Monday , 23 October 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Bisa Ular Menjadi Vaksin Bagi Penderita Penyakit Tropis

Bisa Ular Menjadi Vaksin Bagi Penderita Penyakit Tropis

Bisa Ular Menjadi Vaksin Bagi Penderita Penyakit Tropis

Bisa Ular Menjadi Vaksin Bagi Penderita Penyakit Tropis

Bisa Ular Menjadi Vaksin Bagi Penderita Penyakit Tropis

Bisa Ular Menjadi Vaksin Bagi Penderita Penyakit Tropis – Indonesia memiliki tingkat biodiversitas keanekaragaman yang tinggi pada spesies ular. Terdapat sekitar 380 spesies ular yang dapat ditemukan di Indonesia, 8% diantaranya adalah jenis ular yang berbisa dan berbahaya bagi manusia. Gigitan ular jenis berbisa kerap mematikan, kecuali jika bisa berhasil mendapatkan pertolongan yang tepat. Akan tetapi, dibalik hal tersebut bisa ular sebenarnya memiliki manfaat yang tersembunyi.

Berdasarkan Hasil riset, Biological components pada bisa ular memiliki sifat terapeutik yang signifikan sehingga mempuyai potensi yang bagus untuk menetralisir organisme-organisme yang menimbulkan masalah penyakit tropis pada skala laboratorium. Salah satu contoh bisa ular yang dapat dimanfaatkan bisanya adalah jenis Snake venom. Jenis bisa ini merupakan senyawa kimiawi yang diproduksi oleh kelenjar khusus dari beberapa spesies ular tertentu yang biasanya digunakan untuk mempertahankan diri bahkan melumpuhkan mangsanya.

Kandungan bisa ular terdapat lebih 20 jenis senyawa yang berbeda tetapi sebagian besar kandungannya berupa protein. Sayangnya, masih sedikit peneliti-peneliti life sciences di dunia yang tertarik untuk bergerak pada riset snake venom ini. Kekurangan adanya vaksin yang efektif untuk penanganan penyakit tropis saat ini merupakan salah satu penelitian bisa ular ini menjadi sangat penting untuk dikembangkan di masa depan.

Penyakit tropis adalah salah satu penyakit yang sering terjadi di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Jenis penyakit tropis ada tiga macam, yaitu penyakit infeksi oleh bakteri, penyakit infeksi oleh parasit, dan penyakit infeksi oleh virus. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri misalnya batuk rejan, tuberkulosis, tetanus, dll sedangkan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus adalah zika, flu burung, demam berdarah dengue dan yang lainnya. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit misalnya adalah penyakit malaria, leishmaniasis, chagas, dan yang lainnya.

Menurut riset secara in vitro menyebutkan peptida-peptida dari bisa ular Naja atra mempunyai aktivitas untuk melawan multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB). MDR-TB adalah jenis bakteri yang dapat membentuk resistensi terhadap obat antimikroba dan digunakan sebagai pengobatan penyakit tropis. MDR-TB tidak dapat memberikan respon pada dua jenis obat yang ampuh pada anti-TB, yaitu isoniazid dan rifampicin. Selain itu, bisa ular dari Naja naja, Naja kaouthia, Bungarus fasciatus, dan Daboia russelli memiliki aktivitas anti MDR-TB sehingga perlu dilakukan eksplorasi lebih dalam sebagai obat anti-TB. Bungarus fasciatus atau lebih dikenal sebagai ular weling adalah spesies ular berbisa dari famili Elapidae yang merupakan ular paling berbahaya dan mematikan di Indonesia.

Bisa ular dari Naja sumatrana, Bungarus candidus, Hydrophis cyanocinctus, dan Oxyuranus candidus memiliki sifat anti-HIV berdasarkan penelitian yang berbasis laboratorium. Naja sumatrana adalah salah satu spesies dari golongan kobra yang paling mematikan di dunia dan berada di Pulau Sumatera, Indonesia. Akan tetapi, perlu dilakukan riset lebih mendalam lagi untuk mendapatkan manfaat langsung pada aplikasi secara klinis. Hal tersebut seharusnya sudah menjadi salah satu keunggulan riset di bidang life sciences di Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya karena Indonesia sendiri memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terutama pada golongan herpetofauna termasuk ular berbisa didalamnya.

About eka kurniawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates