Friday , 26 May 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Vaksin Imunisasi di Indonesia Halal atau Haram ?

Vaksin Imunisasi di Indonesia Halal atau Haram ?

Vaksin Imunisasi di Indonesia Halal atau Haram ?

Vaksin Imunisasi di Indonesia Halal atau Haram ? – Soal halal dan haram vaksin imunisasi di Indonesia masih menjadi perdebatan di beberapa kalangan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan bahwa sejatinya, pembuatan produk apapun yang bersinggungan dengan babi dan barang-barang haram lainnya, hukumnya tentu saja haram.

Dr Hamdan Rasyid, MA, anggota komisi fatwa MUI memberikan penjelasan tentang menjaga kesehatan termasuk pemberian imunisasi di dalam islam hukumnya adalah wajib. Masalahnya, harus benar-benar dipastikan bahwa vaksin yang diberikan dalam imunisasi tersebut halal dan tidak bersinggungan dengan zat-zat yang haram.

“Halal haram tidak dilihat dari bahan baku atau dzat (kandungan-red) vaksin itu saja, tetapi dilihat dari proses pembuatannya juga. Kalau dalam proses pembuatannya bersinggungan dengan zat yang haram, maka MUI mengatakan itu haram,” tutur Hamdan, dalam temu media perkembangan imunisasi di Indonesia, di Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia , Jl Salemba Raya, Jak-Tim, hari Rabu (4/4/2015).

Pengertian MUI soal haram dan halal untuk obat dan vaksin memang sedikit berbeda dengan beberapa negara Islam lainnya. Di Arab Saudi, vaksin dan obat dinyatakan halal walaupun dalam proses pembuatannya menyinggung dengan enzim babi. Alasannya, enzim tersebut sudah hilang alias tak lagi ditemukan dalam kandungan obat yang nantinya akan diberikan kepada pasien.

Sementara di Indonesia, Hamdan menjelaskan bahwa meskipun enzim babi tersebut sudah hilang dan tidak lagi terdeteksi dalam kandungan obat dan vaksin, MUI masih mengkategorikan produk tersebut haram. Kehati-hatian menjadi alasan MUI mengeluarkan pernyataan tersebut.

“Prinsip kami adalah kehati-hatian. Karena dalam proses pembuatannya pernah bersinggungan dengan enzim babi, makanya haram,” ungkap Hamdan lagi.

Diberikannya pengecualian jika memang tidak ada lagi obat dan vaksin lain untuk mengobati penyakit tersebut. Hamdan mengatakan bahwa jika memang keadannya seperti itu, hukumnya berubah sementara menjadi halal.

“Yang haram untuk di konsumsi umat Islam itu ada 4 hal. Bangkai, darah, anjing dan babi serta binatang yang disembelih tidak dengan menyebut nama Allah. Namun jika tidak ada lagi sumber makanan lain, dan orang tersebut dalam keadaan darurat, maka memakan 4 hal tersebut dibolehkan,” ungkapnya.

“Hal itu juga berlaku untuk vaksin dan obat-obatan. Jika sampai saat ini belum ditemukan obat dan vaksin yang halal, maka untuk sementara obat dan vaksin yang dikategorikan haram tadi menjadi halal, sampai ditemukan adanya obat baru yang benar-benar halal dan lulus pengujian dari LP POM MUI,” tegasnya.

Ia pun berpesan bahwa produsen-produsen obat di Indonesia tak boleh lengah.

“Kami berpesan sih supaya jangan diabaikan. Maksudnya adalah tetap melakukan penelitian dan mencari dan membuat obat dan vaksin yang benar-benar halal,” pungkasnya.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates