Tuesday , 23 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Tipe dan Gejala Infeksi Saluran Kencing

Ketahui Tipe dan Gejala Infeksi Saluran Kencing

Ketahui Tipe dan Gejala Infeksi Saluran Kencing

Ketahui Tipe dan Gejala Infeksi Saluran Kencing

Ketahui Tipe dan Gejala Infeksi Saluran Kencing

Ketahui Tipe dan Gejala Infeksi Saluran Kencing – Infeksi saluran kencing atau disingkat sebagai ISK merupakan infeksi yang akan terjadi di bagian sistem kemih dengan melibatkan bagian saluran kemih, ginjal ureter, kandung kemih serta uretra. Penyakit infeksi saluran kemih ini akan lebih sering terjadi pada seorang wanita jika dibandingkan pada seorang pria. Infeksi saluran kencing dapat menjadi sangat berbahaya jika infeksi sudah mulai menyebar ke bagian organ ginjal. Perawatan akan sangat serius diperlukan agar dapat menyembuhkan infeksi.

Infeksi saluran kemih biasanya akan menyerang dengan beberapa tahap. Pertama kali ISK atau infeksi saluran kemih akan terjadi di bagian saluran kemih pada bagian bawah yakni kandung kemih serta ureter. Lalu tanpa dilakukan perawatan secara tepat sehingga infeksi dapat menyebar ke bagian ureter serta bagian organ ginjal. Berikut merupakan beberapa tipe infeksi saluran kemih, diantaranya:

a. Sistitis (Infeksi pada Kandung Kemih)
Sistitis merupakan peradangan yang akan terjadi di bagian kandung kemih. Penderita biasanya dapat mengalami infeksi di bagian uretra ataupun uretritis. Rasa sakit bisa semakin parah jika kandung kemih tidak dapat kosong pada saat sesudah buang air kecil. Infeksi bakteri akan menjadi faktor penyebab yang sangat sering dijumpai. Beberapa orang juga dapat menderita kondisi sistitis sebab proses terapi radioterapi ataupun penggunaan cairan khusus di bagian organ genital. Pada awalnya gejala atau tanda pada tipe ini memang tidak dapat terasa secara langsung. Akan tetapi tanpa disadari pada saat infeksi sudah parah sehingga dapat menunjukkan beberapa gejala misalnya :

1) Sering buang air kecil secara terus – menerus dengan volume yang sedikit serta harus melakukan dorongan yang kuat atau sambil mengejan pada saat buang air kecil.
2) Ada rasa panas dari saluran kemih sampai organ genital pada saat buang air kecil.
3) Pada kondisi khusus dapat mengakibatkan pendarahan dari saluran urin, jadi terdapat darah dalam urin.
4) Urin mempunyai warna yang lebih pekat, kental serta aromanya yang lebih menyengat.
5) Rasa sakit di bagian panggul pada saat beraktivitas.
6) Badan kurang nyaman serta akan disertai dengan demam.
7) Perut di bagian bawah seperti rasa tertekan dan keras.
8) Anak – anak yang terkena sistitis bisa lebih sering mengompol pada siang hari

Secara umum penyebab sistitis yaitu akibat infeksi dari Eschericia coli. Pada wanita mempunyai resiko yang lebih tinggi sebab area genital wanita akan lebih dekat dengan sumber bakteri yang berasal dari dubur. Pada dasarnya penyakit ini bukan penyakit yang dapat menular serta dapat diobati.

b. Uretritis (Infeksi pada Uretra)
Uretritis merupakan peradangan yang dapat terjadi di bagian uretra. Penyakit uretritis ini merupakan penyakit infeksi pada saluran kencing yang paling awal sebelum dapat menyebar ke bagian sistem kemih yang lainnya. Keadaan ini bisa terjadi apabila terdapat bakteri yang masuk ke bagian saluran kemih lalu bakteri tersebut akan hidup di dalam lingkungan ini. Bakteri dapat masuk ke bagian saluran kemih dari bagian atas dengan demikian akan mengakibatkan kandung kemih menjadi tidak bekerja secara sempurna. Urin yang seharusnya keluar ini mungkin dapat masuk ke bagian saluran kemih serta tidak dapat keluar sepenuhnya.

Uretritis dapat diakibatkan oleh infeksi yang berasal dari suatu bakteri yang masuk ke bagian  saluran uretra. Infeksi tersebut akan lebih sering diakibatkan oleh jenis bakteri diantaranya:
1) E. coli atau bakteri yang berasal dari kotoran atau tinja
2) Gonococcus atau bakteri yang dapat menular akibat hubungan seksual
3) Clamidia trachomatis atau jenis bakteri yang apat ditularkan akibat hubungan seksual

Gejala yang paling umum dari kondisi uretritis yaitu rasa tekanan yang akan sangat sakit pada saat buang air kecil. Selain itu juga beberapa penderita akan merasa gejala lain misalnya:
1) Selalu ingin buang air kecil serta akan merasa tekanan di bagian perut bawah.
2) Buang air kecil dapat terasa lebih sulit dengan demikian terkadang harus menekan perut pada bagian bawah.
3) Rasa gatak serta nyeri yang berlebihan di bagian organ genital.
4) Rasa sakit yang sangat terasa pada saat berhubungan intim.
5) Keluar cairan atau keputihan yang berlebihan dari vagina pada wanita serta pada pria dapat mengeluarkan air mani atau sperma.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates