Monday , 23 October 2017
artikel terbaru :
Home » Knowledge » Ketahui Tanda-Tanda Bayi yang Susah BAB

Ketahui Tanda-Tanda Bayi yang Susah BAB

Ketahui Tanda-Tanda Bayi yang Susah BAB

Ketahui Tanda-Tanda Bayi yang Susah BAB

Ketahui Tanda-Tanda Bayi yang Susah BAB

Ketahui Tanda-Tanda Bayi yang Susah BAB – Ketika masa pertumbuhan, suatu kondisi yang normal apabila bayi mengalami susah makan atau malahan makan terus. Meski demikian, pastikan sistem pencernaan bayi tidak terganggu. Kondisi bayi susah BAB adalah salah satu yang patut diwaspadai.

Anda tentu tidak boleh menganggap masalah ini adalah masalah yang sepele karena dapat berakibat buruk bagi perkembangannya secara keseluruhan. Bagi para orang tua, mari kita telaah bersama-sama bagaimana cara menyikapi kondisi ini.

Bagaimana Cara Mengetahui Bayi Terkena Konstipasi?
Tiap bayi pasti memiliki siklus dengan pola tertentu, termasuk dalam urusan buang air besar. Perhatikan bagaimana siklus buang air besar ini terjadi pada bayi Anda. Pola ini penting ditelaah agar ketika terjadi kondisi di luar kebiasaan, Anda bisa mendeteksi sesegera mungkin jika bayi susah BAB.

Namun harus Anda ingat bahwa kebiasaan buang besar pada bayi dipengaruhi oleh banyak hal. Cara makan dan minum, beraktivitas, dan bagaimana kemampuan tubuh bayi mencerna makanan yang masuk ialah kejadian yang berdampak kepada seberapa sering bayi buang air besar. Jika salah satu faktor tersebut berubah, maka telat buang air besar mungkin terjadi.

Walaupun perubahan salah satu faktor di atas dapat mengubah kebiasaan buang air besar pada bayi, tetap ada batas toleransinya. Jika buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu, bentuknya lebih keras dari biasanya walaupun frekuensi tidak berubah, serta bayi terlihat kesakitan saat buang air besar, maka bisa dipastikan Buah Hati Anda sedang mengalami konstipasi. Bayi yang berusia 0-5 bulan dan mengonsumsi ASI, buang air besar seminggu sekali dianggap hal yang wajar.

Selain tanda-tanda di atas, bayi juga akan menunjukkan beberapa gejala jika mengalami susah buang air besar. Umunya bayi akan rewel dan menangis dibarengi dengan mengangkat kakinya. Pada kasus yang lebih parah, terdapat bercak darah pada popok bayi yang diakibatkan robeknya dinding rektum bayi akibat feses yang keras.

Apa Penyebab Bayi Konstipasi?
Hal yang begitu penting agar dapat mengetahui penyebab bayi susah BAB dan hal tersebut nantinya dapat segera dicegah. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkannya.

1. Susu formula
Peralihan dari ASI menuju susu formula rentan menyebabkan konstipasi. Kewajaran pada kondisi ini terjadi mengingat kandungan gizi antara ASI dan susu formula yang berbeda.
Oleh karena itu, bijaklah memilih susu formula untuk bayi. Selain menganalisis kandungan yang ada di dalamnya, perhatikan juga bagaimana respons tubuh buah hati Anda.

2. Makanan padat

Beralih mengonsumsi makanan padat sering kali membuat pencernaan bayi “kaget” sehingga menyebabkan susah buang air besar. Keadaan tersebut bukanlah hal yang  mengherankan, apalagi kalau buah hati Anda terbiasa diberi makanan cair.

Masa peralihan dari makanan cair ke padat memang rentan menimbulkan konstipasi. Terlebih lagi yang diberikan langsung berupa makanan berserat, seperti nasi atau roti. Untuk meminimalisasi risiko konstipasi, berikan makanan kaya serat kepada bayi Anda.

3. Dehidrasi

Bayi umumnya menghidrasi pada tubuhnya melalui makanan dan minuman yang dia makan, seperti ASI. Salah satu fungsi air adalah membantu proses pencernaan. Jika dia tidak cukup mendapatkan asupan cairan, maka bisa berakibat kepada feses yang keras.

4. Kondisi medis tertentu
Walaupun jarang terjadi, beberapa penyakit dapat mengakibatkan bayi mengalami susah buang air besar. Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan konstipasi adalah hipotiroid, alergi terhadap makanan, dan gangguan sistem pencernaan dari lahir.

Bagaimana Mengatasi Konstipasi pada Bayi?
Jangan panik saat Anda mendapati kondisi bayi susah BAB. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar anak bisa lepas dari gangguan pencernaan yang satu ini.

1. Membuat anak aktif

Supaya  feses terdorong oleh usus, buat anak-anak agar bergerak lebih aktif. Jika bayi sudah bisa merangkak, maka membuatnya merangkak lebih sering bisa dilakukan dalam rangka mendorong feses agar lebih mudah keluar. Apabila bayi belum dapat menggerakkan kakinya, dengan mengayuh sepeda mungkin akan dapat membantunya.

2.    Memijat perut

Pijatlah bagian bawah pusar bayi Anda, yaitu sekitar tiga jari dari pusar, dengan lembut. Buat buah hati Anda dalam keadaan rileks dan tidak kesakitan saat melakukannya.

3. Mengganti susu formula

Jika bayi Anda mengalami konstipasi sejak mengonsumsi susu formula, maka gantilah dengan merek yang berbeda. Tanyakan dengan dokter anak agar mendapatkan susu formula yang pas dengan keperluan bayi Anda.

4. Mengombinasikan makanan

Saat bayi sudah waktunya mendapat makanan padat, usahakan jangan langsung memberikan makanan yang “berat”, seperti nasi. Pilih makanan yang kaya dengan serat dan berikan porsi yang tidak langsung banyak. Untuk hasil optimal, pijat dahulu perut bayi Anda sebelum diberikan makanan.

5. Mandikan dengan air hangat

Mandikan bayi dengan air hangat dapat membantunya lebih rileks sehingga saluran pencernaan lebih mudah mengeluarkan kotoran. Berikan juga pijatan pada perut agar feses lebih mudah keluar.

6. Cukupi kebutuhan air bayi

Supaya proses pencernaan berjalan lancar, pastikan keperluan air si kecil tercukupi. Berikan sebotol air untuknya demi membantu kinerja sistem pencernaan.

Apabila semua cara di atas belum dapat mengatasi konstipasi pada bayi, sebaiknya berkonsultasi ke dokter anak. Hal ini wajib dilakukan, terutama jika bayi menjadi susah makan, berat badan menyusut, dan terdapat darah dalam feses.

About putri indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates