraga secara teratur. Memperbanyak memilih makanan yang kaya akan kandungan vitamin D dan kalsium. Mulailah kurangi merokok hingga benar-benar bisa menghindari sepenuhnya dan kurangi mengonsumsi minuman keras.

Mencegah Keretakan Tulang

Pengidap osteoporosis umumnya disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan demi mencegah keretakan tulang. Pilihan jenis pengobatan osteoporosis yang diberikan tergantung kepada tingkat risiko keretakan tulang Anda. Kondisi ini didasarkan pada beberapa data seperti hasil pemeriksaan DEXA dan usia Anda.

Bagi Anda yang telah didiagnosis mengidap osteoporosis, penting untuk menjaga diri agar tidak mengalami cedera atau mengalami keretakan tulang. Penderita osteoporosis yang telah lanjut usia disarankan agar menjalani pemeriksaan penglihatan dan pendengaran secara rutin. Ciptakan rumah dan lingkungan yang aman dengan memindahkan perabot yang membuat Anda berisiko untuk jatuh, terantuk, atau terbentur.

Jika Anda telah terkena keretakan tulang, ada beberapa cara yang mungkin dapat membantu Anda untuk pulih. Misalnya perawatan dengan mandi air hangat atau menyiapkan kantong kompres dingin. Relaksasi juga bisa membantu proses pemulihan.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates